
Beberapa dokumen harus segera Deni tandatangani. Dia harus memberikan tanda tangannya untuk membuat dokumen itu semakin kuat. Tak hanya menandatangani saja, Deni juga harus membuat beberapa dokumen baru yang akan di gunakan dalam membuat laporan bulanan yang sempat Deni lewatkan.
Di tengah kesibukan Deni dalam membuat dan menandatangani beberapa dokumen penting hasil kerjanya. Seseorang mulai mengetuk pintu ruangan Deni bekerja. Meja Deni yang berantakan dengan kertas-kertas berisi dokumen penting yang Deni butuhkan. Dia pun meminta orang yang hendak masuk ke ruangannya untuk menahan diri. Deni ingin terlebih dahulu membereskan dokumen dirinya yang masih berantakan di atas meja kerjanya.
Dengan segera Deni merapikan kembali dokumen yang berceceran di atas meja kerjanya. Begitu mejanya telah kembali terlihat rapi. Deni baru mempersilakan orang yang hendak masuk kedalam ruangannya untuk membuka pintu. Dengan segera orang tersebut membuka pintu ruangan dari seorang Deni.
__ADS_1
Deni langsung terkejut saat melihat kedatangan seorang Gina. Dengan dress pendek mengembang yang Gina kenakan. Dia terlihat begitu cantik di pagi ini. Sehingga Deni langsung memuji gadis itu akan kecantikannya.
Gina langsung tersipu malu dengan pujian yang di berikan oleh Deni pada dirinya. Dia duduk di hadapan Deni dengan wajah memerah. Buah dari pujaan yang Deni sampaikan kepadanya.
Di tangan kanan Gina, terlihat sebuah kartu undangan cantik berwarna biru muda. Kartu undangan itu langsung menarik perhatian dari Deni. Dia penasaran dengan kartu undangan yang di bawa oleh Gina itu. Apa isi dari kartu undangan tersebut.
__ADS_1
Dengan wajah yang masih malu-malu. Gina menunjukkan kartu undangan pesta ulang tahun darinya yang akan di gelar minggu depan. Gina berharap Deni akan datang pada momen special dari dirinya tersebut. Kedatangan dari seorang Deni sangat Gina harapkan. Mengingat Deni adalah orang yang telah sukses menyembuhkan dirinya dari depresi berat yang di hadapi. Sehingga kehadiran Deni di acara ulang tahun tersebut, sangat Gina harapkan.
Deni yang melihat Gina menanti kedatangan dari dirinya. Berjanji akan menghadiri pesta ulang tahun dari Gina tersebut. Dengan begitu Gina akan sangat senang dengan kehadiran Deni dalam acara ulang tahun daripadanya. Deni berjanji pada Gina akan datang ke pesta ulang tahun Gina.
Tak hanya menyampaikan undangan pesta yang akan Gina gelar. Kedatangan Gina ke tempat praktek Deni. Juga bertujuan untuk melaporkan perkembangan dari seorang Gina yang terus mengalami peningkatan signifikan. Dirinya sudah mulai semakin pulih dari depresi yang di alami olehnya. Hingga Gina mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan Deni dalam menyembuhkan depresi yang di alami oleh Gina.
__ADS_1
Deni merasa bersyukur, Gina telah sembuh dari depresinya. Deni berharap, Gina tidak akan mengalami hal yang sama di kemudian hari. Depresi bukan hal yang mudah untuk di lewati. Apalagi oleh remaja seperti Gina. Rasanya akan sangat berat bagi Gina untuk melewati fase depresi tersebut. Ada banyak pertimbangan yang harus di pikirkan oleh Gina.
Melihat Gina yang telah sembuh total. Deni merasakan perasaan yang cukup bersalah pada adiknya sendiri. Deni bisa menyembuhkan Gina yang depresi berat saat itu. Namun Deni tidak mampu menyembuhkan depresi yang sedang di alami oleh adiknya sendiri. Sebuah paradoks yang membuat hidup Deni terasa hancur.