
Pagi ini seperti Deni akan mendapatkan sebuah berkat yang besar. Begitu bangun, Deni mulai merasakan suatu hal yang positif yang hendak di capai olehnya. Deni merasa begitu bahagia. Tubuhnya sangat segar di pagi ini, tak heran jika Deni mulai merasakan nikmat yang besar.
Deni mencium kening istrinya yang masih terlelap tidur. Kemudian dengan halus mengelus lembut wajah istrinya tersebut. Hingga akhirnya Nia terbangun, setelah mendapat sentuhan lembut dari seorang Deni.
Nia tersenyum pada Deni dengan begitu manisnya. menyapa Deni, sebelum akhirnya Nia mencium kening dari Deni juga. Mengucap kata cinta pada Deni, sebelum dua malaikat kecil Nia dan Deni yang menghampiri keduanya ke atas kasur.
Love dan Brian meminta Nia untuk memandikan mereka berdua. Sebab Love dan Brian ingin ikut senam di taman yang lokasinya tidak jauh dari rumah mereka. Begitu juga dengan Brian, hari ini Brian ingi melihat pameran mobil-mobilan yang ada di sebuah pusat pembelajaran. Hingga Brian meminta Nia untuk segera mengajaknya mandi. Begitu juga dengan Deni dan Nia sendiri, harus segera mandi. Agar mereka bisa melihat pameran yang akan berlangsung beberapa jam lagi.
Sebenarnya Deni dan Nia cukup malas untuk keluar dari ranjang mereka. Tapi paksaan dari Love dan Brian. Tak mampu mereka bendung. Kedua pun akhirnya menuruti kemauan dari Love dan Brian untuk segera bergegas dari ranjang mereka.
Menunggu Nia selesai memandikan kedua malaikat kecilnya. Deni melihat terlebih dahulu pesan masuk yang ada di handphonenya. Dia di buat terkejut, saat beberapa temannya mulai menyalin sebuah berita akan Deni yang di duga telah menutupi depresi dari seorang Bella. Deni yang awalnya tersenyum bahagia, seketika marah besar. Dia memukul keras meja. Tak lupa kata-kata kasar juga di lontarkan oleh Deni pada berita tersebut. Sebab berita itu benar menjatuhkan nama baik seorang Deni.
__ADS_1
Deni semakin marah besar saat membaca isi berita itu. Sudah semakin terbakar, saat Deni melihat nama seorang Roy yang menuturkan pemberitaan tersebut. Deni tambah semakin emosi dengan yang terjadi pada dirinya. Apalagi dengan pemberitaan yang akan Bella yang di tuduh telah melakukan perselingkuhan. Sehingga Roy harus melakukan kekerasan. Deni semakin tak terima. Deni siap menuntut Roy dan media yang telah memuat semua berita buruk tentang dirinya tersebut.
Baru selesai membaca semua isi berita kepalsuan yang di buat oleh Roy. Deni di kejutkan oleh kedatangan beberapa wartawan yang berada di luar rumahnya. Deni yang di kenal sebagai seorang psikiater ternama. Tentu menarik perhatian banyak orang untuk menanyakan kebenaran dari berita tersebut.
Nia yang baru selesai memandikan kedua anaknya. Terlihat panik saat melihat wajah Deni yang terlihat kembali marah. Nia menghampiri Deni, namun Deni justru malah pergi meninggalkan Nia. Saat Nia akan pergi keluar rumah untuk melihat orang yang menekan bel gerbang rumahnya. Dengan segera Deni melarang Nia.
Nia kembali menghampiri Deni dengan wajah penasaran darinya. Sampai akhirnya Deni pun menceritakan semua yang telah membuat dirinya kesal di pagi ini. Kekesalan dari berita bohong yang di buat oleh Roy atas dirinya. Deni benar-benar tidak mengerti dengan Roy yang terus saja mencari urusan dengan Deni. Sekalipun Deni sudah di buat hancur berkeping-keping oleh Roy atas hak asuh anak dan juga pembatalan kasus KDRT yang di lakukan oleh Bio terhadap adiknya.
Ide gila dari Deni itu langsung di tolak mentah-mentah oleh Nia. Bagi Nia apa yang telah di lakukan oleh Deni tidaklah baik. Deni hanya akan membuat semua situasi semakin buruk. Hingga Nia meminta Deni untuk memilih penyelesaian yang lain. Tidak harus bertarung seperti yang hendak Deni tempuh.
Nia meminta Deni untuk berpikir ulang akan kondisi kedua anaknya dan Nia sendiri. Nia tidak bisa membayangkan jika suatu hal yang buruk terjadi pada Deni. Dimana Nia akan hancur melihat Deni terluka. Nia meminta Deni untuk lebih bersabar, sambil menempuh cara lain dalam menghadapi seorang Roy. Deni tidak sendiri, ada istri dan anak yang harus Deni pikirkan.
__ADS_1
Melihat wajah Nia yang penuh ketakutan. Deni akhirnya meluluh, dia yang awalnya begitu emosi berat pada Roy. Perlahan mulai melunak. Deni pun membatalkan niat dalam hatinya untuk bertarung dengan Roy. Deni siap melawan Roy di meja hijau saja. Tempat yang lebih ramah di lakukan.
Nia begitu senang akan keputusan Deni yang membatalkan aksinya tersebut. Dengan begitu Deni di anggap cukup dewasa bagi seorang Nia. Tidak ada lagi sikap egois dari seorang Deni. Deni bisa lebih terbuka dalam menyikapi sebuah masalah. Tidak melulu dengan emosi dan pikiran dangkal. Kini Deni bisa lebih baik lagi.
Nia juga mengajak Deni untuk menemui rekan wartawan. Dimana Deni siap memberikan klarifikasi atas tuduhan berita yang telah di buat oleh Roy. Dengan klarifikasi tersebut, di harapkan setiap media akan berhenti untuk mencari informasi akan akan kebohongan yang di buat oleh Roy pada Deni.
Di temani oleh Nia. Deni menceritakan bagaimana jahatnya Roy memfitnah Deni. Hingga media pun mulai mengerti tentang berita buruk yang menyerang Deni. Mereka akhirnya menemukan jawaban atas apa yang telah di tulis oleh salah satu media terhadap Deni. Deni juga menegaskan bahwa dirinya siap memproses hukum, setiap media yang telah menyebarkan berita bohong akan dirinya tersebut.
Mendapatkan klarifikasi dari Deni. Semua wartawan itu akhirnya pergi dari rumah Deni. Baginya klarifikasi yang Deni ucapkan cukup untuk membantu mereka dalam mendapatkan berita yang tepat akan yang ada dalam media tersebut. Mereka mengucapkan terima kasih pada Deni yang telah bersedia untuk memberikan klarifikasi atas berita yang menyerang dirinya sebagai seorang psikiater ternama.
Baik Deni dan juga Nia, keduanya begitu lega setelah memberikan klarifikasi terhadap media yang ada. Sebab jika di biarkan, bukan tidak mungkin berita itu akan semakin liar. Hingga nama Deni akan semakin hancur atas pemberitaan yang ada.
__ADS_1
Deni berterima kasih pada Nia yang telah membuatnya berani untuk memberikan klarifikasi terhadap media. Tidak terbayang, jika saat itu Nia tidak berani untuk mengantar Deni memberikan klarifikasi. Mungkin saja Deni akan terus ketakutan untuk tampil di hadapan media. Apalagi Nia juga turut membantu Deni dalam memberikan keterangan yang jelas dan benar.