
"Mungkin dengan begitu, angka penjualan kita di bulan selanjutnya akan semakin besar. Hingga perusahaan kita akan semakin berkembang lagi." Tutup Roy dalam presentasi di pagi ini.
Roy selanjutnya membuka sesi tanya jawab yang akan di mulai dengan beberapa pertanyaan dari investor. Tentu ini sesi paling penting bagi Roy. Sebab di sesi ini, Roy akan menunjukkan bagaimana ide dari dirinya akan menjadi sebuah landasan kuat dalam kemajuan perusahaan yang di pimpin olehnya.
Seorang investor bernama Jeff mulai mengangkat tangan kanannya. Dia mulai menanyakan apa dampak terburuk yang mungkin akan di rasakan jika proyek tersebut gagal. Jeff yang seorang rasionalitas, memang perlu bertanya hal itu. Sebab dengan begitu dia akan tahu tujuan dia berinvestasi di proyek yang di gagas oleh Roy tersebut.
Baru akan menjawab pertanyaan dari Jeff. Seorang staf mengetuk pintu ruang meeting Roy. Roy pun mempersilakan orang yang mengetuk pintu itu untuk masuk ke dalam ruang meeting.
Seorang resepsionis bernama Hellen meminta izin untuk berbicara sejenak dengan Roy. Ada sebuah kabar penting yang harus Roy ketahui.
Hellen menghampiri Roy, dia berbisik di telinga kanan Roy. Mengabarkan jika Bio dilarikan ke rumah sakit. Roy yang awalnya penuh keceriaan mempresentasikan gagasan di proyek yang akan di buat. Langsung terlihat panik dan bersedih.
__ADS_1
Dengan sangat terpaksa Roy harus menutup meeting di pagi ini. Untung para investor mau untuk memahami kondisi dari Roy sendiri. Mereka tak mempersoalkan akan Roy yang harus segera pergi ke rumah sakit untuk menjenguk kakaknya yang di bawa ke rumah sakit.
Dengan mengendarai mobil miliknya. Roy memacu mobilnya secepat mungkin. Roy terus berkomunikasi dengan pihak rumah sakit akan kondisi dari kakaknya tersebut. Mengingat penting bagi Roy untuk tahu apa yang terjadi pada kakaknya itu.
Setibanya di rumah sakit, Roy langsung mendatangi kamar perawatan dari Bio. Roy ingin segera melihat kondisi terkini dari Bio. Tak boleh ada sedikit pun informasi yang hilang dari seorang Roy akan Bio.
Roy bertemu dengan salah seorang penjaga tahanan yang membawa Bio ke rumah sakit. Penjaga tahanan itu menceritakan semua kejadian yang menimpa Bio. Dia pun tidak tahu Bio akan mengamuk seperti tadi. Pasalnya ketika Bio di minta untuk makan, dia akan makan. Walaupun dalam beberapa hari terakhir Bio memang sudah jarang makan.
Pihak kepolisian pun tentu tidak akan diam. Tapi harus di lihat dulu apa yang sebenarnya terjadi. Tentu akan sangat bias, jika langsung menjatuhkan sanksi begitu saja. Sebab perlu bukti yang kuat. Sehingga proses peradilan bisa di lakukan pada orang yang di duga mendorong Bio terjatuh.
Di tengah perdebatan yang terjadi antara Roy dengan seorang penjaga tahanan. Dokter yang menangani Bio, selesai melakukan pemeriksaan. Dia membawa kabar, jika Bio tidak mengalami luka yang serius. Hanya saja, tubuh Bio yang mulai kurus. Harus menjadi perhatian, pasalnya asupan nutrisi yang kurang di tubuh Bio. Bisa menjadi penyakit komplikasi yang akan terjadi di hari-hari mendatang. Bio harus lebih banyak makan lagi.
__ADS_1
Penjaga itu pun menjelaskan, jika memang akhir-akhir ini. Bio begitu sulit untuk makan. Hingga perlu pemaksaan dari beberapa teman satu sel untuk membuat Bio makan. Penjaga itu pun meminta solusi untuk permasalahan yang di hadapi oleh Bio tersebut.
Pihak dokter pun meminta pihak penjaga untuk melakukan pendekatan secara persuasif lagi. Dengan cara itu mungkin Bio akan lebih nyaman ketika di ajak makan. Mengingat kata-kata yang halus dan mengajak, tentu akan membuat Bio nyaman ketika di ajak makan.
Saran dari dokter itu pun langsung di sambut baik oleh penjaga tahanan itu. Mungkin cara itu bisa di gunakan untuk dapat menambah nafsu makan dari seorang Bio. Apalagi Bio terlihat mengalami sedikit depresi dengan masa tahanan yang harus di jalani olehnya. Itu semakin membuat Bio tertekan.
Roy yang tak sabar untuk segera menemui Bio. Meminta pada pihak dokter untuk melihat kondisi dari Bio. Dokter itu langsung mempersilakan Roy untuk melihat kondisi dari Bio.
Roy langsung terlihat bersedih melihat sang kakak yang terbaring di atas ranjang rumah sakit. Apalagi ketika dia melihat perban yang harus di kenakan melingkar di kepalanya. Semakin membuat Roy bersedih akan hal tersebut. Roy begitu iba melihat kondisi kakaknya sendiri.
"Maafkan aku kak, hingga kini aku belum bisa membebaskan kakak dari penjara. Hingga kakak masih mendekam di dalam tahanan." ucap Roy dengan terisak-isak.
__ADS_1
Roy kembali teringat akan laporan yang belum dicabut oleh Deni atas Bio. Laporan yang membuat Bio masih mendekam di dalam penjara hingga kini. Bio bersumpah akan menghancurkan Deni dengan segala cara. Sebab, gara-gara seorang Deni. Bio harus menderita di dalam tahanan. Deni harus merasakan penderitaan dari seorang Bio. Deni harus merasakan itu. Apalagi Deni sudah mulai berani mengusik kehidupan dari Roy sendiri. Hingga dendam Roy pada Deni semakin besar.