Oktrouble

Oktrouble
Kekerasan Yang Dialami Adik Kandung Deni


__ADS_3

AW.... Jerit dari Bella, ketika sebuah toples dilempar oleh Bio tepat mengenai wajahnya. Seketika Bella menangis kesakitan dengan apa yang dilakukan Bio kepadanya. Bukannya meredakan sakit yang dialami oleh Bella. Bio malah semakin brutal. Bio menjambak rambut Bella dengan begitu kasarnya. Kemudian mengatakan kata-kata yang tak pantas kepadanya.


Bio meninggalkan Bella yang menangis kesakitan didalam kamarnya. Mengurungnya sendiri didalam kamar. Sehingga tak ada satu pun orang yang tahu akan kekerasan yang dilakukan oleh Bio kepada Bella.


Bella mencoba mengetuk pintu kamar dari dalam. Meminta Bio untuk membuka pintu kamar yang dia kunci dari luar. Arsy anak tunggal dari Bio dan Bella tak henti menangis. Gadis 5 tahun itu penuh ketakutan dengan pertengkaran yang terjadi antara Bella dengan Bio.


Setahun terakhir pernikahan Bio dan Bella dihiasi dengan pertengkaran hebat. Bio mengkhianati pernikahan mereka, setelah ketahuan selingkuh oleh Bella. Sehingga Bella yang tak terima selalu meminta untuk berpisah dengan Bio. Tetapi Bio selalu menolak permintaan dari Bella. Sebab Bio masih mencintai Bella. Walaupun cara mengimplementasikan cinta Bio begitu salah pada Bella, yakni dengan melakukan kekerasan pada Bella.


Bella yang sudah tak sabar dengan perlakuan kasar dari Bio. Ingin dan yakin untuk berpisah dari Bio. Batinnya terluka, fisiknya remuk dibuat oleh Bio. Tidak ada alasan lain dari Bella untuk bertahan dengan perlakuan kasar yang dilakukan Bio padanya.


Mendengar mobil Bio sudah pergi, Bella memecahkan jendela kamar tempatnya di kurung oleh Bio. Suara pecahan itu terdengar oleh Ipah yang merupakan pengasih dari Arsi. Ipah langsung melihat sumber pecahan kaca tersebut dengan menggendong Arsi yang tak henti menangis.


"Bu Bella mau kemana?" Tanya Ipah mendekati Bella yang hati-hati keluar dari dalam kamar.


"Saya mau pergi dari rumah ini. Cukup Bio menghancurkan batin saya. Meremukkan fisik saya. Saya sudah tidak bisa bertahan dengan semua yang dilakukan Bio pada saya." Terang Bella menahan tangis.


"Kalau ibu pergi, bagaimana dengan Arsi. Dia masih butuh Bu Bella disini." Tanya Ipah mengiba.


"Saya minta tolong sama kamu Ipah. Tolong kamu rawat anak saya ini. Saya ingin pergi sendiri. Saya tidak mau dia melihat saya sedih." Pinta Bella pada Ipah.


"Tapi bu..." Ucap Ipah.


"Saya mohon." Potong Bella mengiba.

__ADS_1


"Baiklah kalau ibu memang menginginkan seperti itu. Saya akan turuti permintaan dari bu Bella." Tegas Ipah.


"Terima kasih Ipah." Tutup Bella.


Sebelum pergi, Bella mencium terlebih dahulu Arsi. Dia mencoba menguatkan diri dengan ciuman yang lembut di pipi Arsi. Bella ingin Arsi tumbuh tanpa harus melihat pertengkaran yang terjadi antara dirinya dengan Bio. Mengingat itu bisa merusak mental Arsi kedepannya.


"Sayang. Mama pergi dulu. Arsi yang baik-baik disini bareng bi Ipah yah nak." Ucap Bella memeluk Arsi.


Melihat Bella berjalan dengan kaki yang kesakitan. Arsi mulai menangis. Gadis 4 tahun itu ingin ikut bersama Bella. Tapi Bella tak mungkin membawa Arsi dengan kondisinya saat ini. Sehingga Bella terpaksa tidak membawa Arsi pergi bersamanya.


Tujuan utama Bella adalah rumah dari Deni. Bella adalah adik dari Deni. Deni sendiri yang menjodohkan Bella dengan Bio. Latar belakang Bio yang seorang pengusaha sukses. Menjadikan alasan Deni menjodohkan Bella dengan Bio. Tetapi sifat tempramen yang Bio miliki. Perlahan membuat Bella tak kuat. Hingga Bella memilih untuk menyerah akan hubungannya dengan Bio.


Sepanjang perjalanan menuju rumah Deni. Bella tak henti menangis. Menahan luka batin, serta perihnya luka fisik yang diberikan oleh Bio padanya. Semuanya begitu menyakitkan untuk Bella. Sehingga air matanya pun tak mampu untuk dia tahan untuk tak jatuh membasahi wajahnya.


Nia menawarkan minum untuk Bella. Tetapi Bella tak mau minum apa-apa. Dia hanya ingin Nia menolongnya untuk membebaskan hidupnya dari cengkraman Deni yang terkenal tempramental serta kasar.


Nia yang sebenarnya masih kesal pada Deni. Akhirnya mau menurunkan egonya. Nia mau untuk menelpon Deni untuk menolongnya dalam menyembuhkan luka fisik dan batin Nia yang begitu tersayat oleh kekerasan verbal yang dilakukan oleh Bio. Sayatan kata-kata dari Bio membuat Bella tak berdaya, hingga batinnya hancur berkeping-keping.


Deni yang juga masih kesal pada Nia, awalnya tak mengangkat panggilan telepon dari Nia. Terlebih Deni sedang memiliki tamu baru yang ingin berkonsultasi dengan dirinya. Telepon dari Nia, diacuhkan begitu saja.


Tetapi Nia yang sekali menelpon Deni. Akhirnya Deni pun terpaksa mengangkat panggilan telepon dari Nia. Terlebih ketika temunya sendiri yang meminta Deni untuk mengangkat panggilan telepon tersebut. Deni pun akhirnya mau untuk mengangkat telepon dari Nia.


"Hallo. Ada apa." Sapa Deni dengan muka datar dan nada polos.

__ADS_1


"Aku cuman ingin kasih tahu kamu. Bella datang ke rumah, dan kamu tahu kondisi dia seperti apa." Ucap Nia serius.


"Bella! Ada apa dengan dia?" Deni panik.


"Bio melakukan KDRT terhadap adik kamu. Tubuh Bella memar-memar. Begitu juga dengan batinnya yang hancur lebur dibuat oleh Bio." Terang Nia dengan tegas.


"Kamu gak bercandakan! Kamu serius Nia?" Deni semakin panik.


"Untuk apa aku bercanda untuk urusan itu. Kalau tidak percaya kamu lihat saja sendiri kesini." Tantang Nia.


"Baik. Aku akan segera pulang untuk menemui Nia disana." Janji Deni.


"Lebih cepat, lebih baik." Tutup Nia.


Sebelum meninggalkan meja kerjanya. Deni terpaksa berpamitan pada pasien barunya. Dia terpaksa mengakhiri konsultasi hari ini lebih cepat. Sebab dia harus melihat kondisi Bella yang mengalami KDRT.


Untung pasien baru Deni ini mau menerima penjelasan dari Deni. Sehingga tak masalah konsultasi hari ini tidak sesuai dengan kesepakatan yang dibuat diawal. Konsultasi hari ini di percepat lebih sedikit, dari seharusnya.


Deni segera mengganti pakaian kerjanya. Deni tak sabar ingin melihat kondisi adiknya tersebut. Sejak kepergian kedua orangtuanya, Deni menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas Bella. Mengingat Deni adalah satu-satunya kakak dari Bella. Sehingga Bella tak memiliki siapapun lagi untuk bernaung.


Deni begitu kecewa pada Bio yang telah gagal menjaga kepercayaan dia untuk menjaga adiknya Bella. Dia juga merasa bersalah pada Bella yang telah memilih Bio untuk menjadi suaminya. Mengingat dulu Bella enggan untuk dijodohkan dengan Bio yang dikenal orang sebagai laki-laki tempramen. Sehingga Bella enggan menerima pinangan dari Bio. Tapi berkat rayuan yang dilancarkan oleh Deni. Akhirnya Bella mau menerima kekurangan Bio, untuk menjadi suaminya.


Deni langsung dibuat hancur melihat fisik Bella yang begitu kurus serta dipenuhi oleh luka. Deni langsung memeluk Bella yang nampak terlihat trauma dengan kejadian yang dialaminya. Dia seketika marah pada Bio yang telah membuat adiknya babak belur. Terlintas dibenaknya untuk membalas perbuatan Bio pada Bella. Deni pun siap melancarkan serangan pada Bio. Keinginan Bella untuk berpisah dari Bio, langsung disetujui oleh Deni. Deni bahkan siap pasang badan demi membela adiknya tersebut.

__ADS_1



__ADS_2