
Sukses membuat seorang Leni kembali tersenyum dengan metode pengobatan yang di lakukan oleh dirinya. Ada sedikit kebanggaan tersendiri yang dirasakan oleh Deni. Dia merasa apa yang telah di lakukan oleh dirinya adalah sebuah prestasi yang tentunya membuat dirinya bangga. Itu yang di rasakan oleh Deni saat ini.
Deni terlihat bahagia dengan sedikit pencapaiannya tersebut. Sehingga Deni merasa pencapaian dari dirinya tersebut harus segera di realisasikan dalam sebuah pesta kecil-kecilan bersama dengan keluarga kecilnya.
Deni ingin mengajak Nia dan kedua anaknya makan malam di luar. Sebenarnya Deni ingin mengajak Bella juga untuk makan bersama dengan dirinya. Tapi kondisi Bella yang tak kunjung membaik, membuat Deni harus mengurungkan niatnya tersebut. Deni pun hanya pergi dengan istri dan kedua anaknya tersebut.
Rencana itu langsung Deni sampaikan lewat sebuah pesan singkat. Dengan pesan singkat yang Deni kirimkan pada Nia. Dia berharap Nia akan segera mempersiapkan diri untuk pergi makan malam bersama dengan dirinya. Makan di restoran yang menjadi langganan keluarga kecil Deni makan.
__ADS_1
Tanpa ragu, Nia pun menerima ajakan makan dari suaminya tersebut. Hingga Deni begitu bahagia untuk bisa makan malam bersama dengan Nia dan kedua anaknya. Mungkin ini akan menjadi sebuah permohonan maaf dari seorang Deni yang dalam beberapa hari terakhir gagal menjadi sosok ayah dan suami yang baik bagi kedua anaknya dan Nia. Apalagi saat Love sakit, Deni belum sempat memberikan hadiah yang bisa membuat Love kuat dalam menghadapi penyakitnya. Hingga Deni harus memberikan hal yang lebih bagi seorang Love di malam ini.
Baru akan beranjak untuk makan siang dari ruang kerjanya. Deni langsung di kejutkan oleh panggilan telepon dari pihak keluarga Leni. Deni yang terkejut dengan panggilan telepon tersebut, sempat terdiam sejenak. Sebelum akhirnya mengangkat panggilan telepon dari pihak keluarga Leni tersebut.
"Selamat siang."
"Selamat siang dokter Deni. Saya Alis, ibu dari Leni."
__ADS_1
"Tidak dok. Saya hanya ingin mengucapkan banyak terima kasih pada Dokter Deni. Sebab berkat metode pengobatan yang telah di lakukan oleh dokter Deni. Leni bisa kembali pada kondisi awalnya. Saya mengucapkan terima kasih pada dokter Deni."
Deni tersenyum dengan ucapan dari salah satu keluarga Leni tersebut. Dia terlihat begitu bahagia dengan apa yang diucapkan oleh keluarga Leni pada dirinya. Itu adalah bagian yang paling terpenting dari apa yang ada. Sehingga Deni merasa begitu puas dengan metode pengobatan yang dia lakukan. Metode pengobatan yang berhasil membuat Leni mulai sembuh dari penyakit mental yang di hadapi oleh dirinya.
"Sama-sama Bu Alis. Itu sudah jadi tanggung jawab saya untuk membuat Leni bisa kembali tersenyum. Sembuh dari apa yang terjadi pada dirinya. Jadi memang kewajiban saya untuk membuat Leni bisa tersenyum seperti semula."
"Saya akan memberikan sebuah reward yang cukup besar pada dokter Deni. Sebab dokter sudah bisa menyembuhkan trauma yang ada pada Leni. Mungkin dokter Deni bisa lihat di mutasi rekening dokter. Saya sudah kirimkan reward itu. Tidak banyak, tapi itu saya rasa cukup untuk di jadikan ucapan terima kasih dari pihak kami."
__ADS_1
"Terima kasih Bu, saya ucapkan terima kasih banyak."
Begitu mengakhiri panggilan telepon dengan salah satu kerabat dari Leni. Deni pun langsung mengecek mutasi rekening miliknya. Deni langsung terkejut saat dia mendapatkan kiriman uang sebesar 50 juta dari kerabat Leni. Uang yang tidak sedikit bagi seorang Deni. Sehingga Deni semakin terlihat bahagia dengan apa yang dia dapatkan. Deni pun bersyukur dapat mendapatkan uang yang cukup banyak tersebut. Dia semakin termotivasi untuk semakin banyak menyembuhkan pasien yang tengah di tangani oleh dirinya tersebut.