
Pagi hari saat Bu Sukma dan Uswa akan pergi berbelanja ke pasar.
"Bang... Abang..." Pangil Bu Sukma kepada Ismail
"Iya Bu" Jawab Ismail dari dalam kamar miliknya
"Ibu dan Uswa akan pergi ke pasar. Apa kamu mau menitip sesuatu yang kamu inginkan? Tanya Bu Sukma
"Tidak Bu. Ismail rasa tidak ingin sesuatu" Jawab Ismail
"Iya sudah Ibu pergi ke pasar dulu" Ucap Bu Sukma
"Ibu jalan kaki pergi ke pasarnya atau naik sepeda? Tanya Ismail
"Jalan kaki saja, Nak. Sekali olahraga agar badan tetap sehat dan segar" Jawab Bu Sukma
"Hm... Andai saja Uswa bisa naik motor. Itu motor kan bisa di gunakan, biyar tidak capek Ibu" Ucap Ismail
"Sudahlah tidak masalah. Ibu sudah biasa jalan kaki bersama Uswa" Jawab Bu Sukma
"Lagian Uswa baru juga jatuh sekali dari motor dan sekarang tidak mau belajar lagi naik motor" Ucap Ismail
"Mungkin Uswa takut' Jawab Ismail
"Iya Bu" Ucap Ismail berjalan di belakang Ibunya yang hendak keluar rumah sedangkan Uswa sudah berada di depan rumah menunggu Bu Sukma
"Ibu sudah siap? Tanya Uswa kepada Bu Sukma
"Sudah, Nak. Ayo kita pergi ke pasar sekarang" Jawab Bu Sukma
"Iya Bu" Jawab Uswa
"Abang jaga rumah iya" Ucap Bu Sukma
"Iya Bu" Jawab Ismail
Ismail masih berdiam diri di depan rumahnya. Ismail masih melihat Bu Sukma dan Uswa yang meninggal rumahnya untuk pergi ke pasar. Setelah di lihatnya Bu Sukma dan Uswa sudah tidak terlihat lagi. Ismail masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu rumahnya dengan rapat-rapat. Ismail terburu-buru kembang masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil kertas-kertas warna yang di simpanya di laci meja miliknya dan sudah terisikan sebuah kata-kata cinta tulus dan romantis untuk Uswa yang di tuliskanya kemarin.
Ismail melangkah kakinya menuju ke kamar Uswa. Ismail meletakkan dan menempelkannya kertas-kertas warna tersebut ke setiap sudut kamar milik Uswa. Sampai-sampai Ismail tak juga lupa menempelkannya di belakang pintu kamar mandi.
Ismail yang melihat hasil kamar Uswa merasa puas akan karyanya. Terlihat jelas senyum di bibirnya. Ismail berharap agar Uswa setelah pulang dari pasar dapat membacanya kertas-kertas warna itu.
Setelah di rasanya cukup Ismail keluar dari kamar Uswa dan Ismail ke kamarnya.
Hah... Ismail menghembuskan nafas dengan lega dan Ismail pergi ke atas tempat tidur untuk sekedar membaringkan tubuhnya.
"Aku berharap Uswa akan setuju dengan pemikiranku. Setelah Uswa membacanya aku akan berbicara dua mata dengannya" Ucap Ismail lirih Aku sudah tidak sabar lagi menunggu kabar gembira darinya
Tak terasa sudah lebih dua jam Bu Sukma dan Uswa berada di dalam pasar. Mereka berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari dan tak juga lupa membeli bahan-bahan untuk membuat kue. Bu Sukma dan Uswa bersyukur karena akhir-akhir ini banyak sekali yang sudah memesan kue buatannya. Karena mereka berkata bahwa kue buatan Bu Sukma dan Uswa sangatlah enak. Meskipun demikian perkataan mereka seperti itu namun tidak memudarkan kekreasian Uswa untuk membuat kue dengan inovasi yang baru lagi.
"Assalamualaikum" Ucap salam Bu Sukma
"Waalaikumsalam" Jawab Ismail dari dalam kamarnya
"Abang" Pangil Bu Sukma
"Iya sebentar Bu" Ucap Ismail
__ADS_1
Ismail membukakan pintu rumahnya dan setelah di lihatnya Bu Sukma dan Uswa sudah pulang dari pasar.
"Ibu pulangnya jalan kaki juga? Tanya Ismal
"Iya Bang" Jawab Bu Sukma
"Kenapa Ibu dan Uswa tidak naik andong saja? Tanya Ismail
"Ibu ingin berjalan kaki saja Bang" Sambung Uswa
"Sini Abang yang bawakan belanjaan ke dapur letakan di situ saja" Ucap Ismail menyuruh Bu Sukma dan Uswa yang melihat barang bawaan mereka cukup banyak
"Terimakasih" Ucap Bu Sukma
"Iya Bu" Jawab Ismail
Ismail membawa barang belanjaannya ke dalam dapur sedangkan Bu Sukma dan Uswa mereka duduk di ruang tamu.
"Bu... Uswa minumlah dulu" Ucap Ismail menyodorkan dan meletakkannya segelas air putih yang ia bawah dari dapur ke atas meja
"Terimakasih Bang" Ucap Uswa mengambil air putih yang berada di atas meja lalu meminumnya
Begitu pun dengan Bu Sukma langsung meminum air putih tersebut dengan habis.
"Kalau tau kalian berbelanja barang-barang banyak seperti tadi, lebih baik tadi saya ikut aja ke pasar untuk antar kalian" Ucap Ismail
"Sudahlah Bang tidak repot juga kok kita bawanya. Tadi di jalan juga bertemu Hadi, Hadi juga menawarkan untuk mengantar barang belanjaan kita. Tapi kita tolak juga kok" Ucap Bu Sukma
"Bu. Saya ke dapur dulu iya untuk menata barang-barang belanjaan tadi" Ucap Uswa dengan membawa gelas bekas minumannya
"Oh iya, Nak. Hari ini ada pesanan kue dari Bu Ulya. Bu Ulya mengatakan kalau kuenya harus di antarkan hari ini jam tiga sore ke rumahnya" Ucap Bu Sukma
"Terimakasih iya, Nak" Ucap Bu Sukma
"Iya Bu. Sama-sama" Jawab Uswa meninggalkan Bu Sukma dan Ismail yang masih berada di ruang tamu
"Ibu kekamar dulu Bang" Ucap Bu Sukma berpamitan kepada anaknya
"Iya Bu" Jawab Ismail
"Aduh kenapa jadi begini! Kapan jadinya Uswa akan masuk ke dalam kamarnya dan membacanya" Ucap batin Ismail
Uswa sudah memulai mengadoni kuenya saat Ismail melihatnya ke dapur.
"Uswa. Abang pergi ke rumah Hadi dulu iya" Ucap Ismail berpamitan kepada Uswa
"Iya Bang" Jawab Uswa
"Semoga saja Uswa segera membacanya" Ucap batin Ismail melihat Uswa yang sedang mengadoni kuenya
Pesanan kue hari ini cuma satu orang saja. tidak seperti biasanya, meskipun cuma satu orang saja namun pesanan kuenya empat ratus biji. Maklum saja mereka ada hajatan besar di rumah Bu Ulya.
Sedari pulang dari pasar dan mau masuk sholat Dzuhur Uswa masih bergelut di dalam dapur bersama Bu Sukma. Uswa belum sempat pergi ke kamarnya.
Suara adzan Dzuhur sudah berkumandang Bu Sukma dan Uswa menghentikan sejenak pekerjaannya dan langsung mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat Dzuhur. Uswa menuju ke kamarnya, saat pintu kamarnya terbuka Uswa mengambil mukena dan sajadahnya yang terganteng di dalam lemarinya. Uswa melihat kertas warna Merah yang tertempel di mukenanya dan langsung membacakan. Setelah di bacanya Uswa tersenyum, Uswa melihat keadaan sekitar kamarnya Uswa kembali di temukanya dengan kertas berwarna-warni yang menempel di setiap sudut kamarnya miliknya. Uswa membacanya setiap kertas dan tersenyum manis.
"Abang" Ucap Uswa
__ADS_1
Uswa berlari menuju ke luar kamar, mencari Ismail. Uswa melupakan kalau Ismail sedang berada di rumah Hadi.
"Kenapa aku bisa lupa! Ucap Uswa dengan mengingat kembali kalau Ismail sudah berpamitan kepada dirinya untuk pergi ke rumah Hadi
Sebaiknya aku sholat terlebih dahulu dan setelah itu aku akan menunggu Abang dan menanyakan kepada Abang Ismail.
Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore saatnya Uswa mengantarkan kue pesanan Bu Ulya. Saat Uswa pulang dari rumah Bu Ulya, Uswa berpapasan dengan Ismail.
"Uswa" Panggil Ismal
"Abang" Jawab Uswa
"Mau ke mana? Tanya Ismail
"Mau pulang. Uswa dari rumah Bu Ulya untuk mengantarkan pesanan kuenya" Jawab Uswa
"Bisa kita pergi ke pantai dulu? Tanya Ismail
"Bisa Bang" Jawab Uswa
"Yasudah kamu jalan duluan. Aku akan mengikutimu dari belakang" Ucap Ismail
"Baiklah" Jawab Uswa
Mereka akhirnya sampai di pantai, Ismail rasa tempat ini sangatlah cocok.
"Duduklah" Ucap Ismail
"Kenapa Abang mengajak Uswa ke sini? Tanya Uswa
"Apa kamu sudah membacanya? Tanya Ismail balik dan tak menjawab
"Sudah" Jawab Uswa menundukkan kepalanya
"Apa kamu menerimaku Uswa? Tanya Ismail
Uswa tak mampu mengucapkan kata-kata, Uswa hanya diam dan menundukkan kepalanya.
"Kenapa kamu tidak menjawabnya? Tanya Ismail
Uswa lagi-lagi tak ingin menjawab pertanyaan Ismail
"Apa kamu tidak suka dengan ku? Tanya Ismail
Uswa tidak menjawab
"Uswa sekali lagi aku bertanya kepada mu. Apa kamu mau menerimaku? Tanya Ismail
Uswa hanya menganggukan kepalanya
"Kamu menganggukan kepalamu, berarti kamu menyetujuinya Uswa. Alhamdulillah" Ucap Ismail yang sedari tadi sudah was-was dengan jawaban Uswa akan menolaknya
"Iya sudah nanti malam setelah sholat Maghrib aku akan memberikan kejutan untukmu. Kamu pulanglah sekarang" Ucap Ismail
"Iya Bang" Jawab Uswa meninggalkan Ismail dengan tersenyum manis dan meninggalkan rasa bahagia untuk Ismail
"Aku dan Abang. Rasanya sungguh tidak percaya, kalau selama ini Abang juga mencintaiku" Ucap batin Ismail
__ADS_1
Sedari tadi Ismail sudah di buat dak dik duk dengan Uswa yang hanya diam dan tak menjawab pertanyaan Ismail. Ismail hampir frustasi di buat oleh Uswa.
Bersambung... ✍️