
Dress panjang berwarna merah menyala dengan bagian payudara yang terlihat busung. Menunjukkan sisi cantik dari seorang Mira. Belum lagi riasan rambut Mira yang berkembang dengan begitu mempesonanya. Semakin memperlihatkan kecantikan seorang Mira yang begitu sempurna.
Tak kalah cantik dari adiknya, Fitri juga mengenakan pakaian yang tak kalah mewah dari seorang Mira. Menggunakan sebuah kardigan berwarna krem. Fitri juga begitu terlihat mempesona.
Sementara bintang dari segala bintang di malam ini. Gina tak mau kalah dari kedua tantenya. Gina yang menggunakan dress pendek berwarna biru toska. Terlihat menawan dengan umurnya yang masih remaja. Hiasan kepala semakin membuat Gina tampil begitu mempesona. Gina pun terlihat begitu cantik dan imut.
Tak hanya sang empunya acara saja yang tampil mempesona. Beberapa tamu undangan juga terlihat begitu mempesona menghadiri acara ulang tahun Gina tersebut. Mereka tampil dengan pakaian terbaik yang mereka kenakan.
Begitu juga dengan Deni yang datang dengan sebuah jas berwarna hitam. Deni semakin ganteng dengan sebuah dasi kupu-kupu yang dia kenakan. Penampilan dari Deni menarik beberapa tamu undangan yang hadir.
Tak hanya Deni saja yang tampil begitu luar biasa di malam ini. Roy yang sampai datang ke salon untuk tampil gagah di acara ulang tahun Gina tersebut. Juga tampil dengan luar biasa kerennya. Tidak seperti Deni yang menggunakan pakaian yang super formal. Roy justru tampil dengan pakaian informal. Namun penampilan dari seorang Roy tidak kalah keren dari seorang Deni. Hingga Roy juga menjadi pusat perhatian bagi para tamu undangan yang hadir. Terkhusus bagi mereka undangan perempuan yang masih jomblo pastinya.
Hari yang sial bagi Deni, sebab dia bertemu dengan Roy tepat di pintu masuk. Roy yang sangat dendam dengan apa yang telah di perbuat Deni pada perusahaan miliknya. Sempat emosi untuk memukul Deni. Namun dia sadar, ini adalah acara ulang tahun dari keponakan Mira. Sehingga Roy harus bisa menjaga sikapnya sebaik mungkin.
Bagi Deni tidak peduli jika memang Roy mengajaknya untuk berduel. Deni siap berduel dengan Roy dimana saja. Bahkan sekalipun Deni harus bertarung dengan Roy di tempat ini. Deni tidak pernah gentar dalam menghadapi Roy.
Deni gentar setelah melihat kecantikan seorang Mira. Dia begitu terpesona saat melihat perempuan yang pernah mengisi hatinya tersebut. Apalagi penampilan Mira malam ini begitu mempesona. Hingga Deni tidak bisa mengalihkan pandangannya pada seorang Mira. Deni benar-benar terpesona akan kecantikan Mira di malam ini.
__ADS_1
Deni sempat ingin menghampiri Mira yang terlihat sedang mengobrol dengan seorang perempuan. Namun belum melangkah, langkah Deni harus terhenti. Saat Roy menghampiri Mira juga. Bahkan Roy memberikan Mira sebuah bucket bunga cantik untuk Mira. Mira pun terlihat bahagia saat menerima bunga yang di berikan oleh Roy. Hingga senyumnya begitu lebar saat mencium aroma bunga yang harum tersebut.
Deni akhirnya memilih untuk langsung memberikan kado yang telah dia bawa kepada Gina. Dia tak mungkin juga kembali mendekati Mira. Sebab Deni sekarang sudah berstatus sebagai seorang suami perempuan lain. Sekali pun Mira saat ini adalah seorang janda tanpa anak.
Gina yang di hampiri oleh Deni, terlihat begitu bahagia. Dia memeluk psikiater yang telah membuat dirinya kembali sembuh. Apalagi saat Deni memberikan selamat pada seorang Gina. Perempuan yang kini berusia 15 tahun tersebut, terlihat begitu bahagia.
Gina yang ingin memperkenalkan Deni pada Mira. Langsung menarik tangan kanan Deni menuju Mira. Padahal saat itu Mira sedang asyik mengobrol dengan Roy. Membahas kemungkinan dari Mira yang akan bekerja di perusahaan milik Roy.
Mira seketika terkejut saat Gina membawa Deni ke hadapan dirinya. Ini adalah kali pertama lagi bagi Mira bertemu dengan Deni. Setelah keduanya memutuskan untuk berpisah baik-baik beberapa tahun yang lalu.
"Kenalkan Tante, ini adalah dokter Deni. Dia adalah seorang psikiater yang telah menyembuhkan aku." ucap Guna dengan penuh semangat.
"Kita sudah saling kenal, dulu Tante kamu ini adalah teman kuliah saya." ucap Deni menunjuk ke Mira.
Roy yang tidak nyaman dengan kedatangan dari Deni. Akhirnya memilih untuk pergi dari hadapan Mira. Dia merasa kedatangan dari Deni cukup mengganggu. Hingga Roy lebih memilih untuk menyingkir dari hadapan Mira tersebut.
Obrolan pun kini lebih fokus pada seorang Deni dan Mira. Apalagi Gina harus menyambut kedatangan beberapa tamu lain. Deni dan Mira pun terlihat masih malu-malu untuk memulai obrolan lainnya.
__ADS_1
"Apa kabar Den?" tanya Mira.
"Kamu sendiri?" tanya balik Deni.
"Di tanya, kok malah balik nanya." jawab Mira.
Baik Deni, maupun Mira sama-sama tersenyum saat keduanya berbincang hal kecil tersebut. Keduanya yang masih ragu dan malu, terlihat kurang percaya diri dengan apa yang terjadi.
"Aku dengar kamu menikah dengan seorang pria Jerman?" tanya Deni kembali.
"Iya, tapi sekarang aku sudah bercerai dari dia. Kamu sendiri Den?" jawab Mira.
"Aku sudah menikah, dan punya dua anak." jawab Deni.
"Mana anak dan istri kamu?" tanya Mira kembali.
"Mereka sedang kurang enak badan. Sehingga tidak bisa menemani aku datang ke acara ulang tahun ini." jawab Deni sedikit berbohong.
__ADS_1
Acara ulang tahun dari Gina, tidak hanya menjadi acara pertemuan antara Deni dengan Mira. Kisah cinta di bangku kuliah yang begitu legendaris. Mira dan Deni kerap di sebut sebagai couple goal. Sebuah pasangan serasi yang di anggap teman-teman sekelasnya akan menjadi pasangan bahagia. Hanya sampai di masa pacaran saja.
Ulang tahun Gina yang meriah itu, di tutup dengan tiup lilin dari seorang Gina. Dengan harapan Gina bisa pulih secara total dari depresi yang melanda dirinya. Gina berharap dia akan menjadi remaja yang penuh kebahagiaan dalam menjalani kehidupan yang akan mendatang.