
Seorang klien dari Jerman tidak mampu menggunakan bahasa Inggris yang baik. Dia pun membutuhkan seorang penerjemah untuk mengutarakan maksud dari setiap ucapannya. Roy yang harus membangunkan citra perusahaannya kembali, membutuhkan klien dari Jerman tersebut sebagai salah satu mitra bisnis dari perusahaan miliknya.
Kesulitan Roy kini berada pada bahasa. Dari sekian banyak anak buah di perusahaan miliknya, tidak ada satu pun yang paham bahasa Jerman. Sehingga tentu akan sangat kesulitan bagi Roy untuk menerjemahkan setiap maksud ucapan dari kliennya tersebut. Klien Roy dari Jerman sendiri, tidak menguasai bahasa Inggris dengan baik. Sehingga akan sangat kesulitan bagi Roy untuk berkomunikasi dengan baik di antara kedua belah pihak.
Salah seorang staf di perusahaan Roy mengatakan jika mereka memiliki seorang teman yang jago bahasa Jerman. Dan ternyata teman dari salah seorang staf Roy tersebut adalah Mira. Tante dari Gina itu, memang pernah memiliki suami asal Jerman. Hingga tidak heran, penguasaan bahasa Jerman seorang Mira baik.
Roy pun meminta staf itu untuk segera menghubungi seorang Mira. Sebab pertemuan dengan klien asal Jerman tersebut, akan segera berlangsung. Tidak ada waktu yang terlalu lama bagi Roy untuk bertemu dengan seorang Mira. Sebab kliennya mungkin tidak akan menunggu Roy lebih lama.
Staf itu segera menghubungi Mira yang saat ini memang berada di Indonesia. Pucuk di cinta, ulam pun tiba. Mira tanpa harus di paksa dan di bujuk oleh staf perusahaan Roy. Mengatakan bersedia untuk menjadi salah seorang penerjemah dari Roy. Mira mengatakan jika dirinya siap untuk mendapatkan panggilan dari Roy. Mengingat Mira sendiri tidak sedang sibuk. Apalagi yang memintanya untuk menjadi penerjemah adalah temannya. Tentu penolakan dari Mira akan sangat sulit di lakukan.
Mira yang sudah di tunggu oleh temannya serta Roy, harus segera berangkat dari rumahnya. Tentu akan sangat baik bagi Mira untuk bertemu dengan Roy terlebih dahulu, sebelum akhirnya menjalankan tugasnya sebaik mungkin. Mira sudah sangat di nantikan kehadiran dari dirinya.
__ADS_1
Mira pun lekas berangkat dari rumahnya untuk bertemu dengan Roy. Roy yang sangat menantikan kehadiran seorang Mira di perusahaan miliknya. Berharap Mira tidak mengalami kendala apapun, selama melakukan perjalanan dari rumah menuju kantor milik Roy. Sehingga Roy sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Mira.
Akhirnya Mira yang di tunggu oleh Roy pun di kantor milik Roy. Mira dh.hngan wajah manisnya tiba di kantor Roy. Kedatangan Mira langsung di sambut manis pula oleh temannya. Begitu juga dengan Roy dari yang mulai takut Mira tidak datang ke kantor miliknya.
Mira memeluk temannya yang bernama Arin tersebut. Dia memeluk Arin untuk melepas kerinduan yang telah lama di pendam olehnya. Hingga Arin begitu lama memeluk tubuh seorang Mira. Arin begitu bahagia dengan pertemuan kembali dirinya dengan Mira yang hampir 7 tahun tak berjumpa.
Arin langsung memperkenalkan Mira pada seorang Roy yang merupakan bos dari Arin. Nampak wajah cantik dari Mira, langsung membuat Roy terkesima. Senyumnya yang mengandung pemanis, seakan membuat Roy tidak bisa bertahan lama untuk lepas dari senyum seorang Mira.
"Mir, perkenalkan ini adalah bos aku. Namanya adalah Roy. Dia seorang pengusaha muda yang sukses." Ucap Arin.
"Roy." Menjabat tangan Mira.
__ADS_1
Tanpa berlama-lama lagi, Roy pun langsung mengajak Mira menuju ruangannya. Roy ingin Mira menerjemahkan setiap ucapan dari kliennya nanti. Dengan penerjemahan dari Mira, Roy harap akan ada timbal balik dari Mira.
Mira duduk di kursi di hadapan seorang Roy. Dia terlihat begitu antusias untuk menjadi seorang penerjemah bagi Roy. Mira ingin membantu Roy dalam menjalankan bisnisnya dengan seorang klien asal Jerman. Sehingga Mira terlihat antusias untuk memberikan yang terbaik bagi seorang Roy.
"Mungkin beberapa saat lagi klien saya asal Jerman itu akan segera tiba." ucap Roy dengan begitu antusias.
"Saya harap, bisa membantu Bapak." balas Mira tak kalah antusias.
"Jangan panggil saya bapak. Panggilan Roy saja, mungkin kamu bukan bawahan saya. Jadi tidak harus memanggil saya dengan panggilan formal seperti itu." ucap Roy.
"Baik Roy." balas Mira dengan singkat.
__ADS_1
Roy dan Mira pun terlibat obrolan yang cukup seru. Roy yang penasaran dengan sosok seorang Mira, mulai bertanya akan asal-usul dari seorang Mira. Dia terlihat tertarik dengan sosok Mira yang cantik dan terlihat cerdas. Sosok seorang perempuan yang Roy harapkan. Hingga Roy begitu antusias untuk bisa mengobrol lebih jauh dengan seorang Mira.
Sampai akhirnya sebuah panggilan telepon dari sekretaris seorang Roy tiba. Panggilan telepon itu meminta Roy untuk segera menemui kliennya yang telah tiba di lobi utama. Roy pun di minta untuk segera menemui kliennya tersebut. Mengingat Roy telah menunggu kliennya itu cukup lama. Sehingga Roy harus segera bertemu dengan kliennya tersebut di lobi utama perusahaan miliknya.