Oktrouble

Oktrouble
Danielle Menawarkan Diri Untuk Menjadi Pengacara Bella


__ADS_3

Perseteruan Danielle dengan Bio, menuju babak baru. Danielle yang sakit hati dengan tonjokan keras yang dilakukan oleh Bio. Akhirnya memilih untuk menyebrang menuju kubu Bella. Danielle ingin turut serta dalam menjebloskan Bio masuk kedalam penjara.


Keinginan Danielle untuk membantu Bella, semakin kuat. Mengingat Nia yang saat ini merupakan kakak ipar dari Bella. Merupakan sahabat masa kecil dari seorang Danielle. Jadi sudah seharusnya Danielle menolong Bella yang masih memiliki ikatan dengan Nia.


Tak seperti beberapa hari lalu, dimana Danielle mendatangi rumah Deni dengan kawalan dua orang bodyguard. Kini Danielle datang ke rumah Deni hanya seorang diri. Tak ada bodyguard berbadan besar, hanya Danielle seorang diri saja.


Kebetulan Deni saat itu sedang berada di rumah. Sehingga Danielle bisa langsung meminta izin pada Deni untuk menjadi pengacara dari seorang Bella. Dimana Danielle siap berada di garda terdepan dalam mendukung Bella menghadapi tabiat buruk seorang Bio.


Perjalanan satu jam yang terasa cukup cepat itu. Mengantar Danielle menuju rumah Deni dengan selamat. Danielle memarkir mobilnya tepat di halaman rumah Deni. Sebelum disambut Nia dengan penuh senyuman.


"Selamat pagi pak pengacara." Sapa Nia di depan pintu rumahnya.


Danielle tersipu malu dengan panggilan yang dilontarkan Nia kepadanya. Ia sedikit malu dengan panggilan yang diucapkan oleh Nia kepadanya. Mengingat ini bukan di pengadilan, sehingga tak harus memanggil Danielle dengan panggilan pengacara.

__ADS_1


Nia mengajak Danielle masuk kedalam rumahnya. Memintanya duduk terlebih dahulu. Sebelum menawarkan Danielle minuman yang hendak membuat tenggorokannya tidak kering.


Segelas kopi dengan gula yang tidak terlalu banyak, diminta oleh Danielle. Segelas kopi yang bisa membangkitkan semangat serta kenangan di masa lalu. Sepertinya cukup lezat untuk dinikmati. Mengingat segelas kopi dengan tambahan gula sedikit itu, memiliki kenangan yang cukup banyak antara Danielle dengan Nia. Sehingga Danielle ingin kembali membangkitkan kenangan yang telah lama hilang itu dengan segelas kopi.


Tak seperti Danielle yang begitu mendalami filosofi yang ada pada kopi tersebut. Nia yang sudah menutup rapat kenangan yang pernah dibuat bersama Danielle, hanya membuat kopi sesuai kapasitasnya saja. Tak ada kenangan apapun yang Nia ingat dalam segelas kopi tersebut. Hanya kopi merupakan minuman yang disukai oleh Danielle.


Sembari pergi ke dapur, Nia memanggil Deni dari kamarnya. Ia ingin memberitahu Deni, jika Danielle telah ada di ruang tamu. Nia berharap Deni bisa berkonsultasi banyak akan proses hukum yang akan ditempuh Bella. Mengingat Danielle adalah orang yang cukup berpengalaman dalam persidangan.


Deni begitu antusias dengan kedatangan dari seorang Danielle. Terlebih Danielle awalnya sempat ingin menjadi pengacara Bio. Tentu Danielle memiliki dendam tersendiri pada Bio. Sehingga kobaran api dalam diri Deni akan semakin membara dengan kehadiran Danielle dalam upaya hukum melawan Bio.


"Jadi bapak awalnya sempat menjadi pengacara dari Bio?" Tanya Deni antusias.


"Iya. Saya sempat ditawari jadi pengacara pak Bio. Saya pelajari lagi kasusnya, akhirnya saya pikir apa yang dilakukan pak Bio memang tidak bisa ditolerir. Sehingga saya memutuskan untuk mundur sebagai pengacaranya." Jelas Danielle begitu terperinci.

__ADS_1


"Laki-laki pecundang itu memang layak ditinggalkan. Dia hanya berani pada perempuan. Memukuli perempuan lemah dengan membabi buta. Saya pikir dia memiliki gangguan jiwa." Terang Deni dengan penuh amarah.


Nia datang dengan sebuah nampan berisi 3 gelas kopi yang dipesan oleh Danielle serta Deni. Sementara satu gelas kopi lainnya. Nia buat untuk dirinya sendiri. Setelah menata gelas itu keatas meja, Nia pun duduk disamping Deni. Nia ingin mengetahui informasi penting apa yang akan disampaikan oleh Danielle.


Danielle yang sudah lama tidak meminum kopi buatan Nia. Langsung tertarik dengan aroma kopi yang langsung menggodanya untuk minum. Danielle pun meminta izin pada Nia dan Deni untuk meminum kopi tersebut.


Tak ada beda. Rasa kopi yang Nia buat tetap sama. Lezat serta menggugah selera. Segelas kopi itu seketika membawa kenangan beberapa tahun yang lalu. Ketika Nia dan Danielle masih menjadi sepasang kekasih. Dimana Nia acap kali membuat kopi tersebut untuk Danielle.


Sedikit mencuri pandang, Nia dapat merasakan Danielle begitu menikmati segelas kopi yang dibuatnya. Dimana kopi itu langsung membangkitkan kenangan yang pernah ada diantara keduanya. Kenangan akan masa-masa indah sebagai sepasang kekasih.


Tak ingin berlarut dalam kenangan indah di masa lalu. Danielle kembali memfokuskan maksud dan tujuannya datang ke rumah Deni. Danielle dengan penuh keyakinan untuk bergabung bersama pengacara Bella untuk terus mengawal kasus Bella. Danielle ingin Bio mendekam dalam penjara. Dimana itu akan menjadi tempat yang layak untuk Bio yang merupakan seorang pelaku KDRT.


Deni menyambut baik keinginan dari Danielle tersebut. Ia langsung menerima Danielle untuk masuk kedalam jajaran tim pengacara dari Bella. Deni semakin optimis dengan kehadiran Danielle sebagai tim pengacara Bella. Terlebih Danielle merupakan seorang pengacara handal. Jadi Deni tidak harus risau.

__ADS_1


Kehadiran Danielle sebagai pengacara dari Bella disambut Nia dengan perasaan dilema. Disatu sisi Nia bahagia, sebab tim pengacara Bella menjadi kuat dengan kedatangan Danielle. Tapi disisi lain, Bella khawatir akan kenangan masa lalu dirinya bersama Danielle akan terulang. Mengingat Danielle masih menaruh hati pada Nia.


Rasa dilema yang dialami oleh Nia, membuatnya sulit menjawab pertanyaan dari Deni. Ketika Deni menanyakan apakah Nia setuju jika Danielle masuk ke jajaran tim pengacara Bella. Nia pun dibuat bingung, walaupun akhirnya dengan gugup Nia mengatakan iya. Tapi dihatinya, masih tersimpan sebuah keraguan besar.


__ADS_2