
Rasa penasaran Deni yang semakin tinggi, mengantarkan Deni pada rumah sakit jiwa, tempat seorang Ivan di rawat. Disana Deni tentu akan mendapatkan informasi yang lebih lanjut akan Bio. Mungkin informasi itu akan sangat penting untuk Deni yang siap membalas perbuatan dari Roy yang telah membuat berita bohong akan dirinya.
Baru tiba di depan rumah sakit jiwa, Deni sudah langsung di sambut baik oleh pengurus rumah sakit jiwa tersebut. Dokter Ekawati yang sering bertukar pikiran dengan Deni, begitu menyambut baik kedatangan dari Deni tersebut. Deni pun langsung di persilakan untuk masuk kedalam rumah sakit, untuk melihat kondisi rumah sakit jiwa yang menurut dokter Ekawati mengalami perkembangan.
Kedatangan Deni dengan maksud mencari Bio tidak di sebutkan secara langsung. Namun Deni menyebutkan kedatangan dari dirinya kali ini hanya untuk mengunjungi pasien rumah sakit jiwa. Jika berkenan, Deni ingin bertemu dengan beberapa pasien di rumah sakit jiwa tersebut.
Tanpa keberatan, dokter Ekawati mempersilakan Deni untuk melihat setiap pasien yang ada. Dengan begitu, Deni bisa melihat keberadaan dari seorang Bio. Mungkin saja Deni akan bertemu dengan Bio di sini. Sebuah keuntungan besar yang di dapat oleh Deni, jika bertemu dengan salah satu musuh terbesar dalam hidupnya tersebut.
__ADS_1
Dokter Ekawati mengajak Deni berkeliling melihat setiap pasien rumah sakit jiwa nampak begitu terlihat kusut. Banyak dari mereka yang belum ke tahap gila. Namun sudah di taruh di rumah sakit jiwa. Hingga sangat di sayangkan bagi mereka yang sebenarnya masih bisa di tolong oleh Deni, namun pihak keluarga malah meletakkan mereka di rumah sakit jiwa tersebut.
Hampir sudah mengelilingi seluruh bagian dalam dari rumah sakit jiwa tersebut. Namun hingga ruangan terakhir, Deni tidak menemukan keberadaan dari seorang Bio. Deni yang mengira Bio berada di rumah sakit jiwa tersebut, terus mencari informasi tentang Bio. Sampai akhirnya Deni melihat sebuah ruangan yang cukup besar dengan pintu yang tertutup rapat.
"Ruang itu, saya perasaan baru pertama kali melihatnya." Ucap Deni menunjuk ke ruangan tersebut.
"Itu ruangan baru, seorang konglomerat baru mengisi ruangan tersebut." Jawab dokter Ekawati.
__ADS_1
Dokter Ekawati sempat ragu, sebab keberadaan Bio di larang untuk di sebarluaskan. Sehingga Deni ragu untuk menunjukkan keberadaan Bio yang berada di ruangan tersebut.
"Apakah saya boleh melihatnya?' Tanya Deni menegaskan.
Akhirnya dengan sangat terpaksa, dokter Ekawati menunjukkan ruangan tersebut pada Deni. Dia pun mengantar Deni menuju ruangan tersebut. Deni yang seorang psikiater hebat, di harapkan bisa menolong seorang Bio yang memang sedang berada dalam depresi berat.
Begitu pintu terbuka, Deni langsung terkejut melihat keberadaan dari seorang Bio. Bio yang duduk termenung di atas kasur mewahnya. Terlihat tidak berdaya di dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
Deni berjalan mendekat ke arah Bio. Melihat gelang biru yang ada di tangan Bio sudah tidak ada. Ternyata benar, dugaan seorang Deni. Teman Ivan yang berada di rumah sakit jiwa tersebut adalah Bio. Ini akan menjadi senjata yang akan menghancurkan Roy. Deni seketika tersenyum begitu melihat wajah Bio yang penuh dengan ketakutan.
Seolah karma yang di dapat oleh seorang Bio. Dia membuat Bella hancur dan depresi. Hingga akhirnya kini Bio yang mengalami depresi seperti Bella. Bio pun merasakan hal yang sama dengan apa yang Bella rasakan. Bio benar-benar depresi berat.