
Kenyang! Mungkin itu gambaran dari setiap anggota keluarga Deni saat tiba di rumah. Mereka terlihat begitu kenyang, usai menyantap makan malam lezat di restoran yang biasa mereka kunjungi.
Saking kenyang mereka menyantap makanan yang ada. Kedua anak Nia dan Deni langsung tertidur dengan begitu lelapnya. Hingga Deni membawa kedua anaknya menuju kamar mereka. Sementara Nia segera mengganti pakaiannya untuk menggantinya dengan sebuah pakaian tidur yang biasa di gunakan olehnya.
Namun saat Nia akan melepaskan gaun cantiknya itu. Tiba-tiba dari arah belakang, Deni memeluk erat tubuh Nia, Deni begitu nyaman menyandarkan tubuhnya di belakang tubuh Nia. Hingga Nia pun turut nyaman dengan pelukan yang di berikan oleh Deni pada dirinya.
"Kenapa di lepas gaun cantik ini sayang?" tanya Deni dengan begitu manisnya.
"Masa aku tidur pake gaun ini sih, gak mungkin bangetkan." jawab Nia sedikit tersenyum.
__ADS_1
"Tapi aku suka kamu pakai gaun ini. Kamu benar-benar cantik, kamu benar-benar sempurna sayang." ucap Deni dengan wajah meyakinkan.
Deni membalikkan tubuh Nia, dia langsung mencium bibir Nia dengan begitu manisnya. Tangannya mulai meraba ke area sensitif dari Nia. Hingga keduanya pun langsung terjatuh ke atas ranjang.
Namun baru akan memulai sesuatu yang menyenangkan di malam ini. Love yang begitu kehausan, mendatangi kamar Deni untuk meminta minum. Sontak Love memergoki Deni yang hendak melakukan persetubuhan pada seorang Nia. Mengingat pintu kamar yang lupa di kunci oleh Deni.
Baik Deni, maupun Nia sama-sama bersikap seolah-olah tidak terjadi apapun di antara keduanya. Hingga Nia langsung mendatangi Love yang heran dengan apa yang hendak di lakukan oleh Nia dan Deni di atas ranjang. Love begitu bingung saat Deni mencoba menindih tubuh seorang Nia.
"Apakah Mama bertengkar kembali dengan ayah?" tanya Love dengan polosnya.
__ADS_1
Nia yang sedang mengambil sebuah air dari dispenser rumahnya, sempat terdiam dengan pertanyaan polos yang di lontarkan oleh Love. Mengapa Love bertanya akan hal tersebut. Tidak ada suara bising saat Deni marah. Sehingga tidak mungkin itu adalah sebuah pertengkaran.
"Aku pikir ayah kembali marah sama Mama. Sehingga Ayah menindih tubuh Mama dengan begitu kuat. Mama... Aku mohon, jangan berantem lagi dengan ayah. Aku tidak ingin Mama dan ayah berantem lagi." ucap Love dengan begitu polosnya.
Nia tersenyum mendengar ucapan polos anaknya tersebut. Akhirnya dia paham apa yang di maksud oleh Love. Tapi Nia bingung untuk menjelaskan pada Love. Bagaimana mungkin anak kecil seperti Love di berikan penjelasan mengenai aktivitas dewasa orangtua. Itu adalah kesalahan yang seharusnya tidak di lakukan oleh Nia.
Tapi di sisi lain, Nia bingung untuk menjelaskan pada Love perihal yang Love lihat. Dia melihat Deni yang menindih tubuh Nia dengan begitu kuatnya. Padahal itu adalah respon sensual dari seorang Deni.
Nia terlihat gelagapan saat akan menjelaskan pada Love. Sampai akhirnya Deni yang telah mengenakan pakaian tidur menjelaskan pada Love dengan bahasa yang mudah.
__ADS_1
"Tadi itu kita lagi bercanda. Ayah jadi perampok, sedangkan Mama jadi orang yang ayah rampok. Makanya Ayah menindih Mama seperti tadi."
Mendengar penjelasan dari Deni, Love pun akhirnya percaya. Dia tak penasaran lagi dengan aktivitas yang di lakukan oleh Deni dan Nia tersebut.