Oktrouble

Oktrouble
Keluarga Gina Menjemput Gina Dari Tempat Rehabilitasi


__ADS_3

"Sangat senang bisa mendengar kabar membahagiakan ini. Saya sangat berterima kasih pada dokter Deni yang telah menolong Gina dalam penyembuhan dari trauma yang dihadapi." Syukur Fitri yang merupakan bibi dari Gina yang saat ini menjadi wali Gina.


"Puji syukur atas kesembuhan dari Gina. Tapi jangan lupa obatnya juga harus tetap di minum. Gina juga harus tetap melakukan kontrol seminggu sekali." Saran dari Deni.


"Baik dokter. Saya akan mengikuti saran dari dokter. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih pada dokter." Tutup Fitri mengakhiri panggilan telepon.


"Sama-sama." Tutup Deni.


Usai mengakhiri panggilan telepon dengan perwakilan dari keluarga Gina. Deni yang berada di ruangan kerjanya. Memanggil Gina ke ruang kerja. Deni ingin memberitahukan pada Gina, jika hari ini Gina akan pulang ke rumah. Dimana Gina didiagnosa telah sembuh dari depresi yang melandanya.


Gina mengetuk pintu terlebih dahulu. Kemudian langsung di minta masuk oleh Deni. Dengan wajah ceria, Gina menghampiri Deni. Lalu duduk di kursi dihadapan Deni.


"Ada apa pak? Kenapa saya diminta kesini lagi?" Tanya Gina antusias.


"Jadi Gina. Hari ini adalah hari terakhir kamu disini. Puji syukur, depresi kamu telah sembuh." Ucap Deni penuh kebahagiaan.

__ADS_1


"Jadi saya sudah sembuh pak. Berarti saya bisa sekolah lagi seperti yang lainnya." Gina penuh antusias.


"Benar Gina. Kamu sudah bisa sekolah lagi. Juga bisa beraktivitas seperti biasanya lagi." Jawab Deni.


"Hore.... Terima kasih pak. Sekali lagi terima kasih." Gina menciumi tangan kanan Deni.


Deni berusaha menghentikan aksi berlebihan yang ditunjukkan oleh Gina tersebut. Deni tak ingin Gina terlalu menganggap kesembuhan yang didapat oleh Gina sepenuhnya dari Deni. Dia ingin menciptakan mendoktrin Gina akan cinta pada diri sendiri. Dimana Gina harus bisa mencintai dirinya untuk bisa terus bersyukur. Sebab itu adalah modal utama dalam penyembuhan yang dilakukan oleh Deni.


Gina kembali ke kamarnya. Gina merapikan beberapa pakaian yang dia bawa dari rumahnya. Tak terlalu banyak baju yang mengisi tasnya. Hanya beberapa baju tidur, ditambah pakaian santai yang berada didalam tasnya.


Suara klakson mobil Fitri terdengar nyaring. Gina yang telah hapal dengan suara klakson dari mobil tersebut, langsung keluar dari kamarnya. Kemudian menghampiri mobil Fitri.


Gina menyambut kedatangan Fitri dengan penuh kebahagiaan. Sebuah pelukan diberikan Gina pada Fitri. Disusul kata-kata rindu yang diucapkan oleh Gina pada Fitri yang telah beberapa minggu terakhir berpisah dengan Gina.


Sebelum membawa Gina pulang. Fitri ingin berpamitan terlebih dahulu dengan Deni. Tak sekedar berpamitan pada Deni. Gina juga ingin temu kangen dengan mantan pacar adiknya tersebut. Mengingat dulu Fitri adalah orang yang mendukung hubungan Deni dan Mira.

__ADS_1


Deni yang sedang menandatangani beberapa dokumen penting di meja kerjanya. Langsung dibuat terkejut dengan kedatangan Fitri yang hingga sekarang masih di panggil oleh Deni dengan panggilan kakak.


"Selamat siang dokter Deni." Kejut Fitri di ruangan Deni.


Deni berdiri dari posisi duduknya. Dia menyambut kedatangan Fitri dengan penuh suka cita. Sebelum menyuruhnya untuk duduk.


Tak hanya itu, Deni juga menawarkan minuman yang hendak di minum oleh Fitri. Tetapi Fitri menolaknya. Dia tak akan lama, sebab masih memiliki banyak urusan yang harus dia kerjakan. Sehingga tak ada banyak waktu yang bisa dihabiskan cukup lama di ruangan Deni.


Tak lama bukan berarti tak ada. Deni memanfaatkan kesempatan bertemu dengan Fitri untuk menanyakan perihal keberadaan Mira. Deni yang merasa ingin terus bersilaturahmi dengan Mira, hendak mencari tahu lewat Fitri.


Sama seperti yang dikatakan oleh Gina. Kini Mira tinggal di Prancis sana dengan suami bulenya. Benar juga dengan apa yang diucapkan oleh Gina akan Mira yang enggan memiliki anak. Dimana dia menginginkan untuk menjadi istri sepenuhnya untuk suaminya. Sehingga Mira memilih untuk tidak memiliki anak sama sekali.


Wajah Deni memerah saat ditanya perihal perasaannya pada Mira. Dimana Deni masih menaruh hati pada perempuan yang sempat mengisi hatinya tersebut. Dia masih berharap pada Mira, walaupun masing-masing pihak sudah memiliki pasangan.


Fitri melempar sebuah pertanyaan nyeleneh yang ditanggapi Deni dengan cukup serius. Dimana Fitri mengatakan bahwa rumah tangga Mira dan suaminya memiliki sedikit masalah. Fitri pun bertanya, apakah Deni siap jika harus menggantikan sosok suami Fitri dikemudian hari.

__ADS_1


Dengan penuh keseriusan, Deni menjawab siap. Deni siap mendua demi Mira. Fitri menganggap ucapan dari Deni itu hanya gurauan semata. Sebab ucapannya hanya bercandaan, bukan suatu hal yang serius.


__ADS_2