
Brian berlari ke arah kamar Nia. Dia dengan keras mengetuk pintu kamar kedua orangtuanya tersebut. Hingga Nia dan Deni yang masih tertidur di atas kasurnya. Segera bergegas menghampiri Brian yang terlihat panik.
"Ada apa?" tanya Nia.
"Kak Love sakit Mah. Badannya panas banget." jawab Brian dengan wajah paniknya.
Nia yang langsung di landa kepanikan hebat dengan kondisi dari seorang Love. Langsung menghampiri Love yang terbaring di atas kasurnya. Nia semakin panik melihat kondisi Love yang begitu terlihat lemas. Wajah Love juga terlihat begitu pucat. Sehingga Nia langsung meminta Deni untuk membawa Love menuju rumah sakit.
Deni yang terlihat masih mengantuk, menolak permintaan dari Nia tersebut. Dia merasa Love hanya demam biasa saja. Sehingga Love tidak harus pergi ke rumah sakit.
Ucapan dari Deni, jelas merusak perasaan dari seorang Nia. Dia tidak menyangka Deni akan mengatakan hal buruk tersebut. Padahal Love adalah anak kandung dari seorang Deni. Tapi Deni justru malah mengatakan hal yang tidak seharusnya diucapkan pada Love.
__ADS_1
Di sanalah Deni dan Nia saling beradu argumen. Keduanya terlibat pertengkaran hebat. Dimana Brian yang yang menyaksikan pertengkaran itu, terlihat tidak nyaman mendengar setiap ucapan dari Deni dan Nia yang terdengar dengan suara tinggi. Brian pun langsung menutup kedua telinganya saat Deni dan Nia beradu argumentasi. Dia tidak ingin mendengar suara kedua orangtuanya yang begitu bising tersebut.
Brian berlari menjauh dari keributan yang terjadi antara Deni dan Nia. Dimana bagi Brian keributan itu sangat tidak enak untuk di dengar oleh dirinya. Itu yang menyebabkan Brian memilih untuk pergi meninggalkan keributan yang terjadi.
Melihat Brian yang pergi dari dengan wajah penuh ketakutan. Nia pun begitu menyesali dengan keributan yang terjadi antara dirinya dengan suami. Baginya Brian tidak harus mendengarkan keributan yang terjadi di antara keduanya. Keributan yang membuat Brian memilih untuk menepikan dirinya dari kedua orangtuanya tersebut.
Deni tetap tidak terlihat merasa bersalah dengan apa yang terjadi. Sekalipun apa yang telah di lakukan oleh seorang Deni adalah kesalahan, tapi Deni tetap merasa itu hal yang wajar. Padahal Deni adalah seorang psikiater yang seharusnya bisa memahami perasaan setiap orang. Tidak menjadi orang egois yang tidak memiliki perasaan. Sikap Deni itu langsung mendapatkan kecaman dari seorang Nia. Dia merasa Deni tidak pantas mendapat label sebagai seorang psikiater. Sebab Deni justru lebih banyak tidak memiliki perasaan, di banding orang lain yang bukan psikiater seperti dirinya.
Tak hanya membawa Love saja ke rumah sakit. Nia juga mengajak Brian untuk ikut bersamanya. Nia tidak ingin Brian terpapar pemikiran Deni yang di kenal sebagai seorang yang tidak berempati tinggi. Padahal Love adalah anak kandungnya, tapi Deni justru terlihat tidak peduli pada Love sendiri.
Melihat Nia yang bersedih sepanjang perjalanan menuju rumah sakit. Batin seorang Brian pun turut bersedih. Dia meminta pada Nia untuk tidak menangi lagi. Sebab Nia harus bisa lebih kuat. Jika Nia bersedih, Brian pun turut bersedih. Mungkin itu akan membuat Brian akan semakin terpukul.
__ADS_1
Mendengar ucapan dari Brian yang begitu lembut pada dirinya. Nia mencoba kuat. Dirinya langsung menghapus semua air mata yang mulai menetes dari kedua matanya. Nia terlihat semakin kuat, dengan senyuman yang coba di berikan pada Brian. Walaupun kesedihan masih ada di dalam hati Nia dalam menyikapi sikap seorang Deni yang terlihat acuh pada seorang Love.
"Brian sayang Mamah."
"Mamah juga sayang Brian." balas Nia mengelus lembut kepala Brian.
"Brian gak mau sakit, sebab Brian tidak ingin Mamah dan Ayah berantem lagi. Berantem gara-gara Brian sakit."
Nia tersenyum. Dia bisa merasakan bagaimana seorang Brian mungkin terpukul dengan pertengkaran yang di pertontonkan oleh dirinya dengan Deni. Hingga Brian bisa berpikiran ke arah sana. Brian merasa harus kuat demi membuat Nia dan Deni untuk tetap akur. Sebuah kesedihan dari seorang anak akan kondisi rumah tangga orangtuanya yang sedikit goyang.
Tapi Nia mengingatkan pada Brian untuk tidak membohongi dirinya, jika memang Brian sedang sakit. Tidak ada yang harus di sembunyikan oleh Brian. Sebab sakit adalah hal yang wajar bagi manusia. Hingga Brian harus bisa menerima itu semua.
__ADS_1