Oktrouble

Oktrouble
Kedatangan Danielle Ke Rumah Deni


__ADS_3

Diplomasi halus coba dilakukan oleh Danielle. Asas kekeluargaan menjadi opsi terpenting yang coba dilakukan oleh Danielle. Memanfaatkan kecakapan Danielle kala melakukan diplomasi. Dia berharap diplomasi yang akan dilakukan olehnya, bisa merubah keputusan dari pihak keluarga Bella.


Dikawal oleh dua orang bodyguard berbadan besar dengan tampang menyeramkan. Danielle memacu mobilnya menuju kediaman Deni. Danielle percaya bisa membujuk keluarga Bella untuk mencabut semua gugatan yang telah dilayangkan pada Bio.


Tiba di depan gerbang rumah Deni. Danielle turun terlebih dahulu dari mobilnya. Dengan wajah bersahabat, Danielle meminta satpam yang bertugas di rumah Deni untuk membuka pintu gerbang. Tetapi dia tak bisa membuka pintu gerbang begitu saja. Sebab harus ada izin terlebih dahulu.


Danielle harus menunggu beberapa menit di depan pintu gerbang. Pasalnya satpam itu harus bertemu dengan Nia terlebih dahulu, sebelum mengizinkan Danielle memarkir mobil miliknya di halaman rumah Deni.


Nia yang tak mengetahui Danielle adalah pengacara dari Bio. Tanpa pikir panjang, memberi izin pada Danielle untuk memasuki halaman rumahnya. Danielle pun dengan segera memasukkan mobilnya kedalam rumah Deni.


Dengan kacamata yang kembali dikenakan olehnya. Danielle turun dari dalam mobil. Dua orang bodyguard langsung mengawal dikedua sisi tubuh Danielle. Sehingga Danielle merasa bisa lebih aman lagi.


Dengan langkah penuh percaya diri. Setapak demi setapak kaki Danielle melangkah menuju pintu rumah Deni. Tak ada rasa takut darinya, selain rasa penuh percaya diri bisa melobi keluarga Bella untuk membatalkan semua tuntutan pada Bio.


Tiba di teras rumah Deni. Danielle bersama dua bodyguardnya disambut oleh Love dan Brian. Keduanya ketakutan akan kedatangan Danielle bersama dua bodyguardnya. Sehingga Love harus bersembunyi dibelakang tubuh Brian yang juga berusaha menjauh dari Danielle.


Love yang semakin takut pada Danielle. Langsung berlari menjauh, begitu Danielle mendekat kearahnya. Sementara Brian tak henti menatap wajah Danielle dengan penuh ketakutan.


"Kenapa kamu menatap om seperti itu?" Tanya Danielle pada Brian.


Brian tak menjawab. Dia semakin tajam menatap wajah Danielle. Sehingga Danielle semakin kebingungan dengan sikap aneh dari Brian tersebut.


"Om tidak jahat. Om kesini cuman ingin bertemu dengan mama sama papa kamu. Mereka ada di rumah?" Jelas Danielle.


Brian yang semakin tak kuat menahan rasa takutnya pada Danielle. Akhirnya kabur seperti yang dilakukan oleh Love. Brian mengikuti langkah Love masuk kedalam rumahnya.

__ADS_1


Love yang belum jelas ketika berbicara. Tak bisa menjelaskan ketakutan yang dialaminya pada Nia. Hingga ketika Love menjelaskan kedatangan Danielle bersama kedua bodyguardnya. Nia tak paham dengan apa yang diucapkan oleh Love.


Untungnya Brian datang. Sehingga Brian menjadi translater untuk Nia. Walaupun penuh ketakutan seperti Love. Tetapi Brian bisa berbicara dengan cukup jelas pada Nia. Sehingga Nia bisa memahami apa yang hendak disampaikan Brian pada Nia.


"Ada apa Brian?" Tanya Nia mulai panik.


"Ma.. Ma.. Ada orang jahat diluar." Jawab Brian dengan penuh ketakutan.


"Orang jahat! Siapa orang jahat itu?" Nia panik.


"Diluar ma. Diluar sana." Jelas Brian.


"Diluar. Maksud kamu diluar rumah kita?" Tanya Nia kembali.


"Iya. Dekat pintu rumah kita." Tuntas Brian.


Nia tak langsung terkejut. Pasalnya Danielle beserta dua bodyguardnya membelakangi rumah Nia. Baru setelah Nia melihat Danielle. Dia begitu terkejut hebat. Pasalnya orang tersebut adalah mantan pacar Nia terdahulu.


Tak hanya Nia saja yang terkejut. Danielle sendiri juga terkejut akan pertemuan tak sengaja dengan Nia. Bertahun-tahun Danielle menahan rindu akan pertemuan manisnya dengan Nia. Akhirnya pertemuan dengan Nia pun terjadi di hari ini. Hari dimana Danielle akan melakukan mediasi dengan lawannya di meja hukum nantinya.


Danielle menghampiri Nia. Membuka kacamata hitam yang dikenakan olehnya. Mengucek kedua matanya. Dia ingin memastikan orang yang ada dihadapannya adalah mantan pacarnya terdahulu.


"Nia." Ucap Danielle tak menyangka.


Nia tak menjawab ucapan dari Danielle. Tiba-tiba Romeo dan Theo datang, lalu bersembunyi dibelakang tubuh Nia.

__ADS_1


"Siapa dua anak kecil ini?" Tanya Danielle menunjuk kearah Brian dan Love.


"Keduanya adalah anak saya. Anak laki-laki ini namanya Brian. Sementara anak perempuan cantik ini bernama Love. Keduanya adalah anak kandung saya." Terang Nia menahan tangis.


Danielle begitu lemas mendengar Nia telah menikah dan memiliki anak. Perempuan yang selama ini dia tunggu, ternyata telah menikah. Sementara dirinya masih menggantungkan perasaan yang sama seperti dahulu.


"Aku pikir kamu sama seperti aku. Akan menunggu, sampai janji kita terpenuhi. Menikah di usia 29 tahun. Sama seperti cita-cita kita semasa lulus SMA dulu." Ucap Danielle.


"Aku mungkin bisa menunggu. Tapi kedua orangtuaku tidak. Mereka tidak yakin dengan keseriusan dari kamu. Sehingga mereka memaksaku untuk segera mencari pria lain yang lebih siap. Dan itu adalah Deni." Jelas Nia dengan begitu beratnya.


Danielle tak dapat berbicara lagi. Dia hanya menatap lesuh wajah Nia yang nampak sedikit berubah. Namun tetap memancarkan aura kecantikan yang sama.


"Mau apa kamu datang kesini?" Tanya Nia dengan begitu tegasnya.


"Aku ingin bertemu dengan Bella. Aku adalah pengacara dari bapak Bio." Jawab Danielle.


Nia terkejut. Ternyata Danielle berhasil meraih cita-citanya. Sebuah impian kecil yang dulu sering dianggap omong kosong belaka. Ternyata menjadi sebuah kenyataan manis.


"Jadi kamu pengacara Bio. Apa kamu tega membela seseorang yang melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang perempuan lemah seperti Bella?" Tanya Nania dengan tegas.


"Kamu harus tahu dulu Nia tentang semua yang terjadi. Tidak bisa langsung menghakimi seperti itu." Terang Danielle.


"Emm. Menghakimi, jelas-jelas apa yang aku bilang adalah satu hal yang pasti. Apa kamu akan membela laki-laki jahat itu begitu saja. Sementara kamu tahu, disini yang jadi korban adalah Bella. Kamu dulu berjanji untuk menggunakan jabatan kamu sebagai pengacara sebaik-baiknya. Bukan untuk membela orang salah." Tegas Nia.


Danielle tertunduk dengan ucapan yang dilontarkan oleh Nia. Ia merasa bersalah akan tindakan yang dilakukan olehnya. Mengingat Danielle hanya berorientasi pada uang semata.

__ADS_1


Ucapan Nia benar-benar memukul hati Danielle. Dari yang awalnya tetap pada pendiriannya akan dukungan pada Bio. Kini Danielle berubah haluan, ia terpikir untuk membela Bella dipersidangan. Mengingat Bella adalah ipar dari Nia yang merupakan teman masa kecil Danielle.


__ADS_2