
Lepasnya Bella dari seorang Bio, tak serta merta membuat seorang Deni bahagia. Hak asuh Nabilla yang jatuh pada pihak Bio. Secara tak langsung membuat Deni kecewa teramat dalam. Mungkin dia bisa banding dengan keputusan yang dibuat oleh majelis hakim. Tapi tentu itu akan jadi proses yang cukup panjang bagi seorang Deni.
Deni menjatuhkan tubuhnya di atas sofa di rumah miliknya. Mungkin dia hanya butuh sedikit ketenangan saat ini. Tidak ada yang bisa membuatnya merasa senang, selain ketenangan itu sendiri. Deni mencoba mencari cari lain, selain banding akan hak asuh atas Nabila. Mungkin dai bisa mendapat sedikit petunjuk setelah dia bisa sedikit lebih tenang.
Nia tak ayalnya Deni. Dia cukup kecewa dengan keputusan majelis hakim atas gugatan hak asuh anak yang tidak di kabulkan. Padahal seharusnya majelis hakim juga bisa melihat bagaimana kondisi Bio saat ini dalam penjara. Mungkin Bio pun tidak akan bisa mengurus Nabila. Sementara Roy yang baru menikah 2 tahun, tentu tidak bisa menjadi wali sementara bagi seorang Nabila. Baginya persidangan itu tidak adil, majelis hakim terlalu mengistimewakan Bio dengan argumentasi lucu yang di sampaikan oleh pengacaranya.
Danielle sendiri tak bisa berkata apapun lagi. Mungkin ini adalah kekalahan tertelak yang harus dia terima. Upaya Danielle sudah cukup maksimal, tapi apa daya. Majelis hakim belum mampu mengabulkan gugatan yang dilayangkan oleh dirinya. Sehingga hak asuh Nabila jatuh ke tangan Roy.
__ADS_1
"Mungkin ini kesalahan saya yang tidak bisa mencari celah untuk hak asuh Nabila. Jika saya bisa melihat celah yang lebih, mungkin hak asuh Nabila akan jatuh ke tangan kita." Permohonan maaf dari Danielle pada seorang Deni.
"Saya rasa ini bukan saatnya kita saling menyalahkan. Kekalahan ini adalah kekalahan bersama. Jadi tidak ada yang harus di salahkan dalam kekalahan kita. Mungkin kita bisa naik banding untuk memperjuangkan hak Nabila untuk Bella." Balas Deni dengan begitu bijak.
"Aku pikir kamu sudah melakukan yang terbaik Niel. Tapi mungkin majelis hakim memiliki pertimbangan lain, sehingga mereka tidak mengabulkan gugatan kita atas Nabila. Padahal Bella begitu menginginkan Nabila kembali ke pelukannya." Ucap Nia tak kalah bijak.
"Tapi seberapa besar peluang kita untuk memenangkan banding itu?" Tanya Deni kembali.
__ADS_1
"Saya pikir kita masih memiliki peluang 50 persen yang bisa kita konversikan. Mungkin 50 persen ini bisa kita menangkan." Jawab Danielle dengan begitu yakinnya.
"Apakah peluang itu tidak bisa menjadi 100 persen?" Tanya Deni kembali.
"Saya rasa sulit. Mengingat Roy yang telah menikah, memiliki opsi yang jauh lebih besar. Sekali pun pernikahan Roy baru seumur jagung. Tapi peluang dia lebih besar, mengingat Roy memiliki beberapa fasilitas serta finansial yang mumpuni. Jadi mungkin itu alasan dari majelis hakim memberikan hak asuh anak kepada Roy." Jawab Danielle dengan mendetail.
"Apa uang lebih berharga dari sekedar pengalaman. Lucu juga yah di peradilan di negeri kita." Tandas Deni sedikit kesal.
__ADS_1
"Kurang lebih seperti itu potret peradilan di negeri kita. Suka tidak suka, itu yang harus kita terima." Balas Danielle menutup obrolan.