Oktrouble

Oktrouble
Roy Mengajak Mira Makan Siang


__ADS_3

Wajah cantik Mira tak bisa lepas begitu saja dari pikiran seorang Roy. Wajahnya yang mempesona, telah menciptakan gejolak cinta yang ada di hati seorang Roy. Dia kembali jatuh cinta, setelah sekian lama tidak kembali jatuh cinta.


Roy memainkan sebuah pulpen yang biasa dia gunakan untuk menandatangani dokumen di kantornya. Pulpen itu Roy mainkan dengan begitu baiknya dengan tangan kanannya. Dia terlihat menikmati angan-angannya akan Mira sambil memainkan pulpen tersebut. Apalagi pulpen tersebut begitu lembut. Sehingga Roy bisa memainkan pulpen itu sebaik mungkin.


Roy yang sudah memiliki nomor telepon dari seorang Mira. Berniat untuk melakukan panggilan telepon. Tapi Roy bingung untuk urusan apa dia menelpon Mira. Mengingat sudah tidak ada lagi klien Roy asal Jerman. Sehingga posisi Mira sudah tidak di butuhkan lagi oleh Roy.


Roy berpikir sekeras mungkin untuk mencari topik pembicaraan yang mungkin akan di lakukan oleh dirinya dengan Mira. Sehingga Roy memiliki sebuah bahasan yang menarik dengan Mira untuk di jadikan obrolan.


Panggilan telepon dari Roy langsung di angkat oleh Mira. Roy terkejut, Mira langsung mengangkat panggilan telepon dari dirinya.


"Hallo...."

__ADS_1


Roy terdiam saat Mira mulai membuka pembicaraan. Dia terlihat gugup dengan apa yang ada. Roy benar-benar sudah lama tidak berkomunikasi secara intens dengan seorang perempuan. Terlihat begitu gugup saat mendengar suara dari Mira yang terdengar begitu indah tersebut.


Saat Mira akan mematikan panggilan telepon tersebut. Roy akhirnya mulai mengeluarkan suaranya. Hingga terkejut, saat mengetahui orang yang melakukan panggilan telepon pada dirinya adalah Roy. Mira belum sempat menyimpan nomor telepon dari seorang Roy. Hingga dia tidak tahu jika yang melakukan panggilan telepon pada dirinya tersebut adalah Roy.


"Ternyata ini pak Roy. Maaf Pak, saya belum sempat menyimpan nomor telepon Bapak. Jadi saya tidak mengenali nomor tersebut."


"Tidak apa-apa Mira. Kamu sedang sedang apa?"


"Saya sedang bekerja sih. Tapi jika kamu mau, sebentar lagi saya akan istirahat makan siang. Apa kamu ingin menemani saya makan siang?"


Mira sempat terdiam. Fitri telah banyak masak makanan untuk makan siang. Sehingga dia merasa tidak enak dengan masakan yang telah di buat oleh kakaknya tersebut. Tapi dia juga tak enak menolak ajakan dari Roy. Apalagi Roy telah berbaik hati untuk menerima undangan dari Mira untuk datang ke pesta ulang tahun dari Gina.

__ADS_1


"Baik Pak. Saya siap menemani Pak Roy untuk makan siang."


Roy begitu senang. Dia khawatir Mira yang akan menolak ajakan makan siang dari dirinya. Kini telah begitu senang, sebab Mira akhirnya menerima tawaran makan siang dari Roy tersebut.


"Ngomong-ngomong makan siangnya dimana yah Pak Roy?"


"Nanti sopir pribadi saya akan menjemput kamu. Jadi kamu tidak harus khawatir akan itu. Kamu tinggal siap-siap saja. Nanti sopir pribadi saya akan menjemput kamu."


"Baik Pak. Saya tunggu."


Roy bukan senang lagi dengan Mira yang akhirnya menerima tawaran dari Roy tersebut. Dia terlihat begitu bahagia akan Mira yang akhirnya menerima tawaran dari Roy untuk makan siang bersama. Sehingga Roy harus siap-siap untuk makan siang bersama dengan Mira.

__ADS_1


__ADS_2