
Beberapa hari tak berjumpa dengan Nabila, sang buah hatinya. Menjadi tekan batin tersendiri bagi seorang Bella. Biasanya setiap hari Bella asyik bermain dengan Nabila. Menghabiskan banyak waktu luang untuk bercengkrama. Tapi semenjak pindah dari rumah Bio, Bella tidak pernah lagi bertemu dengan Nabila.
Hari itu Bella bermain ke taman bersama dengan Nia dan kedua anak Nia. Tak ada senyum yang terlihat di wajah Bella selama berada di taman. Kesedihan dan kemurungan, terlihat di wajah Bella. Meskipun Nia beberapa kali mengajak Bella mengobrol, tapi Bella lebih banyak terdiam.
Nia merasa Bella ingin sendiri, dimana mungkin Bella ingin merenungi kesedihannya. Sementara Nia mulai fokus untuk bermain bersama kedua anaknya.
Keinginan besar Bella akan bertemu dengan seorang Nabila, membuat Nia gelap mata. Seorang balita seumuran dengan anaknya, dibawa lari oleh Bella. Dengan berlari kencang kearah rumah. Nia terus memeluk balita yang tak henti menangis tersebut.
Ibu dari balita itu terus mengejar Bella. Diiringi dengan teriakan minta tolong pada setiap orang yang melintas. Ibu dari balita berusaha merebut kembali anaknya yang dibawa kabur oleh Bella.
Terpengaruh dengan teriakan dari ibu si balita. Warga yang mengira Bella penculik, turut mengejar Bella secara ramai-ramai. Beberapa dari mereka membawa sebilah bambu untuk memukuli Bella yang dianggap sebagai penculik bayi.
Ramainya orang berteriak penculik bayi di taman. Seketika membuat Nia panik. Dia langsung memeluk kedua anaknya. Nia khawatir akan keselamatan dari kedua buah hatinya tersebut.
Kepanikan dari Nia semakin bertambah, ketika ia melihat Bella yang sudah tidak ada di bangku taman. Kemana perginya Bella? Apa mungkin Bella ikut bersama warga lain mengejar penculik bayi tersebut.
Nia meminta Brian dan Love untuk menepi terlebih dahulu. Nia menitipkan kedua anaknya pada seorang petugas kebersihan taman yang kebetulan sedang beristirahat. Sementara Nia ingin mencari Bella yang sepertinya turut dalam rombongan warga mengejar penculik bayi.
__ADS_1
Langkah terpingkal-pingkal dari Bella, akhirnya terjatuh juga. Bella seketika menangis ketakutan saat warga akan memukuli tubuh lemahnya. Terlebih ketika Bella melihat seseorang dengan sebilah kayu. Seketika kembali membawa kenangan buruk yang terjadi pada dirinya saat mendapat KDRT dari seorang Bio. Bella menangis ketakutan.
Selamat bagi Bella, sebab para warga belum memukuli tubuhnya. Saat seorang pria hendak memukul tubuh Bella, disaat yang tepat. Nia datang, lalu langsung menghentikan aksi pria tersebut.
"Kenapa anda menghalangi kita untuk memukuli penculik bayi ini?" Tanya seorang warga.
"Dia bukan penculik bayi. Tapi dia adik ipar saya. Dia adalah korban KDRT dari suaminya, sehingga kondisinya menjadi seperti ini." Nia menjelaskan pada semua orang dengan menangis.
"Apa buktinya jika dia bukan penculik bayi?" Tanya warga lainnya.
"Kalian bisa tanya pada petugas kebersihan di taman ini. Jika adik ipar saya ini sering bermain di taman ini. Dia bukan penculik bayi." Tegas Nia memohon.
"Dia memiliki balita seumuran anak ibu. Mungkin dia rindu pada anaknya. Hingga berusaha membawa pergi anak ibu." Terang Nia terus menenangkan Bella.
Penjelasan Nia yang lugas serta meyakinkan. Akhirnya membuat seluruh warga percaya. Bella bukan seorang penculik bayi. Namun dia seorang yang sedang masa-masa sulit dalam hidupnya.
Dengan segera kerumunan warga yang berada di taman pun bubar. Sementara Nia mengajak Bella untuk pulang ke rumah. Tapi Bella terus memanggil nama anaknya. Terlihat kerinduan yang mendalam membuat Bella ingin segera bertemu dengan anaknya itu.
__ADS_1
Dengan berbagai bujukan, akhirnya Bella mau untuk pulang bersama dengan Nia. Tetapi Bella tetap terus menyebut nama anaknya yang ia rindukan. Bella tak bisa menahan rasa rindunya tersebut.
Didalam mobil, Brian dan Love berusaha menenangkan Bella. Keduanya menghibur Bella dengan bermain permainan sederhana. Dari hanya permainan batu kertas gunting, sampai permainan sumpit dilakukan.
Tetapi Bella tetap bisa tersenyum. Wajah murung serta keinginan dirinya untuk bertemu dengan Nabila membuat Bella terus bersedih. Tak ada semangat dalam dirinya.
Melihat kondisi Bella yang semakin memburuk. Nia akhirnya memutuskan untuk menelpon Deni. Nia ingin saran dari Deni akan kondisi dari Bella tersebut.
Nia dan Deni pulang bersamaan. Dimana Deni langsung mengajak mengobrol Bella. Tapi Bella justru marah pada Deni. Bella mencakar Deni. Hingga Deni meminta pada Nia untuk mengambil suntikan. Mungkin sebuah biusan bisa menenangkan Bella.
Nia langsung menyuntikkan biusan itu tepat di paha kanan Bella. Beberapa saat kemudian, tubuh Bella pun lemas. Sebelum akhirnya Bella jatuh pingsan.
Deni langsung menggendong tubuh Bella itu kedalam kamarnya. Dia ingin Bella bisa beristirahat dengan obat penenang tersebut. Hingga Deni bisa mencari cara yang bagus untuk mempertemukan Bella dengan buah hatinya.
"Aku pikir kita harus mengambil Nabila dari rumah Bio. Terlebih saat ini Bio tidak ada di rumah. Tentu kita akan mudah mengambil Nabila di rumah Bio." Saran dari Nia.
"Aku pikir juga begitu. Bagaimana kalau sekarang kita berangkat untuk mengambil Nabila di rumah Bio?" Tawaran dari Deni.
__ADS_1
"Dengan senang hati." Nia menerima tawaran dari Deni tersebut.
Tanpa membawa Brian dan Love. Deni dan Nia bergegas ke rumah Bio. Tentu tujuan dari Deni datang ke rumah Bio, untuk mengambil Nabila yang masih ada di rumah Bio tersebut. Mungkin kehadiran Nabila, bisa membuat Bella sedikit membaik.