Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 20


__ADS_3

Pak Pandu murka dengan keadaan yang di buat oleh Zilla.


Suara keributan terdengar sampai ke kamar Bu Ain, Bu Ain mendengarkannya dengan sangat jelas. Bu Ain yang mendengarkan keributan tersebut langsung membangunkan suaminya Pak Tejo.


"Pak-Pak ayo bangun! Perintah Bu Ain


"Masih malam Bu. Bapak masih ngantuk" Ucap Pak Tejo


"Pak coba dengarkan dulu ada suara ribut-ribut di luar. Ayo kita pergi lihat ke sana! Ajak Bu Ain


"Hm..." Jawab Pak Tejo


"Bapak" Ucap Bu Ain sambil menyeret Pak Tejo


"Ibu ini kenapa sih? Kepo sekali mau tau urusan orang. Itu paling Pak Pandu lagi marahin Zilla" Ucap Pak Tejo


"Iya kita lihat dulu. Aku kasihan dengan Nak Zilla Pak..." Ucap Bu Ain


"Iya-iya ayo kita lihat! Ajak Pak Tejo


Pak Tejo dan Bu Ain keluar kamar dan mencari suara keributan tersebut. Ternyata setelah di lihatnya Pak Pandu sedang marah-marah di ruang tamu dan sedang berbicara dengan Boy.


"Maaf Pak. Sebenarnya ada apa ini? Tanya Bu Ain


"Iya Pak ada apa? Sambung Pak Tejo


"Zilla aku kurang di kamarnya. Jangan ada yang membuka pintu kamar Zilla. Kalau pun boleh di buka saat Bu Ain memberikan dia makanan saja! Perintah Pak Pandu


"Kenapa begitu Pak? Tanya Pak Tejo


"Biyar Zilla jera aja dengan apa yang sudah dia lakukan" Jawab Pak Pandu


"Tapikan kasihan dengan Nak Zilla" Sambung Bu Ain


"Ini perintah saya Bu. Kalau Bu Ain masih mau bekerja dengan saya. Tolong lakukan apa yang saya suruh" Jawab Pak Pandu


"Ya Allah Pak. Bapak tega sekali berbuat seperti itu dengan Nak Zilla" Ucap Bu Ain


"Bu Ain mulai sekarang jangan memberikan perhatian yang lebih kepada Zilla. Apalagi memanjakan dia dan menuruti semua perkataan Zilla" Ucap Pak Pandu


"Pak... Ucap Bu Ain belum di teruskan. Akan tetapi Pak Tejo sudah menyikut Bu Ain duluan memberikan kode agar Istrinya tidak berbicara yang lebih jauh lagi supaya tidak menimbulkan masalah antara Bu Ain dan Pak Pandu. Terkadang Bu Ain lebih menentang perkataan Pak Pandu ketimbang Pak Tejo yang selalu menuruti dan melaksanakan semua apa yang Pak Pandu ucapkan.


Terkadang Pola pikir Bu Ain bertentangan dengan Pak Tejo. Akan tetapi walaupun sikap Bu Ain begitu tidak menyurutkan cinta di antara mereka.

__ADS_1


Pak Tejo mengajak Bu Ain kembali ke kamarnya. Pak Tejo memegang tangan Bu Ain dengan erat-erat. Pak Tejo tersenyum kepada Bu Ain memberikan kode agar tidak ikut campur urusan Pak Pandu dan Zilla.


.


.


.


Setelah kepergian Pak Tejo dan Bu Ain. Pak Pandu nampak masih berbicara dengan Boy orang kepercayaan Pak Pandu.


"Boy. Zilla tadi dengan siapa di bar? Tanya Pak Pandu


"Sendiri Pak" Ucap Boy


"Apa di sana tidak ada teman-temannya? Tanya Pak Pandu


"Tidak ada Pak. Saat saya samapai di bar itu hanya ada Zilla dan Ismail. Seperti Ismail juga baru sampai dia kuwalahan menghadapi Zilla yang sedang mabuk. Sebenarnya bar itu seharusnya sudah tutup di karenakan Zilla yang ngotot makanya mereka masih buka" Jawab Boy menjelaskan secara singkat kepada Pak Pandu


"Ismail" Ucap Pak Pandu


"Sepertinya Ismail orang yang baik-baik Pak" Ucap Boy


"Iya sepertinya begitu. Apa kamu sudah memastikannya apa yang sudah saya perintah? Tanya Pak Pandu


"Sudah Pak" Jawab Boy


"Terimakasih Bos" Jawab Boy dengan senyuman


"Jangan tersenyum puas dulu Boy. Setelah ini masih ada tugas yang jauh lebih penting lagi dari tugas yang kemarin" Ucap Pak Pandu


"Tugas penting apa Bos? Tanya Boy


"Tugas menikahkan Zilla" Jawab Pak Pandu


"Menikahkan Zilla" Ucap Boy dengan bertanya-tanya


"Apa hubungannya Zilla menikah dan apa hubungannya pula dengan saya? Tanya Boy


"Ada hubungannya" Jawab Pak Pandu


"Apa Bos akan menikahkan saya dengan Zilla? Tanya Boy


"Lancang sekali Boy kamu berbicara seperti itu kepada saya" Ucap Pak Pandu

__ADS_1


"Maaf Bos. Itu hanya pikiran saya" Jawab Boy


"Apa menurutmu kamu pantas menikahi anak saya? Tanya Pak Pandu


"Maaf Bos. Seperti saya tidak pantas menikah dengan Zilla" Jawab Boy


"Terus siapa orang yang pantas menikah dengan Zilla? Tanya Pak Pandu


"Maaf Bos saya tidak tahu" Jawab Boy


"Boy... Boy... Yang kamu ucapkan dari tadi maaf terus. Apa tidak ada kata lain selain maaf, pikir pakai otak Zilla pantas dengan siapa" Ucap Pak Pandu tanggannya menunjuk ke otak Boy


Boy tidak bisa menjawab pertanyaan Pak Pandu. Boy hanya bisa terdiam dan menundukkan kepalanya dengan begitu Pak Pandu akan mengerti.


"Sudahlah kamu pulang saja" Ucap Pak Pandu singkat


"Baik Bos. Saya permisi dulu" Ucap Boy


Boy meninggalkan kediam rumah Pak Pandu yang begitu mewah. Meskipun perkataan Pak Pandu ceplas-ceplos akan tetapi Boy tetap setia bekerja dengan Pak Pandu. Bagi Boy ucapan Pak Pandu hanya ucapan biasa. Ucapan Bos yang semena-mena dengan anak buahnya. Dia hanya bisa melakukan apa yang Bosnya suruhan saja dan menerima imbalan dari tugas yang sudah Ia lakukan itulah kehidupan Boy.


.


.


.


Pak Pandu kembali ke kamarnya dengan keadaan marah sesampainya di dalam kamar Pak Pandu membanting semua barang-barangnya yang berada di mejanya.


Brakkk... Suara barang jatuh berhamburan.


"Dosa apalagi yang kau berikan kepada ku ya Tuhan" Ucap Papa Pandu mengeluh


"Aku sudah membesarkan dia dan sudah merawatnya sejak kecil hingga sekarang ini. Apa yang kurang aku berikan kepada dia, aku sudah memenuhi segala kebutuhan dia dan hidup dengan penuh kemewahan ini yang aku berikan" Ucap Pak Pandu menanggis


"Apa aku Papa yang kurang perhatian? Tanya Pak Pandu kepada dirinya sendiri


"Apa aku Papa yang jahat untuk anakku sendiri? Tanya Pak Pandu kepada dirinya sendiri


Pak Pandu malam ini perasaan di penuhi dengan kefrustasi akan sikap Zilla. Pak Pandu masuk kedalam kamar mandi dan menyalakan shower air mengalir membasahi tubuhnya Pak Pandu dengan begitu Pak Pandu akan merasa reda emosi yang di dalam hatinya.


Pak Pandu merasa lelah dengan sikap Zilla maka dari itu Pak Pandu akan menikahkan Zilla kepada seseorang yang di anggap mampu memberikan jalan yang terang dan jalan kebenaran menuju kebaikan. Pak Pandu sudah memikirkan ini dengan matang-matang meskipun nantinya menantunya hanya dari kalangan orang biasa. Pak Pandu tidak memasalahkan soal itu yang terpenting adalah merubah Zilla menjadikan perempuan tanpa dosa dan menjadikan Zilla perempuan solehah yang takut akan Allah.


Bersambung... โœ๏ธ

__ADS_1


Jangan lupa berikan komentar kalian


Salam sayang paling di sayang๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


__ADS_2