Oktrouble

Oktrouble
Upaya Bunuh Diri Yang Gagal


__ADS_3

Bella bercermin di depan cermin besar di kamarnya. Dia menatap wajahnya yang nampak begitu bersedih. Tak ada semangat sebagai seorang manusia yang normal. Bella terlihat begitu payah.


Hembusan angin mulai menyerang celah kamar Bella. Meniupkan debu-debu kotor ke arah kamarnya. Sesekali debu kotor itu membuat Bella bersin. Dia harus bersin di buat oleh debu tersebut.


Semakin lama Bella menatap wajahnya di cermin. Semakin benci pula Bella melihat dirinya sendiri. Tidak ada yang special lagi dalam hidupnya. Cinta, anak dan semuanya sudah hilang dari Bella. Hanya hidup dengan penderitaan yang harus Bella terima saat ini.


Bella yang semakin membenci dirinya sendiri. Memukuli bayangan darinya yang nampak di cermin. Bella langsung memukuli bayangan dirinya. Hingga cermin besar tersebut pecah di buat Bella.


Selain pecah, cermin tersebut juga melukai tangan kanan Bella. Tangan kanan Bella pun berdarah oleh pecahan cermin yang terus di hancurkan Bella. Dia meremukkan setiap potongan cermin yang memperlihatkan wajahnya. Hingga beberapa bagian tubuhnya berdarah.


Love yang melintas di kamar Bella, mendengar suara pecahan cermin di kamar bibinya tersebut. Love langsung mendatangi kamar Deni untuk melapor pada Deni apa yang terjadi di kamar Bella.

__ADS_1


Deni dan Nia yang mendapat laporan dari Love, langsung bergegas pergi menuju kamar Nia. Deni langsung mencoba membuka pintu kamar Bella. Tapi Bella mengunci pintu kamarnya tersebut. Hingga Deni kesulitan untuk membuka pintu kamar Bella.


Deni yang panik meminta Nia untuk mengambil kunci cadangan yang Deni simpan di laci kamar. Nia dengan segera bergegas untuk mengambil kunci cadangan kamar Nia tersebut.


Nia yang terus menyakiti tubuhnya sendiri. Merasakan rasa sakit yang teramat. Namun Nia terus melakukan hal tersebut. Nia ingin mengakhiri kesedihan darinya yang tidak berakhir. Di tambah Nia kehilangan orang-orang yang di sayang seperti Nabila.


Nia yang tak urung kembali, akhirnya membuat Deni harus mendobrak pintu kamar Bella. Dorongan pertama gagal, namun di dorongan kedua Deni berhasil mendobrak kamar Bella yang terkunci rapat.


Sakit, tapi Deni mencoba menahannya. Deni lebih peduli akan keselamatan dari adiknya tersebut. Deni tak ingin Bella semakin tersakiti. Oleh sebab itu Deni membawa tubuh Bella dari pecahan cermin tersebut. Walaupun tubuh Deni yang harus menanggung sakit oleh pecahan cermin yang di bawa Bella. Bella terus memukuli Deni dengan pecahan cermin yang di bawa olehnya.


Melihat tubuh Bella dan Deni yang penuh darah. Nia seketika terkejut. Dia tak tega melihat tubuh suaminya yang di penuhi luka dan darah. Nia dengan inisiatifnya sendiri, langsung mengambil alat bius. Dengan membius Bella. Tentu itu akan jadi solusi bagi Deni yang terus di hujani pukulan oleh Bella.

__ADS_1


Satu suntikan, cukup membuat Bella terdiam. Deni langsung menaruh tubuh Bella tersebut di atas sofa. Seketika sofa yang bersih itu di kotori oleh darah yang mengucur dari tubuh Bella dan Deni. Nia dengan segera mengambil peralatan P3K yang tentu di perlukan Deni saat ini. Peralatan yang harus di gunakan Nia untuk mengobati tubuh Deni dan Bella yang di penuhi oleh darah.


Di banding mengobati tubuhnya yang penuh luka. Deni meminta Nia untuk mengobati Bella terlebih dahulu. Sementara Deni, setelah itu. Deni sangat mementingkan keselamatan dari adiknya. Hingga dia melupakan rasa sakit yang sebenarnya begitu terasa menyiksa tubuhnya.


Nia mulai membersihkan luka yang ada di tubuh Bella dengan beberapa bahan kimia. Setelah itu Nia memasang plester di luka tersebut. Tentu pemasangan plester di maksudkan untuk menutup darah yang terus keluar dari luka tersebut.


Luka Bella sudah sepenuhnya tertangani dengan baik. Kini giliran beberapa bagian tubuh Deni yang juga mengeluarkan darah. Sama seperti pertolongan yang di berikan pada Deni. Bella menggunakan bahan kimia untuk sedikit meredakan rasa sakit pada tubuh Deni.


Deni begitu kesakitan saat Nia meneteskan obat merah pada lukanya tersebut. Namun Deni berusaha menahan rasa sakit yang teramat tersebut. Dia tak ingin terlihat lemah di hadapan seorang Nia. Walaupun sejujurnya Deni merasakan sakit yang begitu kuat.


Melihat Deni kesakitan dengan beberapa obat yang di teteskan pada lukanya. Nia mengobati Deni dengan begitu hati-hati. Ini akan menjadi luka yang paling sakit yang pernah Deni rasakan. Di sayat potongan cermin dengan ujung yang runcing. Menjadi sebuah pengalaman pertama bagi seorang Deni dalam menghadapi luka sayatan dari cermin.

__ADS_1


__ADS_2