
Usai dari kantor media yang telah membuat berita bohong akan Deni dan Bella. Kini tujuan Deni selanjutnya adalah rumah dari seorang Roy. Beralasan ingin menemui Nabila, Deni di persilakan masuk oleh satpam yang bertugas di rumah Roy. Roy yang pergi ke kantor di waktu, ketika pagi tiba. Roy masih menyelimuti tubuhnya dengan sebuah selimut tebal.
Kedatangan Deni langsung di sambut hangat oleh Nabila. Dia memeluk pamannya tersebut. Nabila juga menanyakan keberadaan dari Bella. Terlihat gadis cantik itu begitu rindu pada ibu kandungnya sendiri.
Sebuah lolipop yang sengaja Deni beli, di berikan pada Nabila. Gadis kecil itu pun langsung bersuka cita dengan pemberian dari seorang Deni. Dia yang begitu menyukai permen lollipop. Dengan bahagia menerima permen pemberian dari seorang Deni. Senyumnya pun begitu merekah, saat menyantap permen pemberian dari Deni tersebut.
"Terima kasih om Deni." Ucap Nabila dengan begitu bahagianya.
"Sama-sama sayang."
__ADS_1
Deni mulai memperhatikan setiap sudut rumah Roy. Tidak ada istri Roy di sini. Istri yang di akui Roy telah di nikahinya selama 5 bulan. Apa mungkin dia masih tertidur bersama Roy. Itu jadi pertanyaan yang cukup besar dalam diri seorang Deni.
"Kemana istri Om Roy?" tanya Deni pada Nabila.
"Istri Om Roy! Siapa?" Nabila bingung.
"Bukannya om Roy telah menikah, memiliki seorang istri." Terang Deni.
Deni yang mulai menyadari Roy telah membohongi majelis hakim. Semakin naik darah di buat oleh Roy. Dia semakin ingin memberikan pelajaran yang cukup berarti pada Roy. Selain namanya yang di buat buruk oleh Roy. Roy juga telah menipu majelis hakim dengan status pernikahan palsu dengan istri bohongannya tersebut.
__ADS_1
Deni yang tak ingin Nabila mendengar keributan dirinya dengan Roy. Meminta Nabila untuk masuk kedalam kamarnya. Mengunci pintu kamarnya itu, sambil menikmati lollipop yang Deni berikan. Nabila yang patuh pada Deni, langsung pergi menuju kamarnya. Sementara Deni yang sudah mengepalkan tangannya, siap memberikan pelajaran berarti pada Roy. Mungkin dengan cara itu, Roy akan sadar pentingnya sebuah kejujuran.
Deni yang mengetahui kamar Roy ada di atas. Langsung menapaki satu persatu anak tangga menuju kamar Roy. Amarahnya seakan sulit di bendung. Terlebih dengan tangannya yang di kepal. Semakin menunjukkan bagaimana Deni sudah sangat marah pada Roy.
Deni mengetuk pintu kamar Roy dengan begitu kerasnya. Roy yang tertidur dengan pulasnya. Sempat tak mendengar ketukan pintu keras yang Deni layangkan. Namun akhirnya Roy mendengar juga ketukan pintu dari Deni tersebut. Roy pun dengan segera membuka pintu kamarnya.
Roy dengan pakaian tidurnya, membuka pintu kamar. Terlihat Roy masih cukup mengantuk. Hingga Roy langsung mengamuk mendengar suara ketukan pintu keras yang ia dengar dari dalam kamarnya.
Amarah Roy semakin menjadi, saat dia melihat Deni ada di hadapannya. Baru akan mengucapkan kata-kata yang kotor pada Deni. Satu pukulan keras langsung Deni hujamkan di bagian pipi kiri Roy. Saking kerasnya tonjokan yang Deni berikan, Roy pun akhirnya tersungkur jatuh ke samping pintu kamarnya.
__ADS_1
Tak hanya menonjok pipi kiri dari Roy saja. Deni juga langsung menarik kerah pakaian Roy. Deni mengingatkan pada Roy untuk tidak lagi membuat berita palsu tentang dirinya. Jika Roy masih melakukan hal tersebut. Bukan tidak mungkin, Deni akan membunuh Roy.
Roy terlihat gemetar dengan ancaman dari seorang Deni tersebut. Terlebih Roy saat ini sudah tidak dalam pengawalan bodyguard pribadinya. Tentu Roy dalam bahaya besar, jika saja Deni tidak segera di halau. Pasalnya Deni benar-benar mengamuk hebat pada Roy. Untung saja Deni tidak langsung membunuh Roy saat itu juga. Jika Deni melakukan itu, mungkin Roy akan benar-benar di habisi oleh Deni.