
Hari yang paling menegangkan untuk Deni akan berjalan di hari ini. Mungkin ini akan jadi hari yang berat bagi, jika hasil sidang yang telah berjalan lama itu. Tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan.
Pagi itu Deni sedang sarapan bersama dengan Nia dan kedua anaknya. Dia nampak belum tenang, walaupun ada keyakinan bahwa putusan cerai hari ini akan berjalan baik. Tapi apa kemungkinan tuntutan yang dilayangkan akan dipenuhi majelis hakim. Mungkin itu yang jadi sedikit membuat Deni tegang. Ia takut, hak asuh yang dia tuntut. Tidak dikabulkan oleh majelis hakim. Mengingat kondisi Bella yang saat ini sedang dalam keadaan depresi berat.
Nia mencoba merangkul Deni untuk sekedar membuat Deni lebih tenang lagi. Dari tadi matanya begitu fokus memandangi layar ponselnya. Wajah tak tenang terus Deni perlihatkan. Sesekali dia menyapu wajahnya, untuk sekedar membuatnya bisa lebih tenang lagi.
"Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Nia mengelus lembut pundak Deni.
"Aku sedang berpikir kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi dalam sidang putusan nanti." Jawab Deni yang juga mengelus tangan Nia yang berada di pundaknya.
__ADS_1
"Aku pikir kamu jangan terlalu berpikir seperti itu. Kamu harus yakin bisa memenangkan semua tuntutan yang ada. Jadi kita bisa menang dalam tuntutan itu." Pinta Nia dengan meyakinkan.
Deni mencium tangan Nia yang berada di bahunya. Dia merasa begitu bahagia dengan keberadaan Nia yang selalu mendukung dirinya dalam keadaan terpuruk seperti saat ini.
"Terima kasih kamu sudah selalu mendukung aku. Tanpa kamu di sampingku. Aku tidak tahu apa yang mungkin terjadi padaku sekarang." Ucap Deni dengan begitu romantisnya.
Tak hanya Deni saja yang tegang. Danielle yang ditunjukkan sebagai pengacara dari Bella, juga merasakan perasaan yang sama dengan Deni. Dirinya begitu tegang dengan putusan yang akan dibacakan oleh majelis hakim nantinya.
Mungkin hari ini Bella akan resmi bercerai dari Bio. Tapi apakah tuntutan yang dilayangkan oleh Bella, akan dikabulkan oleh majelis hakim. Mengingat kondisi Bella yang saat ini sedang depresi berat. Hingga sulit untuk mendapatkan hak asuh atas Nabila.
__ADS_1
Ditengah rasa tegang seorang Danielle. Tapi dia masih bisa sedikit lebih tenang dari Deni. Danielle tidak terlihat tidak tenang, dia tetap tenang dengan apapun yang terjadi dikemudian hari. Baginya hari ini adalah hari putusan yang harus diterima semua pihak. Tentunya pihak dari Deni sebagai penggugat.
1 jam lagi persidangan akan segera dimulai. Danielle harus segera berganti pakaian yang lebih layak lagi. Mengingat dirinya yang akan kembali menjadi orator dari keluarga Bella. Danielle harus berpenampilan serapi mungkin, agar semakin terlihat lebih meyakinkan lagi sebagai pengacara dari Bella.
Jas hitam yang biasa Danielle kenakan ketika berada dalam persidangan. Kembali Danielle kenakan untuk membuatnya terlihat menawan dan gagah. Jas itu seakan simbol dari seorang Danielle yang terkenal akan sisi casual nan elegan.
Sebuah dasi panjang berwarna merah tak boleh dia lupakan dari kemeja putih yang dikenakan olehnya. Danielle terlihat semakin menawan dengan apa yang dia kenakan. Semuanya terlihat begitu mempesona.
Terakhir sepatu pentopel hitam berbahan dasar kulit, menutup serangkaian penampilan menawan dari seorang Danielle. Dia bercermin, merasa penampilannya begitu keren. Terlebih dengan senyum merekah dari wajahnya. Semakin membuat Danielle percaya diri dalam menghadapi persidangan.
__ADS_1