
Tak ada suara Nabila yang datang bersama dengan Deni dan Nia. Menimbulkan perasaan yang bersedih cukup dalam bagi seorang Bella. Dia menghampiri Deni yang bersandar di sofa miliknya.
"Mana Nabila kak?" Tanya Bella mulai bersedih.
Deni tak bisa menjawab pertanyaan dari adiknya tersebut. Dia bingung harus mengatakan apa, sebab hak asuh Nabila jatuh ke tangan seorang Bio. Itu artinya Nabila akan berada dalam pangkuan seorang Bio, bukan Bella.
Nia menghampiri Bella yang terus memukuli Deni. Nia berusaha menenangkan Bella semampunya. Namun Bella yang tak terima, dengan putusan majelis hakim yang tak mengabulkan gugatan hak asuh anak untuknya. Seketika mengamuk hebat, dia melempar benda-benda milik Deni.
__ADS_1
Koleksi vas bunga milik Deni, Bella hancurkan dengan begitu mudahnya. Sehingga Deni langsung menghentikan aksi dari seorang Bella. Namun Bella yang tiba-tiba berubah menjadi kuat, mengambil sebuah gunting. Lalu dia menodongkan gunting itu ke arah Deni dan Nia.
Brian dan Love yang awalnya sedang tertidur di kamar masing-masing. Langsung melihat ke tempat keributan yang terjadi. Kedua anak dari Deni dan Nia itu, langsung ketakutan dengan amukan seorang Bella. Baik Love maupun Brian, keduanya langsung memeluk tubuh Nia sekuat mungkin.
"Ada apa dengan Tante Bella?" Tanya Love terus memeluk erat Nia.
"Tante Bella kembali mengamuk hebat. Dia bersedih, anaknya tidak kembali." Jawab Nia terus menjauhkan kedua anaknya dari Bella.
__ADS_1
Deni meminta Bella menukar gunting yang dipegang olehnya, jika Bella menginginkan boneka itu akan menjadi miliknya. Bella yang sempat menodongkan gunting itu pada Deni. Perlahan mulai tertarik dengan boneka yang di tawarkan oleh Deni kepada dirinya. Bella langsung menurunkan posisi pisau yang sempat dia naikan untuk di todongkan pada seorang Deni.
Bella tertarik pada boneka yang Deni tawarkan. Bella mulai mengambil boneka itu dengan tangan kirinya. Sementara tangan kanannya masih kuat memegang gunting yang hendak di gunakan Bella untuk melukai seorang Deni dan Nia.
Bella mengambil boneka itu. Memandangi boneka itu, sebelum akhirnya Bella kembali menangis dengan begitu hebatnya. Tak hanya itu, Bella juga langsung menusukkan gunting itu pada boneka yang di pegang oleh tangan kirinya.
Begitu boneka itu telah robek dengan luka tusuk di sekujur tubuh boneka. Bella kembali mengancam Deni dengan pisau yang di pegang oleh dirinya. Bella mulai menyerang Deni kembali dengan wajah yang penuh kemarahan. Wajah marah, akan Nabila yang tak berada bersama dirinya.
__ADS_1
Deni terus memundurkan dirinya menjauhi serangan seorang Bella. Sementara Bella terus menodongkan gunting miliknya pada Deni. Bella seolah tak menganggap Deni adalah kakak kandungnya sendiri. Mengingat Bella yang sudah di kuasai oleh kemarahan. Sehingga dia tak mampu kembali berpikir logis.
Deni yang terus mundur, akhirnya jatuh ke atas sofa. Posisi yang cukup enak bagi seorang Bella untuk melakukan serangan terhadap seorang Deni. Untungnya bagi seorang Deni. Nia yang datang dari belakang, berhasil menyuntikkan obat bius tepat di punggung Bella. Seketika Bella yang sudah hampir menusukkan gunting yang di pegang olehnya pada Deni. Langsung jatuh pingsan.