
Beberapa hari terakhir, Bio menolak untuk makan. Dia lebih sering murung di pojokan sel penjara. Beberapa rekan dalam sel Bio, kerap mengajak Bio untuk makan. Tapi dia menolaknya, Bio lebih ingin merenungi nasibnya yang malang.
Tak hanya sekedar merenungi nasibnya saja. Bio juga harus menahan kerinduan yang cukup berat akan Nabila. Bio khawatir terjadi sesuatu yang buruk dengan Nabila. Apalagi sekarang Nabila tinggal bersama Roy yang sebenarnya belum menikah. Tentu ada beban moril yang harus di pikirkan oleh seorang Bio.
Penjaga tahanan juga kerap memaksa Bio untuk makan bersama tahanan lainnya. Tapi Bio menolak. Bio menghiraukan panggilan makan dari penjaga tahanan itu. Tak heran tubuh Bio menjadi begitu kurus. Sebab porsi makan Bio yang benar-benar berkurang.
Seorang teman Bio memaksa Bio untuk makan bersama dengan yang lainnya. Dia menarik Bio yang duduk termenung di pojokan sel. Namun Bio yang berpendirian teguh, tetap menolak untuk ikut bersama temannya tersebut. Dia bersikukuh untuk berada di dalam sel. Sekalipun terdengar bunyi keroncongan dari dalam perutnya.
Ajakan itu berubah menjadi paksaan. Bio benar-benar di paksa oleh teman satu selnya untuk ikut makan bersama. Hingga Bio akhirnya marah pada teman satu selnya itu. Sempat adu mulut antara Bio dan temannya. Sebelum akhirnya seorang petugas penjaga sel datang untuk melerai pertikaian di antara keduanya.
"Ada apa ini?" tanya petugas dengan begitu tegasnya.
__ADS_1
"Saya hanya ingin mengajak dia makan Bu. Tapi dia begitu susah untuk di ajak makan." jawab teman Bio.
"Kenapa kamu gak mau makan?" tanya petugas penjaga pada Bio.
"Saya tidak mau saja." balas Bio dengan begitu lemasnya.
"Saya perhatikan, kamu sudah beberapa hari terakhir tidak makan. Kamu tidak takut sakit?" tanya si penjaga tahanan.
"Lihat Bu. Masa dia dari kemarin begitu saja. Dia tidak pernah makan Bu." Lapor teman satu sel Bio.
Penjaga tahanan itu mencoba mendekati Bio. Memperhatikan Bio yang terlihat mulai depresi. Hingga mungkin perlu penanganan lebih lanjut dari seorang psikiater akan kondisi kesehatan mental dari Bio.
__ADS_1
"Kamu baik-baik saja?" tanya penjaga itu pada Bio kembali.
Bio menatap tajam wajah penjaga tahanan. Memperhatikan dengan seksama, sebelum akhirnya dia mengamuk pada penjaga tahanan perempuan tersebut.
Suara amukan Bio yang terdengar ke seluruh ruang tahanan lain. Langsung menciptakan kehebohan besar. Beberapa penjaga tahanan lain langsung datang menghampiri sel tahanan Bio. Tentu untuk meredam amarah Bio yang terdengar begitu menggebu-gebu.
Bio yang mencoba memukuli penjaga tahanan, langsung di dorong oleh salah seorang penjaga pria. Hingga akhirnya Bio jatuh tersungkur. Sialnya, kepala Bio terbentur ke tembok penjara. Seketika Bio pingsan, dengan sedikit darah yang timbul di bagian depan kepalanya.
Beberapa penjaga mulai panik dengan kondisi Bio. Mengingat Bio yang langsung tak sadarkan diri. Beberapa lainnya mulai melakukan pertolongan pertama pada seorang Bio. Sementara yang lain juga melakukan panggilan ambulan untuk membawa Bio ke rumah sakit.
Menunggu ambulan datang. Bio di bawa terlebih dahulu ke ruang perawatan yang ada di penjara. Beberapa minyak angin mulai di balurkan ke seluruh tubuh Bio. Sementara sebuah plester menjadi penyumbat yang pas untuk luka yang ada di kepala Bio.
__ADS_1
10 menit kemudian, mobil ambulan yang di telepon pun datang. Tubuh Bio langsung di bawa menggunakan hospital bed ke dalam ambulan. Beberapa penjaga yang sempat melerai amukan dari seorang Bio mulai panik. Apalagi salah seorang yang terindikasi mendorong Bio. Tentu itu akan menjadi PR tersendiri. Sebab bukan tak mungkin Roy akan mengupayakan langkah hukum untuk kakaknya tersebut. Jika benar-benar ada prosedural hukum yang di anggap tidak sesuai dengan SOP yang ada di penjara.