
Nia dengan ekspresi kesalnya, tetap menyambut kepulangan Deni dari tempat bekerja. Menyiapkan handuk untuk Deni mandi, serta makan malam yang telah dirapikan Nia diatas meja makan.
Nia tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang istri. Sedikit berbeda, tak ada suara yang Nia keluarkan. Dia masih belum bisa memaafkan Deni yang telah melukai hatinya.
Sikap dingin Nia pada Deni, disadari oleh Deni sendiri. Deni pun menyadari kesalahannya yang terlalu frontal mengatakan hal yang menyakitkan pada Nia. Seharusnya Deni bisa mengerem ucapannya. Agar Nia tak begitu sakit hati dibuatnya.
Nasi belum jadi bubur. Sebelum Nia benar-benar marah dan tak mau berbicara lagi pada Deni. Deni sudah menyiapkan sebuah momen romantis yang akan membuat Nia kembali memaafkan kesalahannya.
Selepas mandi di sore hari. Deni langsung kembali pergi. Kini tujuan Deni adalah mencari bucket bunga yang hendak diberikan pada Nia. Beberapa toko bunga disinggahi oleh Deni. Tetapi dia belum menemukan bunga yang cocok untuk istrinya tersebut. Hingga Deni harus pergi jauh untuk menemukan bucket bunga yang akan diberikan pada Nia.
Akhirnya Deni berhasil menemukan toko bunga yang diharapkan. Sebuah toko bunga bernama Rey Garden yang menawarkan segala jenis bunga. Tentu bunga tulip yang di cari oleh Deni juga ada disana.
Bunga tulip sendiri memiliki beragam warna dengan makna yang berbeda. Merah melambangkan sebuah cinta yang sempurna. Tulip kuning melambangkan sebuah hasrat atau ambisi. Sementara tulip yang melambangkan permohonan maaf tentunya jatuh pada bunga tulip berwarna putih. Sebuah bunga cantik dengan makna yang begitu dalam.
Deni membuka pintu toko bunga tersebut. Dirinya disambut dengan begitu ramah oleh salah seorang pegawai toko bunga tersebut. Deni langsung menanyakan bunga tulip yang dicarinya pada penjaga toko tersebut. Hingga penjaga toko tersebut membawa Deni menuju bunga tulip yang di cari oleh Deni.
"Bisa antarkan saya ke tempat bunga tulip putih?" Tanya Deni dengan begitu ramahnya.
"Baik bapak. Saya akan antarkan menuju tempat bunga tulip putih itu berada." Jawab si penjaga toko tersebut.
__ADS_1
Si penjaga toko itu pun mengantarkan Deni menuju rak yang berisi ratusan bunga tulip putih yang di cari Deni. Sementara Deni mengikuti si penjaga toko tersebut dari belakang. Aroma wangi yang keluar dari bunga-bunga itu membuat Deni begitu nyaman. Dia merasa begitu tenang dengan aroma yang keluar dari setiap tak bunga yang dilewati.
Kebahagiaan Deni semakin sempurna kala dia tiba di rak yang berisi bunga tulip yang hendak dibelinya. Deni langsung dibuat kagum dengan ratusan bunga tulip yang menghiasi rak di toko tersebut. Sehingga dia tak sabar untuk memesan bucket bunga tulip putih yang hendak diberikan pada istrinya tersebut.
"Bapak ingin berapa tangkai bunga tulip putih?" Tanya si penjaga toko.
"Saya ingin satu bucket bunga tulip putih. Saya ingin juga terdapat tulisan permohonan maaf yang terselip disana. Saya ingin meminta maaf pada istri saya." Jawab Deni begitu romantis.
"Baik pak. Tunggu sebentar, saya akan buatkan satu bucket bunga tulip yang bapak pesan." Ucap si penjaga toko.
Menunggu si penjaga toko membuatkan bucket bunga untuk dirinya. Deni kembali terpikir akan Mira. Pikirannya kembali ke masa kuliah dulu, saat dirinya dan Mira dimabuk cinta. Deni begitu merindukan momen kebersamaan dengan Mira yang hilang, akibat restu orangtua Mira yang tak berpihak pada Deni.
Deni segera menghampiri penjaga toko tersebut. Mengeluarkan dompetnya untuk membayar bucket bunga tersebut. Sebelum membawa bucket bunga tersebut untuk Nia.
Tak hanya bucket bunga tulip berwarna putih saja yang Deni bawa untuk Nia. Deni juga berniat memberikan Nia sebuah cincin mewah yang akan semakin mempercantiknya tangan Nia. Tak perlu harus mencari kemana-mana. Cincin yang diharapkan Deni sudah tersedia di toko perhiasan yang menjadi langganan dari Deni.
Hadiah-hadiah permohonan maaf dari Deni pada Nia telah rampung. Kini giliran Deni mengeksekusi permintaan maafnya, agar diterima dengan baik oleh istrinya.
Begitu tiba di rumah. Deni langsung mencari keberadaan Nia. Setiap ruangan, Deni singgahi. Tetapi dirinya tak kunjung menemukan keberadaan Nia yang diharapkan.
__ADS_1
Akhirnya Deni pun menemukan keberadaan Nia yang sedang bersantai di ruang keluarga dengan menonton tayangan film di televisi. Raut wajah kesalnya masih nampak. Buah kekesalannya pada Deni yang seolah menganggap cintanya berlebihan pada Deni.
Dengan langkah pelan, namun pasti. Deni berjalan mendekat kearah Nia dengan kedua tangannya diletakkan kebelakang tubuh. Kemudian Deni duduk disamping Nia, yang disambut dengan wajah ketus dari Nia.
"Mau apa kamu kesini?" Tanya Nia sambil mengganti channel yang ditonton.
"Emm.. Aku mau meminta maaf sama kamu." Jawab Deni penuh harap.
"Kamu tahu, aku begitu sakit hati dengan ucapan yang kamu berikan. Aku hanya ingin menjadi yang terbaik buat kamu. Bukan menjadi yang berlebihan seperti yang kamu pikirkan." Ucap Nia dengan nada sendu.
Melihat Nia yang mulai menangis dengan permintaan maaf dari Deni. Deni dengan pendekatan super lembut, mencoba memeluk Nia dengan begitu eratnya. Dengan kata-kata romantis yang diucapkan olehnya. Nia yang awalnya begitu marah pada Deni. Perlahan melunak. Nia pun langsung luluh dengan kata-kata romantis yang diucapkan oleh Deni.
Terlebih kala Deni memberikan Nia bucket bunga yang baru saja Deni belikan untuknya. Nia semakin luluh. Kekesalannya pada Deni seketika hilang begitu saja.
Cincin mahal yang dipasangkan oleh Deni di jari manisnya, juga semakin membuat Nia terkesan pada Deni. Nia pun semakin masuk perangkap Deni. Deni mengunakan dengan baik kemampuan dirinya dalam psikiater untuk merayu Nia. Sehingga dengan mudah, Deni mendapatkan maaf dari Nia.
Sebagai akhir dari pertengkaran antara Nia dan Deni. Sebuah hubungan intim antara keduanya dilakukan. Diawali ciuman manis di bibir merah Nia yang diberikan oleh Deni. Hingga berlanjut kearah organ lain yang turut terangsang oleh ciuman yang dilakukan oleh keduanya.
Nia dan Deni seolah tak memperdulikan tempat mereka berhubungan badan. Dimana ruang tamu kerap dilewati oleh kedua anaknya, yakni Brian dan Love. Tetapi untungnya kedua anak Deni dan Nia, saat itu tak melintas di ruang tamu. Sehingga hubungan intim antara Deni dengan Nia tak terganggu siapapun.
__ADS_1
Seperti biasa, Nia menidurkan tubuh kecilnya di tubuh kekar Deni. Deni mengucap kalimat cinta yang membuat hubungan keduanya kembali menghangat. Nia begitu mencintai Deni dan berusaha membuat Deni bahagia. Begitu juga sebaliknya, Deni juga begitu mencintai Nia. Walaupun perlahan rasa cinta Deni pada Nia mulai berubah menjadi rasa bosan.