Oktrouble

Oktrouble
Roy Menjanjikan Bebas Pada Bio


__ADS_3

Tetap dengan kawalan dari dua bodyguard berbadan besarnya. Roy mendatangi kantor polisi. Kedatangan seorang Roy sudah jelas, dia ingin menjenguk kakaknya yang saat ini sedang berada di dalam penjara.


Sebelum memasuki ruang tahanan, Roy melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Begitu tidak ada benda mencurigakan yang di bawa oleh Roy. Dia pun di persilahkan masuk untuk menjenguk Bio.


Seperti biasanya, Roy harus menunggu Bio terlebih dahulu. Sebab Bio masih berada dalam sel tahanan. Sehingga pihak polisi harus memanggil Bio terlebih dahulu.


Seminggu tidak bertemu dengan Bio, Roy nampak begitu kangen dengan kakak kandungnya tersebut. Begitu Bio masuk ke dalam ruang pertemuan dengan Roy. Roy memeluk erat Bio. Seorang polisi yang mengantar Bio ke ruang pertemuan dengan Roy, menjaga dari luar. Tetap dengan sebuah SOP yang di lakukan oleh pihak kepolisian.


Tidak ada antusiasme dari seorang Bio saat bertemu dengan Roy. Bio yang nampak frustasi berada di dalam sel, terlihat begitu murung. Tubuhnya juga mulai kurus, beberapa hari terakhir Bio tidak nafsu makan. Hingga mempengaruhi berat badannya. Berada di dalam sel penjara, tentu membuat seorang Bio tertekan. Kehidupan bebas yang biasanya di lakukan oleh Bio. Kini sudah tak bisa di lakukan lagi. Mengingat Bio sudah tidak sebebas dulu.


"Kakak tidak senang aku datang ke sini?" Tanya Roy dengan wajah bingung.


Bio tak menjawab pertanyaan dari Roy. Dia terlihat terdiam, dengan raut wajah penuh kesedihan.


"Kak, jawab kak." Hentak Roy.


Bio akhirnya duduk di kursi di hadapan Roy. Dia menundukkan wajahnya ke arah meja. Dimana Bio terlihat terpukul dengan keberadaan dirinya di dalam penjara. Perlahan Bio yang tidak pernah menangis, akhirnya dia menangis juga. Tentu tangisnya pecah, akibat masa tahanan yang harus di jalani oleh dirinya.

__ADS_1


"Kakak sudah tidak tahan berada di sini. Kakak kangen Nabila, kakak ingin mengurus kantor. Semua ini kakak kerjakan. Kakak tidak ingin terus-menerus berada di penjara ini." Tangis Bio.


Roy mencoba menenangkan Bio. Dia berjanji akan segera membebaskan Bio dari semua tuduhan yang di layangkan kepadanya. Roy yakin, pak Robert yang akan menjadi pengacara seorang Bio. Akan membebaskan Bio dari segala tuduhan yang di dakwakan kepada dirinya.


Bio yang begitu stress selama di dalam penjara. Terus saja menangis, dia ingin segera bebas dari dalam penjara. Terlebih situasi di dalam sel yang terkadang tidak kondusif, menciptakan situasi yang tidak nyaman bagi seorang Bio. Hingga Bio yang lebih banyak termenung di dalam penjara.


Situasi yang cukup pelik yang di hadapi oleh Bio. Menjadi sebuah ketakutan tersendiri bagi seorang Roy. Mungkin saja sesuatu yang buruk akan terjadi pada Bio. Mengingat kondisi Bio yang begitu memprihatinkan.


Luka lebam yang ada di pipi kiri Bio, semakin membuat Roy panik. Luka memar itu cukup terlihat dengan mata telanjang. Apalagi jika melihat dengan seksama, luka lebam itu begitu jelas terlihat.


Bio tak menjawab, dia justru semakin ketakutan. Dia kembali menangis dengan begitu hebatnya. Hingga Roy semakin panik dengan kondisi dari Bio tersebut.


Kepanikan yang terjadi di dalam ruang pertemuan Roy dengan Bio. Sempat menarik perhatian penjaga. Dengan wajah penasaran, pihak penjaga itu bertanya apa yang terjadi pada Roy dan Bio.


"Ada apa ini?" Tanya penjaga tahanan dengan begitu tegasnya.


"Kenapa ada luka memar di pipi kiri kakak saya pak?" Tanya Roy yang semakin panik.

__ADS_1


Pihak penjaga mendekat ke arah Bio. Dia melihat luka lebam yang ada di pipi kiri Bio.


"Seperti dia yang kemarin dikeroyok oleh tahanan lain di dalam sel. Makanya ada luka memar yang ada di pipi kirinya." Ucap penjaga tahanan.


"Apa! Kakak saya dikeroyok oleh tahanan lain. Kenapa tidak ada yang mengatakan itu pada saya?" Pinta Roy.


"Tidak ada luka serius, dan itu baru akan terjadi. Belum terjadi. Jadi kamu tidak harus takut." ucap penjaga tahanan itu.


"Tetap saja seharusnya bapak mengatakan hal itu pada saya?" tanya Roy.


"Tidak terjadi apa-apa dengan kakak kamu. Hanya memar biasa saja. Jadi tidak harus khawatir seperti itu. Kakak kamu baik-baik saja. Jadi tidak harus khawatir seperti itu." balas penjaga tahanan itu dengan santainya.


Tak mendapat jawaban yang pasti. Roy di minta untuk segera meninggalkan ruang pertemuan dengan Bio. Mengingat jam jenguk Roy hampir habis. Hingga Roy harus segera pergi. Namun Roy tidak ingin pergi, sebelum ia mengobati kakaknya.


Sempat terjadi adu mulut antara Roy dengan penjaga tahanan itu. Sebelum akhirnya pihak kepala kepolisian yang mendatangi ruang pertemuan itu. Sesuai dengan SOP yang ada, Roy di minta untuk meninggalkan ruang pertemuan dengan Bio. Sementara untuk luka memar yang terjadi pada Bio. Pihak kepolisian akan segera mengobati luka lebam itu. Hingga Roy tidak perlu khawatir akan luka lebam yang ada pada kakaknya.


Dengan sangat terpaksa, Roy akhirnya meninggalkan ruang pertemuan dengan Bio.

__ADS_1


__ADS_2