Oktrouble

Oktrouble
Upaya Jemput Paksa Nabila


__ADS_3

Terik matahari langsung menyambut kedatangan Deni di rumah Bio. Panasnya cuaca hari ini, semakin mengobarkan semangat Deni dalam membawa Nabila pulang ke rumahnya.


Dengan langkah pasti, Deni mulai menapaki jalan menuju rumah Bio. Tetapi langkah Deni sempat tertahan, ketika sekuriti rumah Bio menanyakan maksud kedatangan Deni ke rumah Bio.


Sekuriti itu tak mengenali Deni yang merupakan kakak ipar dari Bio. Maklum dia baru beberapa minggu kerja di rumah Bio. Deni yang jarang ke rumah Bio, terasa asing dalam penglihatannya.


Tak ingin terjadi keributan, Nia mencoba membuat suasana menjadi dingin. Nia mengatakan jika dirinya ingin menjenguk Nabila. Mengingat Nabila adalah keponakan dari Nia dan Deni. Jadi wajar jika Deni dan Nia datang untuk menjenguk Nabila.


Santunnya gaya penyampaian dari Nia, membuat sekuriti itu akhirnya mempersilakan Deni dan Nia masuk kedalam rumah Bio. Kedatangan Deni langsung disambut pelukan hangat dari Nabila yang sudah lama tak berjumpa dengan Deni.


Deni menggendong Nabila, membawanya masuk kedalam rumah Bio yang besar dengan sedikit penghuni. Deni bertemu dengan perawat Nabila yang selama Bio di penjara menjadi wali asuh dari Nabila.


Perawat itu mengajak Deni dan Nia mengobrol di ruang tamu. Tawaran yang langsung diterima oleh Deni dan Nia.

__ADS_1


Sampai di ruang tamu, Deni dan Nia pun ditawarkan segelas minum oleh perawat tersebut. Beberapa tutup kue yang masih penuh, juga satu persatu dibuka oleh perawat itu. Mungkin perawat ini yang membuat Nabila betah disini. Meskipun Bella tidak ada disamping Nabila.


Deni dan Nia pun terus bermain-main dengan Nabila, selama menunggu perawat Nabila membawakan segelas minum yang ditawarkan pada keduanya. Tak ada perubahan berarti pada Nabila. Pipi chubby yang menjadi ciri khas seorang Nabila, masih tetap menggemaskan. Hingga beberapa kali Nia mencubit pipi Nabila tersebut.


Minum yang ditunggu oleh Nia dan Deni akhirnya tiba. Dengan sebuah nampan yang cukup indah dipandang. Perawat itu membawa dua gelas teh tawar untuk disajikan pada Deni dan Nia.


Begitu minuman itu ditaruh diatas meja, Nia langsung meminumnya. Nia belum sempat minum, setelah berlarian di taman tadi. Sampai di rumah, Nia juga tidak terpikir untuk minum. Mengingat kondisi Bella yang semakin memburuk. Memaksa Nia menurunkan egonya untuk minum.


"Ngomong-ngomong, ibu dan bapak ini siapanya Nabila?" Tanya si perawat pada Deni dan Nia.


"Saya Deni, dan ini istri saya Nia. Saya adalah kakak dari Bella, yang merupakan ibu dari Nabila. Jadi saya adalah paman dari Nabila." Terang Deni dengan sangat jelas.


"Baik. Tujuan pak Deni dan bu Nia dayang kesini untuk apa?" Tanya si perawat dengan begitu canggung.

__ADS_1


"Saya ingin membawa Nabila tinggal di rumah saya." Tegas Deni.


Namun ucapan tegas dari Deni, langsung mendapat balasan dari Roy.


"Tidak! Nabila akan tetap tinggal disini. Di rumah kakak saya. Bukan di rumah anda." Jawab Roy dengan tegas.


Deni yang terpancing emosi langsung menghampiri Roy. Belum menyentuh tubuh Roy. Langkah Deni langsung terhenti oleh dua bodyguard Roy yang berbadan besar.


Nyali besar Deni, seketika menciut dengan keberadaan dua bodyguard besar yang berada dihadapan Roy. Dia tak mungkin berkelahi dengan dua orang berbadan besar itu. Mengingat kedua bodyguard itu memiliki track record yang mumpuni dalam perkelahian.


"Nabila akan selamanya tinggal disini, sampai putusan hakim dibacakan. Jadi jangan sekali-kali anda coba untuk membawa Nabila keluar dari rumah ini!" Tegas dari Roy.


Tak dapat berkutik lagi. Deni akhirnya memilih pergi tanpa mengatakan sepatah katapun. Diikuti dengan Nia yang berjalan dibelakang Deni.

__ADS_1


__ADS_2