
Hari pernikahan.
Zoel dan Uswa kini di sibukan dengan berbagai macam kegiatan persiapan pernikahan mereka dari fiting pakaian yang akan di gunakan pada saat akad dan resepsi.
Hari ini adalah hari bahagia untuk Uswa dan juga Zoel yang akan mempersatukan cinta mereka kedalam sebuah ikatan yang semakin membuat mereka bersatu menjadi keluarga yang bahagia.
Uswa sudah selesai di rias, mengenakan kebaya berwarna putih. Zilla yang menerima Uswa sedari tadi tidak mampu berkata-kata. Zilla hanya bisa tersenyum dan meneteskan air matanya.
"Kau sangat cantik, Uswa" Ucap Zilla mendekat ke arah Uswa yang duduk di kursi rias
"Terimakasih, Zill" Jawab Uswa tersenyum
"Aku tidak percaya kalau kau menikah dengan Zoel yang merupakan Kakak angkatku dan maafkan aku jika sudah mengambil Ismail dari mu" Ucap Zilla meneteskan air matanya
"Aku sudah melupakan hal itu Zill dan sudah memaafkan mu. Kini saatnya kita melihat ke depan" Jawab Uswa tersenyum
Ismail yang melihat Uswa dan Zilla ikut terharu juga. Tidak terasa air mata Ismail menetes dengan segera Ismail mengusap air matanya dengan tangannya sendiri. Sebelum banyak orang yang melihat kepada dirinya.
"Hari ini kau cantik, anggun dengan memakai kebaya berwarna putih. Zoel sangatlah beruntung bisa memilikimu seutuhnya" Ucap Ismail masuk ke dalam kamar Uswa
"Abang" Jawab Ismail segera melihat ke arah Ismail
"Iya ini aku Abangmu. Maafkan aku jika selama ini aku selalu tidak bisa menjaga diri dengan baik dan kini tanggung jawabku telah selesai. Aku akan memberikan tanggung jawab ku kepada Zoel sebagai suamimu. Aku bangga memiliki adik seperti dirimu" Ucap Ismail berdiri di hadapan Uswa yang tidak sanggup membendung air matanya
__ADS_1
"Abang" Ucap Zilla lirih dengan mengelus pundak Ismail
"Cepatlah kau turun ke bawah. Zoel pasti sudah menunggumu" Perintah Ismail
"Iya, Bang. Aku dan Uswa akan segera turun ke bawah" Sambung Zilla
"Ayo" Ajak Zilla dengan memegang tangan Uswa dan berjalan berdampingan menuju ke lantai bawah dan diikuti oleh Ismail
Mereka sampai di lantai bawah, Uswa segera duduk di samping Zoel. Keduanya saling bertatap muka dan membalas senyuman.
"Bagaimana. Sudah bisa di mulai? Tanya Penghulu
"Bisa" Jawab Zoel
"Saya terima nikah dan kawinnya Uswa Zulkarnain binti Zulkarnain. Dengan maskawin tersebut, di bayar tunai" Jawab Zoel
"Bagaimana para saksi? Tanya Penghulu
"Sah..." Jawab Para tamu undangan
"Alhamdulillah" Ucap Penghulu
.
__ADS_1
.
Setelah acara ijab qobul dan resep selesai, Zoel segera berpamitan kepada Nenek Muna untuk membawa Uswa tinggal bersama di rumahnya. Awalnya Nenek Muna meminta Zoel dan Uswa untuk tinggal bersama di rumah Nenek Muna. Namun keputusan ini sudah di ambil oleh Zoel dan Uswa. Agar mereka bisa hidup mandiri setelah menikah dan tidak ingin merepotkan Nenek Muna.
______________________TAMAT________________
Terimakasih buat kalian semua yang sudah membaca karya Othor. Mengikuti novel ini dari awal hingga tamat di cerita cinta Zilla dan Ismail maupun di cerita cinta Uswa dan Zoel.
Sampai ketemu lagi dengan novelku yang selanjutnya.
Salam sayang paling di sayang dariku π
USWA ZULKARNAIN BINTI ZULKARNAIN dengan memakai kebaya berwarna putih
ZOEL FIRMANSYAH
__ADS_1