Oktrouble

Oktrouble
Bella Mencekik Leher Nia


__ADS_3

Jam makan siang telah tiba, Nia dan kedua anaknya sudah siap makan siang di meja makan. Terlihat raut wajah bahagia terlihat dari setiap anggota keluarga. Termasuk Nia dan kedua anaknya.


Nia hanya menunjukkan wajah cemberutnya ketika sedang berada dengan Deni. Sementara saat jauh dari Deni, Nia tidak menunjukkan wajah cemberut tersebut. Nia khawatir jika dia menunjukkan wajah cemberut tersebut. Kedua anaknya akan berpikir yang tidak-tidak terhadap Nia. Sehingga Nia harus bisa memberikan senyuman yang manis selalu pada kedua anaknya tersebut.


Brian di hari ini begitu manja. Dia yang terlihat kurang nafsu makan, meminta pada Nia untuk menyuapi dirinya makan. Sehingga Nia pun harus menyuapi Brian yang sebenarnya tidak pernah semanja ini pada Nia.


Begitu juga dengan Love yang mulai rewel ketika makan. Beberapa menu tidak di sukai oleh Love. Hingga Love memilih untuk makan nasi saja. Sementara lauknya dia singkirkan dari piring besarnya tersebut.


Melihat kedua anaknya yang begitu rewel di pagi ini. Ada sedikit kekesalan dalam diri seorang Nia. Tapi Nia berusaha tetap tenang menghadapi sikap kedua anaknya tersebut. Nia menganggap ini adalah ujian bagi dirinya sebagai seorang ibu. Ibu dari dua orang anak.


Di tengah-tengah makan siang yang mulai bising dengan kerewelan dari dua anaknya. Terdengar dari dalam kamar seorang Bella suara keras dari Bella yang melemparkan barang-barang yang ada di kamarnya.

__ADS_1


Suara itu pertama kali terdengar oleh love. Kemudian terdengar juga ke telinga seorang Brian. Sebelum akhirnya Nia pun mendengar sendiri, bagaimana Bella melempar benda-benda yang ada di kamarnya.


Tak hanya melempar saja, Bella juga terdengar berteriak memanggil nama anaknya. Hingga suara teriakan dari seorang Bella terdengar cukup kuat di ruang makan. Nia yang khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk pada Bella. Langsung datang menghampiri kamar Bella. Di susul oleh kedua anak Nia yang ingin melihat kondisi tantenya tersebut.


Namun saat Nia akan membuka pintu kamar Bella, kedua anak Nia meminta Nia untuk tidak melakukan hal tersebut. Ini cukup bahaya bagi seorang Nia. Sebab Bella bisa melakukan tindakan yang jelas-jelas membahayakan keselamatan dari seorang Nia itu sendiri. Tapi Nia yang lebih khawatir pada seorang Bella, tidak memperdulikan keselamatan dari dirinya sendiri. Nia tetap berusaha masuk ke dalam kamar Bella.


Baru juga di buka oleh Nia, Bella langsung menyerang Nia. Bella mencekik leher Nia dengan begitu kuatnya. Hingga Nia sempat tidak dapat bernapas. Kedua anak Nia berusaha membantu Nia melepaskan cekikikan dari seorang Bell pada Nia. Kedua anak Nia yang khawatir pun turut menangis melihat ibu mereka di cekik dengan kuatnya oleh Bella.


Selamat bagi Nia, Deni yang baru membeli kado untuk Gina datang. Padahal biasanya Deni tidak datang di jam makan siang seperti ini. Namun Deni yang ingin menaruh kado hadiah untuk Gina. Serta beberapa mainan yang dia belikan untuk kedua anaknya. Akhirnya Deni mampir terlebih dahulu ke rumah miliknya.


Deni yang panik, langsung mencoba melepaskan cekikan kuat seorang Bella pada Nia. Dengan sekuat tenaga, Deni berusaha melepaskan tangan Bella dari leher Nia.

__ADS_1


Akhirnya dengan usaha keras dari Deni. Cekikan kuat Bella pada Nia pun berhasil di lepaskan oleh Deni. Nia pun akhirnya bisa lepas dari cekikan seorang Bella. Walaupun wajah Nia begitu pucat, usai tidak dapat bernapas.


Untuk menenangkan Bella, Deni langsung menyuntikkan cairan penenang kepada tubuh Bella. Seketika Bella pun langsung pingsan dengan cairan yang disuntikkan oleh Deni pada tubuhnya tersebut.


Sebelum melihat kondisi dari seorang Nia. Deni terlebih dahulu membawa Bella masuk kedalam kamarnya. Dia kembali menidurkan Bella di dalam kamarnya. Begitu Bella sudah aman, Deni baru menghampiri Nia yang terlihat masih begitu lemas.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Deni dengan begitu paniknya.


Nia tidak membalas ucapan dari Deni. Dia hanya mengangkat tangan kanannya, pertanda dirinya baik-baik saja. Sehingga Deni tidak harus khawatir akan kondisi seorang Nia.


Nia yang tidak ingin banyak bicara lagi. Langsung pergi meninggalkan Deni dan kedua anaknya yang terlihat begitu ketakutan dengan Bella. Sementara Deni yang sudah menyelamatkan nyawa seorang Nia. Terlihat kecewa dengan sikap dingin yang di tunjukkan oleh Nia kepada dirinya. Dia bingung harus melakukan apa lagi untuk membuat Nia bisa memaafkan dirinya. Berbagai usaha telah Deni lakukan untuk meminta maaf pada Nia. Tapi Nia tidak kunjung memaafkan seorang Deni. Hingga Deni di landa sebuah kebingungan hebat.

__ADS_1


__ADS_2