
Rumah tangga yang seharusnya menjadi tempat berlindung seluruh anggota keluarga. Justru menjadi sebuah kamp penyiksaan batin dan fisik dari seorang Bella. Bio yang menjanjikan sebuah rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah. Nyatanya menjadikan rumah tangganya dengan Bella sebagai tempat penyiksaan untuk Bella.
Tak kuat dengan penderitaan yang Bella alami. Ia pun memutuskan untuk mengakhiri biduk rumah tangga yang telah berjalan hampir 5 tahun bersama Bio. Bella tak ingin hari-harinya hanya dihabiskan untuk menerima kekejaman yang dilakukan oleh Bio. Sehingga jalan terakhir yang di pilih Bella adalah bercerai.
Di ruang keluarga rumah Deni. Bella berani membuka semua kebejatan yang dilakukan oleh Bio padanya. Dimana Bio dengan tega melakukan kekerasan fisik yang begitu kejam pada Bella. Hingga Bella harus mengalami kesakitan yang teramat.
Juga dengan batin Bella yang dicabik-cabik oleh Bio. Hinaan dengan kata-kata kasar, sudah sering Bio ucapkan pada Bella. Sehingga psikis Bella cukup terganggu dengan tekanan yang diberikan Bio kepadanya.
Nia merangkul Bella yang mulai menangis disampingnya. Bella tak kuat menceritakan semua penderitaan yang telah dialaminya selama menjadi istri seorang Bio. Terlebih setelah Bio ketahuan selingkuh. Bukannya menyesali perbuatannya, Bio justru mencoba mengelak dengan semua sangkalan yang diberikan oleh Bella. Hingga untuk menyangkalnya, Bio kerap menyiksa Bella.
Deni tak berani menatap wajah adiknya. Dia merasa menjadi orang yang paling disalahkan dalam peristiwa yang menimpa Bella. Deni yang menjodohkan Bella dengan Bio. Sehingga keduanya bisa menikah. Tetapi akibat kecerobohan yang dilakukan oleh Deni. Adiknya sendiri menjadi korban KDRT dari seorang Bio.
Deni siap menyewa pengacara hebat untuk perceraian antara Bella dengan Bio. Deni ingin segera mengakhiri penderitaan adiknya yang begitu berat dibuat oleh Bio. Deni berusaha membuat Bella terbebas dari Bio sepenuhnya.
Tak hanya membantu Bella dalam hal perceraian, Deni juga akan menyembuhkan depresi berat yang dialami oleh Bella. Depresi berat nampak menyelimuti dalam diri Bella. Dia ketakutan ketika seseorang menyebut nama Bio. Tak hanya itu, Bella juga pada mereka yang berinisial B.
Bio yang tak ingin bercerai dari Bella, berusaha sekuat tenaga mempertahankan rumah tangganya. Dia sudah menyiapkan seorang pengacara hebat yang akan membantu dirinya dalam persidangan nanti. Bio berharap rumah tangganya bisa diselamatkan, kemudian dirinya dan Bella bisa kembali.
Bio sudah memiliki beberapa nama pengacara yang bisa membantunya untuk terlepas dari jeratan pidana, plus perceraian dengan Bella. Beberapa pengacara itu memiliki track record yang cukup mentereng. Sehingga bisa diandalkan oleh Bio.
Seorang pengacara muda bernama Danielle steel paling menarik perhatian dari Bio. Selain background pendidikan dia yang berasal dari universitas luar negeri. Keberhasilan beliau dalam memenangkan beberapa putusan di pengadilan, membuat nama seorang Danielle steel cocok untuk dirinya.
Tanpa pikir panjang, Bio langsung memerintahkan Berry yang merupakan orang kepercayaannya untuk menghubungi Danielle steel. Dia ingin sedikit berbicara pada Danielle, sekaligus berkonsultasi dengannya.
Tak butuh waktu lama bagi Berry untuk bisa mendapatkan nomor pribadi Danielle. Dengan cepat Berry berhasil mendapatkan nomor Danielle dari beberapa rekan kerjanya. Sehingga Berry langsung menghubungi Danielle untuk dapat bertemu dengannya.
Danielle yang tak sibuk di waktu itu, tak keberatan menerima tawaran pertemuan dari Berry. Ia menyetujui pertemuan itu yang direncanakan digelar di sebuah restoran mewah.
Berry langsung melaporkan hasil obrolan yang dilakukan dengan Danielle pada Bio. Dimana Bio langsung segera bergegas menuju restoran yang hendak dijadikan tempat pertemuan dengan Danielle. Mengingat saat ini pekerjaan Bio sedang tidak padat. Sehingga ada banyak waktu bagi Bio dalam berkonsultasi dengan Danielle mengenai rencana gugatan yang dilayangkan oleh pihak Bella.
__ADS_1
Dengan mobil mewah pribadinya, Bio mengendarainya dengan begitu santainya. Ditengah kebimbangan yang melanda hati, Bio tetap percaya diri bisa mempertahankan rumah tangganya dengan Bella. Begitu juga dengan gugatan KDRT yang mungkin saja dilayangkan oleh Bella. Bio harus bisa mengantisipasi hal tersebut. Jika sampai bocor ke publik, bukan tak mungkin nama baik Bio akan tercoreng. Imbas dari itu semua, tentu saham perusahaan Bio yang mungkin akan jatuh dengan citra buruk yang akan menimpanya.
Tiba di restoran, Bio yang tahu wajah dari seorang Danielle tak menjumpainya. Dia akhirnya mencari tempat duduk sendiri yang dipilih. Dimana Bio memilih ruang VIP yang akan dijadikan tempat pertemuan dengan Danielle.
Disela-sela menunggu kedatangan dari Danielle, Bio mencoba menelpon Bella. Dia ingin meminta maaf, tapi nampaknya Bella sudah memblokir nomor telepon dari Bio. Sehingga dia sudah tak bisa lagi untuk menghubungi Bella.
Bio menyenderkan kepalanya ke kursi tempatnya duduk. Kemudian sedikit menyesali perbuatannya pada Bella. Mengingat Bella adalah istri yang penurut. Tapi Bio justru menghajar Bella dengan begitu brutal. Hingga babak belur.
Belum lagi dengan luka batin yang dibuat Bio pada Bella. Secara tak langsung membuat Bella depresi dan trauma. Bio menyesali akan hal tersebut. Dimana jika waktu bisa diputar, Bio tidak ingin melakukan itu semua.
Nasi sudah jadi bubur. Kertas telah di robek. Semuanya sudah untuk menjadi sempurna seperti sedia kala. Akan ada kenangan buruk yang harus diterima oleh Bella perihal pernikahannya. Tak mungkin akan sama seperti awal pernikahan.
Semua kesalahan Bio coba diperbaiki dengan mengajak Bella untuk tidak bercerai darinya. Mengingat Bio telah menyesali semua perbuatannya pada Bella. Bio ingin berubah untuk menjadi lebih baik lagi. Salah satunya dengan meminta tolong pada Danielle.
Danielle yang ditunggu oleh Bio akhirnya tiba. Danielle nampak mencari meja yang telah dipesan oleh Bio. Bio yang melihat Danielle, langsung melambaikan tangan untuk memanggil Danielle. Seketika Danielle yang melihat lambaian tangan dari Bio, langsung menghampiri meja yang telah dipesan oleh Bio.
Bio langsung berdiri, begitu Danielle berada dihadapannya. Dengan senyuman manis, Bio menyapa Danielle.
"Selamat siang, pengacara muda bertalenta." Sapa Bio mengulurkan tangannya.
"Selamat siang bapak Bio Angkasa. Senang bertemu dengan anda." Jawab Danielle menjabat tangan Bio dengan senyum manis juga.
Setelah itu Bio langsung mengajak Danielle untuk duduk. Kemudian seorang pelayan perempuan mulai menawarkan makanan yang hendak dipesan oleh Bio dan Danielle.
"Selamat siang bapak. Bisa saya bantu pesanannya." Sapa si pelayan sambil mengeluarkan sebuah pulpen dan buku catatan kecil dari sakunya.
"Pak Danielle mau pesan apa?" Tanya Bio dengan ramahnya.
Danielle melihat buku menu. Melihat beberapa menu yang ada di restoran. Sebelum akhirnya Danielle menjauhkan pilihan makanannya pada.
__ADS_1
"Saya ingin pesan nasi goreng spesial yang ada di restoran ini. Serta paket 10 tusuk sate. Untuk minumnya saya ingin orange jus." Ucap Danielle.
"Kalau saya ingin mie goreng dengan udang. Serta untuk minumnya saya ingin orange jus seperti teman saya ini." Tutup Bio.
"Baik pak saya catat semua pesanan bapak berdua. Ditunggu 15 menit, makanan akan segera saya antar ke meja makan bapak." Ucap si pelayan sebelum akhirnya pergi.
Pembicaraan serius antara Danielle dengan Bio akhirnya dimulai. Dimana Danielle yang membuka pembicaraan tersebut.
"Apa masalah yang sedang dihadapi oleh bapak hari?" Tanya Danielle.
"Istri saya sepertinya akan melakukan gugatan cerai pada saya. Tapi jujur saja, saya belum siap bercerai dari istri saya." Jelas Bio dengan raut wajah sedih.
"Apa alasan istri bapak ingin bercerai dari bapak?" Tanya Danielle semakin mendetail.
"Semua kesalahan saya. Dimana dulu saya pernah selingkuh, kemudian saya ketahuan sama istri. Bukannya mengakui semua perbuatan tersebut. Saya justru malah melakukan kekerasan pada istri saya. Sehingga saya membuat istri saya babak belur dengan perbuatan saya." Terang Bio.
"Ini cukup berat juga. Saya pikir kasus ini akan panjang. Mengingat selain perdata, istri bapak juga berpotensi untuk melaporkan bapak dalam hal pidana." Jelas Danielle.
"Saya tahu hal itu pak. Saya ingin bapak bisa bantu saya untuk terhindar dari dua kemungkinan buruk yang terjadi. Saya tidak ingin bercerai dari istri saya. Pun saya tidak mau masuk penjara gara-gara KDRT yang saya perbuat pada istri saya." Pinta Bio.
"Tapi istri bapak sudah melayangkan gugatan cerai?" Tanya Danielle kembali.
"Untuk saat ini belum. Tapi sepertinya dalam waktu cepat dia akan melayangkan gugatan cerai pada saya." Jawab Bio tetap dengan raut wajah sedih.
"Walaupun ini cukup berat. Tapi saya akan siap membantu pak Bio dalam kasus perceraian dengan istri bapak." Janji Danielle pada Bio.
"Saya siap bayar bapak berapa pun jika mampu membantu saya bercerai dari istri saya." Janji Bio sambil menggenggam tangan Danielle.
"Itu urusan lain pak. Saya lihat ada penyesalan yang mendalam di diri bapak. Itu yang buat saya ingin membantu bapak dalam kasus ini." Tutup Danielle.
__ADS_1
Tak lama makanan yang dipesan oleh Bio berdatangan satu persatu. Sehingga keduanya melanjutkan obrolan mereka sembari makan siang. Banyak tawa yang terjadi dalam obrolan diluar kasus yang sedang dihadapi oleh Bio. Keduanya pun seketika akrab dihari itu.