
Gelang berwarna biru yang di kenakan oleh pasien baru dari Deni, benar-benar membuat dirinya penasaran. Dia penasaran dengan gelang berwarna biru. Dalam sepengetahuan seorang Deni, gelang biru itu di pesan khusus oleh Bio. Hanya untuk Bio dan Bella. Tapi mengapa gelang itu ada di tangan seorang Ivan., pasien baru Deni.
Sepanjang perjalanan menuju ke rumah. Deni terus memikirkan hal tersebut. Dirinya masih penasaran dengan keberadaan dari gelang tersebut. Mengapa gelang itu ada di tangan Ivan. Tidak mungkin Bio membuang gelang itu begitu saja. Mengingat gelang itu cukup mahal dari segi harga.
Deni mungkin akan mencari tahu, dengan mengobrol secara baik-baik dengan Ivan. Dengan obrolan yang santai dan ringan, mungkin saja Deni akan menemukan jawaban dari segala pertanyaan dari dalam hatinya. Pertanyaan yang cukup besar di hatinya.
Berbarengan dengan kedatangan dari seorang Deni. Nia juga baru turun dari sebuah mobil. Itu bukan mobil Danielle, tapi mobil dari seorang driver taksi online. Nia sengaja memesan taksi online untuk mengantar dirinya pulang ke rumah. Akan sangat bahaya bagi dirinya, jika dia pulang di antar oleh Danielle. Ini akan jadi duel yang sengit antara Danielle dengan Deni, jika itu terjadi.
Nia menyambut kedatangan seorang Deni tepat di depan gerbang rumahnya. Senyumnya begitu berseri, saat Deni membuka kaca mobilnya. Menyapa Deni dengan begitu manisnya.
"Kamu habis dari mana?" Tanya Deni penasaran.
"Emmm.. Aku habis dari kafe. Hellen tadi mengajak aku bertemu. Dia ingin sekedar sharing dengan aku." Jawab Nia sedikit menggaruk kepalanya.
"Tidak ada si bajingan itu yang ikut dengan kamu?" Tanya Deni dengan kesalnya.
"Siapa?" Tanya balik Nia yang bingung dengan pertanyaan dari Deni.
"Mantan kamu itu. Aku takut dia masih mencoba mendekati kamu. Aku tidak akan pernah biarkan dia dekat-dekat dengan kamu." Ucap Deni terlihat begitu kesal.
__ADS_1
Nia tidak mengatakan apapun. Dia hanya menggelengkan kepalanya. Mungkin itu jawaban yang tepat bagi seorang Nia untuk pertanyaan dari seorang Deni. Tidak ada Danielle, sehingga Deni tidak lagi penasaran.
Deni sengaja menunggu Nia untuk masuk kedalam rumahnya. Dia ingin berjalan masuk kedalam rumahnya bersama dengan Nia. Menggandeng mesra tangan istrinya tersebut.
"Kenapa kamu belum masuk?" Tanya Nia bingung.
"Aku menunggu kamu. Aku ingin berjalan bergandengan bareng kamu. Oleh karena itu aku tidak langsung masuk." Jawab Deni menyodorkan tangan.
Dengan senyum, Nia langsung meraih tangan Deni. Keduanya pun berjalan masuk kedalam rumah dengan bergandengan tangan. Sesekali Nia menyandarkan kepalanya di dekat bahu Deni. Deni pun tak sungkan menunjukkan keromantisan dari dirinya. Dimana Deni berulang kali mencium rambut seorang Nia dengan begitu mesranya.
Kedatangan Deni dan Nia langsung di sambut oleh Love dan Brian. Keduanya begitu senang, akhirnya Nia dan Deni sudah pulang. Love ingin mendengar Deni membacakan dongeng kembali untuk dirinya. Sementara Brian, berharap Deni akan bermain mobil-mobilan bersama dirinya sebelum tidur..
Tanpa di minta oleh Deni dan Nia, Love dan Brian yang melihat bagaimana Deni dan Nia begitu terlihat lelah. Dengan inisiatif masing-masing, langsung memijat lembut tubuh keduanya.
Diawali dari Brian yang memijat seorang Nia. Lalu di lanjutkan oleh Love yang memijat tangan dari Deni. Keduanya begitu bersemangat untuk memijat tubuh kedua orangtuanya tersebut. Hingga Deni dan Nia pun begitu senang dengan perhatian yang di tunjukkan oleh kedua anaknya tersebut.
"Mama pasti capek banget. Aku harap capek mama segera hilang, setelah aku pijat." Ucap Brian menggemaskan.
"Aku pikir ayah lebih capek. Dia habis pulang bekerja dari kantornya. Makanya aku pijat supaya capeknya hilang." Balas Love tak kalah menggemaskan.
__ADS_1
Tak ingin membuat kedua anaknya terlalu lama memijat. Nia dan Deni segera meminta Brian dan Love untuk menghentikan aksinya tersebut. Keduanya tak lupa berterima kasih pada Live dan Brian yang begitu perhatian pada Nia dan Deni. Hingga Deni merasa bersyukur memiliki anak pintar dan patuh seperti Love dan Brian.
Pujian dari Deni pada Love dan Brian, tidak serta merta membuat Love dan Brian melayang. Keduanya tetap bersikap rendah hati. Di sekolah, keduanya di ajarkan untuk menjadi seseorang yang patuh pada kedua orangtuanya. Hingga Love dan Brian mencoba mempraktekkan hal tersebut. Apa yang mereka praktekkan berjalan dengan sesuai harapan. Kedua orangtuanya senang dengan apa yang di tunjukkan oleh Love dan Brian. Membahagiakan kedua orangtuanya adalah sebuah kewajiban bagi seorang anak. Itu yang coba di praktekkan oleh Love dan Brian.
Love dan Brian di minta untuk kembali bermain di kamarnya. Sementara Deni ingin mengobrol sesuatu yang menurutnya sangat penting. Mungkin Nia punya jawaban tersendiri akan hal tersebut.
"Kamu tahu gelang warna biru yang di kenakan oleh Bella?" Tanya Deni membuka obrolan.
"Aku tahu gelang tersebut. Memangnya ada apa?" Jawab Nia.
"Aku melihat gelang yang sama, di kenakan oleh pasien baru aku. Sementara yang memiliki gelang itu, hanya Nia dan Bio. Lantas dari mana pasien baru aku itu mendapat gelang tersebut." Deni mulai penasaran.
Nia mulai berpikir, dalam sepengetahuan dari Nia. Gelang biru itu di pesan khusus oleh seorang Bio sebagai kado pernikahan dari Bio untuk Nia. Tentu tidak mungkin orang lain dapat memiliki gelang yang sama seperti yang di miliki oleh Bio dan Bella. Itu jadi pertanyaan bagi Nia.
"Dari mana dia mendapatkan gelang itu, gelang itu hanya ada dua di dunia ini. Tapi apa kamu sudah melihat bagian bawah gelang yang bertuliskan nama Bella dan Bio. Tak hanya itu, ada juga tanggal pernikahan dari keduanya." Ucap Nia dengan begitu mendetail.
"Ah... Iya, aku lupa lihat bagian bawah dari gelang tersebut. Aku pikir itu akan jadi kuncinya. Mungkin besok aku akan lihat gelang itu secara menyeluruh. Mengingat gelang tersebut akan jadi kunci utamanya." Ucap Deni.
"Iya, aku pikir kamu harus lihat bagian bawah dari gelang tersebut. Mungkin dari gelang itu, kamu bisa mendapatkan sesuatu hal yang baru akan Bio. Bukan tidak mungkin itu akan jadi senjata baru buat kamu untuk menghancurkan Bio. Bukan menghancurkan, tapi membuat efek jera. Dia sudah terlalu dalam menyakiti hati seorang Bella. Hingga dia pantas mendapatkan efek jera dari apa yang telah dia lakukan itu." Terang Nia dengan begitu panjangnya.
__ADS_1