
Seharian mengurus Love yang sedang sakit. Begitu juga dengan Brian yang mulai rewel, Nia mengkesampingkan urusannya sebagai seorang istri. Nia lupa menyiapkan makan malam yang mungkin akan di santap oleh seorang Deni.
Sebelum waktu maghrib tiba, Deni sudah berada di rumah dengan pakaian kerjanya. Deni sengaja tidak makan di luar, sebab Deni pikir akan ada hidangan yang di buat oleh Nia. Begitu selesai mandi, Deni langsung mendatangi meja makan untuk makan malam.
Deni tidak melihat Nia yang biasanya sudah menyiapkan peralatan makan bagi seorang Deni. Makanan pun di tutupi oleh sebuah tudung saja besar. Tida seperti biasanya yang terbuka dengan begitu indahnya. Sehingga makanan itu bisa terlihat dengan mata telanjang.
Deni perlahan mendekat ke arah meja makan. Dia terlihat begitu penasaran dengan isi dari tudung saji yang menutupi meja makan tersebut. Dengan segera Deni membuka tudung saja tersebut.
__ADS_1
Namun kekecewaan harus di rasakan oleh Deni, setelah melihat tidak ada sedikit pun makanan yang ada di dalam tudung saji tersebut. Deni kesal, sebab dirinya begitu lapar. Dia ingin menyantap makanan yang tentu bisa meredakan rasa lapar yang tengah menyerangnya tersebut.
Deni membanting tudung saji tersebut. Hingga menimbulkan suara yang begitu keras. Nia yang berada di dalam kamar Love, mendengar dengan jelas suara tudung saji tersebut. Nia pun langsung menghampiri ke arah suara yang terdengar tersebut.
Melihat Deni dengan wajah marahnya, Nia awalnya begitu menyambut keberadaan dari Deni. Dia menghampiri Deni yang masih cukup kesal dengan kenyataan yang harus di rasakan oleh seorang Deni. Kenyataan dari Deni yang harus tak menemukan makanan di malam ini.
"Ada apa?" tanya Nia.
__ADS_1
"Kamu seharian lakuin apa saja. Masa aku pulang kerja, tidak ada makanan sama sekali. Apa tugas kamu sebagai seorang istri kalau seperti itu?"
Nia yang tak terima dengan ucapan dari Deni. Langsung terpancing emosi. Dia menghampiri Deni dengan wajah penuh kekesalan.
"Seharian aku ngapain aja. Aku mengurus Love yang sedang demam. Kalau demam Love tidak segera turun, maka Love harus di rawat di rumah sakit. Apa kamu peduli dengan semua itu. Kamu hanya peduli pada pekerjaan kamu, nama baik kamu. Tapi tidak pernah peduli dengan keluarga kamu sendiri." ucap Nia dengan begitu tegasnya.
Deni hanya terdiam dengan semua ungkapan hati dari seorang Nia. Mungkin apa yang Nia ucapkan tidak begitu salah. Selama ini Deni memang tidak pernah ingin terlihat buruk dalam pekerjaan. Deni juga kurang memperhatikan keluarganya, sehingga tidak memberikan perhatian lebih pada keluarga kecilnya tersebut.
__ADS_1
Deni mulai meneteskan air mata saat melihat sikap acuhnya pada Love, Brian dan Nia. Mungkin Deni memang bukan sosok ayah dan suami yang baik bagi keluarga kecilnya. Hingga Deni melupakan semua kewajiban dari dirinya tersebut.
Nia yang tidak ingin semakin ribut dengan Deni. Memilih untuk segera pergi ke kamarnya. Tak lupa Nia memesankan Deni makanan pada sebuah restoran secara take away. Nia pun mengatakan jika makanan yang akan di makan oleh Deni akan tiba dalam 20 menit. Sehingga Deni tidak harus menunggu terlalu lama dengan semua itu.