
Seorang pembantu dari seorang mengetuk pintu Roy. Kedatangan dari dirinya ke kamar Roy dengan maksud mengirimkan sebuah paket. Paket itu sendiri adalah paket yang di kirim oleh Deni yang berisi sebuah koran dengan berita akan Bio yang depresi.
Roy yang masih mengantuk, langsung memarahi asisten rumah tangganya yang terus mengetuk pintu untuk membangunkan seorang Roy. Tangan asisten rumah tangga Roy itu bergetar, saat memberikan paket itu pada Roy. Dia takut, hal buruk akan terjadi pada dirinya.
Untung Roy tidak melanjutkan kata-kata kasarnya pada pembantunya tersebut. Roy hanya menutup pintu kamarnya dengan keras. Hingga membuat pembantunya tersebut terkejut.
Roy yang masih mengantuk, tidak langsung membuka isi paket tersebut. Beberapa hari terakhir banyak perempuan muda yang mengirimkan Roy paket. Isi dari paket tersebut adalah photo bugil dari mereka. Pesona Roy yang kuat, dengan kekayaan melimpah yang di miliki oleh Roy. Menjadikan Roy sebagai seorang pria yang di kejar banyak wanita. Mereka bahkan rela merendahkan harga dirinya, demi memiliki seorang Roy.
__ADS_1
Baru memejamkan matanya kembali, Roy langsung di buat tidak nyaman. Saat bunyi dari pesan masuk mulai terdengar dengan begitu kerasnya. Handphonenya terus berbunyi dengan begitu kerasnya, hingga Roy tidak bisa tidur dengan begitu nyenyaknya..
Banyaknya pesan yang masuk, membuat Roy akhirnya membuka semua pesan masuk tersebut. Roy seketika terkejut saat membaca sebuah setiap pesan yang masuk tersebut. Beberapa pesan itu mengutip sebuah artikel akan berita dari Bio yang depresi. Bio terlihat begitu murung di dalam ruangannya.
Membaca berita tersebut, Roy seketika marah besar. Dia melihat sumber dari berita tersebut. Dia ingin meminta pertanggungjawaban atas apa yang telah di buat oleh berita itu. Dimana berita itu memuat sebuah informasi yang tentu bertolak belakang dengan apa yang Roy tulis di media lainnya.
Saat membaca sumber itu berasal dari Deni. Amarah Roy semakin besar, dia tidak menyangka Deni akan menemukan Bio di rumah sakit jiwa. Roy lupa, jika Deni adalah seorang psikiater yang mungkin saja akan datang ke rumah sakit jiwa untuk menyembuhkan beberapa pasien rumah sakit jiwa. Ada penyesalan dari Roy yang tidak meletakkan Bio di rumah sakit jiwa luar kota. Padahal Roy bisa melakukan hal tersebut. Namun dia tidak ingat untuk melakukan hal tersebut. Hingga akhirnya Roy lupa untuk melakukan hal tersebut.
__ADS_1
Roy semakin membenci seorang Deni. Roy akan membuat Deni dan keluarganya menderita atas apa yang telah di lakukan oleh dirinya. Hari ini Deni telah membuat harga diri seorang Roy hancur lebur. Roy ingin membuat Deni semakin tidak berdaya di buat olehnya.
Roy mendapat telepon dari salah seorang sekretaris di kantornya. Beberapa media telah berkumpul di kantor Roy untuk meminta klarifikasi atas apa yang telah ada di berita. Mereka butuh Roy untuk menjelaskan semuanya.
Tekanan yang semakin tinggi pada Roy, membuat Roy begitu frustasi. Dia benar-benar merasakan tekanan yang tinggi datang pada dirinya. Hingga Roy meminta pada sekretarisnya untuk menahan semua wartawan tersebut. Mereka di minta Roy untuk bersabar, sampai Roy benar-benar datang.
Demi memberikan kejelasan akan simpang siurnya berita tersebut. Roy siap memberikan sedikit klarifikasi. Roy juga siap beradu argumen dengan beberapa pihak yang mulai menilai photo liburan dari Bio adalah photo editan. Hingga Roy siap membayar seorang pakar demi membenarkan photo tersebut.
__ADS_1
Namun banyak pakar yang tidak mau untuk di bayar oleh Roy. Mereka lebih memilih untuk memberikan keterangan yang sebenarnya. Hingga mereka berada di barisan orang-orang yang menyebut photo itu adalah photo editan.
Roy pun semakin dibuat pusing dengan hal tersebut. Hingga Roy tidak memiliki pembelaan sama sekali. Hanya pak Robert yang mungkin akan membela Roy. Roy juga siap mengupayakan hukum atas apa yang telah di lakukan oleh Deni pada Roy dan Bio. Terlebih Deni mengambil photo Bio secara tidak izin pada pihak keluarga Bio. Ini akan jadi babak baru dalam hukum yang akan berlangsung.