
Depresi berat yang dialami oleh Bella, membuatnya sulit untuk diajak berkomunikasi. Ketakutan, rasa sedih dan keengganan untuk berbicara. Menyulitkan Deni untuk membuat gugatan cerai dari Bella untuk Bio. Mengingat tanda tangan Bella dibutuhkan untuk membuat surat gugatan cerai tersebut.
Anton yang ditunjuk Deni sebagai pengacara dari Bella pun berharap Bella bisa secepatnya pulih. Mengingat keterangan dari Bella nantinya sangat penting di persidangan. Mengingat Bella yang akan melakukan gugatan cerai.
Di ruang tamu yang megah di rumah Deni. Anton terus mengajak Bella berbicara. Tetapi Bella justru lebih sering menangis, begitu mendengar nama Bio. Kedua tangannya selalu menutup telinga, begitu nama Bio disebut. Hingga Anton cukup kesulitan mendapatkan fakta-fakta yang bisa dijadikan gugatan dalam persidangan nantinya.
Deni meminta menghentikan terlebih dahulu proses permintaan keterangan dari Anton. Mengingat kondisi Bella yang semakin ketakutan, dikhawatirkan akan semakin membuat Bella tertekan. Deni pun segera membawa Bella ke kamarnya untuk beristirahat.
Tak ingin melewatkan waktu dengan Anton terbuang sia-sia. Ini menjadi kesempatan emas yang digunakan oleh Deni untuk membuat laporan tindak kekerasan rumah tangga yang dilakukan oleh Bio terhadap adiknya. Deni tak terima jika hanya perceraian saja yang harus dirasakan oleh Bio. Deni ingin Bio merasakan dinginnya jeruji penjara.
Anton menyarankan Deni untuk melakukan visum serta bukti berupa photo untuk semakin menguatkan gugatan KDRT yang dilakukan Bio. Dengan semua bukti yang ada, Deni akan mudah menyeret Bio kedalam penjara.
Bukti photo telah Deni dapatkan. Tetapi Deni belum mendapatkan hasil visum dari seorang Bella. Sehingga Deni harus mengajak Bella ke rumah sakit untuk melakukan visum. Sebagai pembuktian jika semua yang telah dilakukan oleh Bio adalah tindak kejahatan.
Deni berharap Anton bisa membantunya mencari keadilan untuk Bella. Kekerasan dalam rumah tangga adalah satu hal yang tidak dibenarkan dalam perspektif apapun. Mengingat kekerasan itu tak hanya membuat luka fisik, tetapi juga luka psikis yang dirasakan oleh orang yang mengalaminya. Sehingga Deni ingin pelaku kekerasan mendapatkan hukuman yang setimpal.
Bella yang belum bisa dimintai keterangan oleh Anton. Membuat tugas Anton hari ini sudah usai. Mungkin besok Anton akan kembali untuk menggali lebih jauh perihal permasalahan yang tengah menerpa Bella. Sehingga Anton bisa memutuskan langkah apa yang harus diambil oleh dirinya.
Deni mengantar Anton hingga ke parkiran rumahnya. Berulang kali Deni mengucap terima kasih pada Anton yang mau membantu Deni dalam proses mencari keadilan untuk adiknya. Mengingat Bio bukan orang sembarangan, sehingga perlu keberanian untuk melawan semua sangkalan serta lobi-lobi yang akan dilakukan oleh Bio dan tim pengacaranya.
Deni kembali masuk kedalam rumahnya. Memanggil pembantunya untuk merapikan kembali semua gelas dan piring yang masih berserakan diatas meja. Sementara dia kembali melihat kondisi Bella didalam kamar.
Deni begitu terenyuh dengan perhatian yang diberikan oleh Nia pada adiknya. Nia dengan cukup telaten menyuapi Bella makan. Aura positif yang coba diberikan oleh Nia, perlahan membuat Bella mulai berani untuk berbicara. Hingga Nia sering mengajak Bella untuk bercanda.
Mungkin ini saat yang tepat untuk Deni mengajak Bella melakukan visum. Nia bisa mengajak Bella ke rumah sakit. Didekat Nia Bella begitu nyaman. Sehingga tak mungkin Bella akan menolak ajakan dari Nia untuk visum.
Deni memanggil Nia. Nia yang asyik mengobrol sambil menyuapi Bella langsung menghadap kepada Deni. Deni mengajak Nia untuk mengobrol di ruang keluarga. Dimana Deni ingin berbicara empat mata.
__ADS_1
Deni duduk di sofa kecil. Sementara Nia duduk di sofa panjang sebelah kanan Deni. Nia ingin tahu apa yang hendak ditanyakan Deni padanya. Sehingga Deni mengajak Nia mengobrol empat mata dengannya.
Tatapan fokus Nia langsung tertuju pada Deni. Kala Deni mulai berbicara pada serius padanya.
"Kamu tahu untuk melaporkan tindak kejahatan KDRT itu seperti apa?" Tanya Deni.
"Mungkin beberapa photo, serta bukti visum dan saksi." Jawab Nia dengan cermat.
"Benar sekali! Mungkin photo aku sudah dapat. Saksi, itu juga gampang. Tapi sekarang yang cukup sulit adalah visum rumah sakit. Aku takut Bella untuk menolak ke rumah sakit untuk visum." Terang Deni.
"Terus apa yang harus aku lakukan?" Tanya Nia.
"Kamu mau mengajak Bella untuk melakukan visum di rumah sakit. Aku pikir dia percaya 100% pada kamu. Sehingga ini momen yang tepat untuk melakukan visum." Jelas Deni.
Nia terdiam. Nia masih tidak tega membawa Bella pergi keluar. Mengingat Bella mengalami trauma yang cukup berat. Tapi jika tidak melakukan visum sekarang. Kapan lagi akan dilakukan visum untuk membuat laporan polisi akan KDRT yang dilakukan oleh Bio.
"Baik. Aku akan membujuk Nia untuk pergi ke rumah sakit untuk visum." Tegas Nia.
"Terima kasih kamu sudah mau membantu aku untuk mengajak Bella visum hari ini." Ucap Deni menggenggam tangan Bella.
Bella kembali ke kamarnya. Dia menghampiri Nia yang berdiri disamping jendela dengan tatapan kosong. Sementara Deni terus memantau di depan pintu kamar Bella.
"Bell." Kejut Nania sambil memegang pundak Bella.
Bella yang terkejut langsung berbalik badan. Dia yang penuh ketakutan, memeluk Nia dengan eratnya.
"Kak Nia tolong aku. Tolong aku. Aku takut di pukul lagi. Aku takut kak." Ucap Bella ketakutan.
__ADS_1
Nia mencoba menenangkan Bella dengan memberikan sentuhan lembut di punggung Bella. Nia mengelus lembut sambil terus mengatakan kalimat positif untuk Bella. Sehingga dia tak harus ketakutan lagi akan Bio.
Deni yang terus memantau dari depan pintu, begitu menganggumi cara Nia melakukan pendekatan. Nia begitu lihai serta memiliki aura positif yang membuat Bella seketika bisa tenang dipelukan Nia.
Bella sudah tenang. Nia melepaskan pelukannya dari Bella. Mengusap lembut wajah Bella serta merapikan rambut Bella yang berantakan. Kemudian Nia tersenyum pada Bella yang langsung dibalas senyuman lembut dari Bella untuk Nia.
"Bell, bagaimana kalau hari ini kita lakukan pemeriksaan buat kamu." Tawar Nia.
"Untuk apa?" Tanya Bella bingung.
"Untuk tahu aja, semua luka yang ada di kamu ini tidak akan menyebabkan infeksi. Sedia payung sebelum hujan. Lakukan pemeriksaan sebelum terlambat. Jadi kita harus lakukan pemeriksaan di rumah sakit." Jelas Nia dengan detailnya.
Bella tersenyum. Sepertinya dia tak keberatan untuk melakukan pemeriksaan. Mengingat benar apa yang diucapkan oleh Nia. Lukanya itu khawatir akan jadi infeksi. Sehingga perlu pemeriksaan yang lebih.
"Baik. Aku setuju untuk melakukan pemeriksaan hari ini." Jawab Bella dengan penuh keyakinan.
Nia menoreh kearah Deni. Kemudian disambut Deni dengan dua jempol serta senyuman manis. Deni memuji kepiawaian Nia dalam merayu Bella. Nia memang bandit dalam hal mengajak orang. Sehingga Bella terpengaruh oleh ucapan manis dari seorang Nia.
Semuanya bersiap pergi ke rumah sakit. Dengan Deni yang mengendarai mobil, sementara Nia dan Bella berada dibelakang kursi kemudi. Bella menyandarkan kepalanya ke bahu Nia. Dengan penuh kehangatan, Nia terus mengusap lembut kepala Bella untuk membuatnya lebih tenang lagi.
Momen keakraban dari Bella dan Nia, coba dimanfaatkan oleh Deni. Dia mengeluarkan beberapa dokumen yang harus ditandatangani oleh Bella akan perceraiannya dengan Bio. Nia sempat menolak, tapi Deni terus mendesak Nia untuk memberikan dokumen itu pada Bella. Sehingga bisa langsung ditandatangani oleh Bella.
Dengan cara yang lembut, Nia kembali berhasil merayu Bella. Dia sukses membuat Bella mau untuk menandatangani dokumen perceraian tersebut. Sehingga dokumen itu bisa digunakan Deni untuk menggugat cerai Bio. Kembali Deni memuji kepiawaian istrinya tersebut. Tak lupa juga ucapan terima kasih diberikan pada Nia.
Tiba di rumah sakit, Nia kembali menggandeng Bella menuju tempat pemeriksaan. Sementara Deni memimpin perjalanan menuju tempat pemeriksaan.
Deni yang sudah mengkonfirmasi terlebih dahulu akan pemeriksaan yang hendak dilakukan oleh Bella. Tak harus mendatangi kembali ruang administrasi, nama Bella pun langsung muncul di daftar antrian. Sehingga tak harus menunggu cukup lama untuk melakukan pemeriksaan.
__ADS_1
Hanya perlu 5 menit saja menunggu. Akhirnya nama Bella dipanggil masuk kedalam ruang pemeriksaan.