
Pagi ini nampak seperti biasanya Zilla dan Ismail melakukan shalat subuh berjamaah di rumah secara bersamaan-sama. Setelah selesai shalat subuh Ismail melanjutkan kegiatannya dengan membaca Al-Qur'an. Sedangkan Zilla pergi menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi. Zilla hari ini tidak bermalas-malasan lagi, Zilla akhir-akhir ini mulai lebih giat mengerjakan pekerjaan rumah.
Saat Ismail sedang membaca Al-Qur'an, ponsel milik Zilla berdering berulang kali. Akibatnya Ismail menghentikan kegiatan membaca Al-Qur'an nya dan Ia segera mengambil ponsel milik Zilla yang terletak di atas meja rias. Ismail melihat ke ponsel tersebut terdapat sebuah panggilan sepuluh kali dari semalam oleh Bu Ain.
"Kenapa di riwayat Panggil Bu Ain menelepon Zilla banyak kali? Apa apa iya" Pikir Ismail segera turun ke lantai bawah untuk menemui Zilla di dapur
"Zilla" Panggil Ismail saat masuk ke dalam dapur
"Iya Abang" Jawab Zilla
"Ini ponsel mu tadi berdering dan Bu Ain menelepon mu berulang kali" Ucap Ismail memberikan ponselnya kepada Zilla
"Bu Ain" Jawab Zilla dengan menaikan salah satu alisnya
"Mungkin ada hal yang penting. Cepat telpon balik atau jangan-jangan sudah terjadi sesuatu dengan Pak Pandu" Perintah Ismail
"Sebentar lagi. Aku masih masak, nanti aku akan menelepon Bu Ain" Ucap Zilla
"Sudahlah tinggalkan itu. Biarkan aku yang melanjutkan memasaknya" Jawab Ismail
"Baiklah kalau Abang memaksa" Ucap Zilla segera pergi dari dapur dan menuju ke depan rumah
Zilla duduk di depan rumah, Zilla mulai menyalakan ponsel miliknya untuk menelepon Bu Ain. Saat teleponnya tersambungkan Zilla segera berbica dan bertanya kepada Bu Ain.
"Assalamualaikum Bu" Ucap salam Zilla
"Waalaikumsalam, Nak Zilla. Ini Bu Ain" Jawab Bu Ain
"Iya Bu. Bu ada apa Ibu meneleponku? Tanya Zilla langsung
"Hm... Maaf Ibu cuma ingin memberikan kabar gembira" Jawab Bu Ain
"Kabar gembira apa Bu? Tanya Zilla balik
"Pak Pandu sekarang Alhamdulillah sudah tidak seperti dulu lagi, Nak. Pak Pandu lebih sering di rumah, Pak Pandu sudah tidak lagi pergi ke luar kota, dan sekarang Pak Pandu sedang belajar agama bersama Ustadz Tolib. Alhamdulillah pokoknya, Nak. kata Pak Pandu, Bapak ingin bertobat dengan apa yang sudah di lakukannya saat ini. Pak Pandu hanya fokus pada hari tuanya dengan memperdalam ilmu agama yang selama ini Bapak abaikan" Jawab Bu Ain menjelaskannya
"Alhamdulillah Bu kalau Papa seperti itu. Zilla bersyukur. Tadinya Zilla panik dan jantung Zilla hampir copot. Zilla sudah berpikir yang bukan-bukan soal Papa" Ucap Zilla membuang nafasnya dengan lega
"Terus bagaimana keadaan keluarga Zilla di sana? Tanya Bu Ain
"Alhamdulillah aku sehat, Bu" Jawab Zilla
"Lha kabar Ismail dan dedek bayi gimana? Tanya Bu Ain
"Sehat juga" Jawab Zilla
__ADS_1
"Sebentar lagi Zilla akan lahiran memiliki anak. Ibu harap Zilla bisa menjadi Ibu yang baik dan bisa menjadi Istri yang patuh dan taat kepada suami" Ucap Bu Ain
"Amin, Bu. Doakan saja semoga persalinannya lancar" Jawab Zilla
"Amin. Zilla lagi apa sekarang? Tanya Bu Ain
"Tadi Zilla lagi masak sih, Bu. Terus ada telpon jadinya Abang yang lanjutin masaknya" Jawab Zilla
"Abang. Abang Ismail maksudnya? Tanya Bu Ain tertawa
"Iya Abang Ismail" Jawab Zilla
"Wah... Romantisnya nama panggilannya Abang Ismail pula" Ucap Bu Ain
"Iya lah, Bu. Nama panggilan buat suami Zilla" Jawab Zilla tersenyum ceria
"Ya sudah Ibu Ain cuma mau memberitahu itu saja. Zilla di sana jaga diri baik-baik iya, jangan suami, jaga dedek bayi, salam buat Ismail. Assalamualaikum" Ucap Bu Ain mengakhiri teleponnya
"Waalaikumsalam" Jawab salam Zilla
Setelah selesai menelepon Zilla masuk ke dalam rumah menuju ke dalam dapur.
"Abang" Panggil Zilla tersenyum
"Apa yang kalian bicarakan? Tanya Ismail
"Kenapa dengan Papamu? Tanya Ismail balik
"Bu Ain memberitahuku kalau Papa sering di rumah dari pada di kantor, Papa saat ini juga sedang belajar soal agama bersama Ustadz Tolib. Iya mungkin saja bisa jadi Papa mau bertobat" Jawab Zilla
"Oh" Ucap Ismail
"Di mana sayurannya Bang? Tanya Zilla yang melihat dapurnya sudah bersih
"Aku sudah memasaknya, semua sudah ku sajikan di atas meja" Jawab Ismail
"Iya Sudah. Kalau begitu mari kita sarapan pagi" Ucap Zilla mengajaknya dan berjalan menuju ruang makan
"Iya" Jawab Ismail mengikutiku langkah Zilla
"Sedapnya" Ucap Zilla saat membuka tudung saji tersebut
Ismail segera duduk, sedangkan Zilla mengambilkan nasi dan lauk untuk Ismail.
"Makanlah Bang" Ucap Zilla menyodorkan makanan yang telah di ambilnya, setelah itu Zilla pergi dari ruang makan
__ADS_1
"Mau pergi ke mana? Tanya Ismail yang melihat Zilla
"Mau mandi dulu Bang, Abang lanjutkan saja sarapannya nanti Zilla kembali lagi" Ucap Zilla menjelaskannya
"Hm... Dia menyuruhku sarapan, sedangkan dia saja tidak menemaniku sarapan" Ucap batin Ismail
Ismail memulai menghabiskan makanannya dengan lahap. Setelah sarapan Ismail pergi berangkat ke tempat kerja. Namun sebelumnya Ismail terlebih dahulu akan berpamitan kepada Zilla berpesan seperti biasanya agar tidak keluar dari rumah saat dirinya kerja dan tidak membukakan pintu saat orang lain bertamu ke rumahnya.
Ismail baru saja menaiki satu anak tangga, namun Zilla terlebih dahulu sudah menuruni anak tangga. Ismail yang melihatnya segera turun kembali.
"Zilla" Panggil Ismail
"Iya Abang" Jawab Zilla
"Aku pergi kerja dulu. Kau jaga diri di rumah baik-baik iya" Ucap Ismail
"Iya Bang hati-hati di jalan" Jawab Zilla segera mendekat ke arah Ismail dan mencium tangannya
"Assalamualaikum" Ucap salam Ismail
"Waalaikumsalam" Jawab salam Zilla dengan segera mengunci pintu rumahnya
Sedari tadi sudah ada seseorang yang sedang mengawasi rumah Ismail dan mengawasi gerak-gerik orang yang ada di dalam rumahnya. Orang tersebut bersembunyi tidak jauh dari rumah Ismail. Ketika orang tersebut melihat Ismail keluar rumah. Ia segera mendekat ke rumah Ismail.
"Tok... Tok... Tok..." Suara pintu di ketuk dari luar
"Iya Abang sebentar" Ucap Zilla dari dalam rumah dan segera membukakan pintunya untuk Ismail
"Kau" Ucap Zilla yang terkejut melihat kedatangan Asril secara tiba-tiba di karenakan setelah kejadian waktu itu Asril tidak lagi menemui Zilla. Hari ini Asril kembali menemui Zilla dan membuat Zilla tidak habis berpikir jauh ke sana. Zilla hanya mampu terpaku di depan pintu rumahnya
"Sayang" Panggil Asril kepada Zilla dan mengajak Zilla masuk ke dalam rumah
Awalnya tanpa Zilla sadari, Zilla mengikutiku Asril dengan begitu saja. Setelah kesadaran Zilla kembali Zilla segera mengibaskan tangan Asril
"Sayang. Aku rindu sama kamu" Ucap Asril manja
"Kau jangan gila Asril! Aku sudah memiliki suami. Pergila" Jawab Zilla memalingkan wajahnya
"Apa kau lupa dengan janji kita? Kita akan hidup bersama hingga menua" Ucap Asril tersenyum dan memegang tangan Zilla
"Lupakan semua itu, jangan pernah temui aku lagi" Jawab Zilla mengibaskan tangan Asril dan mundur
"Mau kemana kamu? Ayolah mendekat kemari aku merindukanmu dan juga anakku yang sedang kau kandung" Ucap Asril berjalan mendekat Zilla dengan melentangkan kedua tangannya siap untuk memeluk Zilla
"Pergilah Asril" Jawab Zilla mendorong tubuh Asril yang akan memeluknya. Akibatnya Asril jatuh di kursi ruang tamu. Asril yang tidak terima dengan perlakuan kasar Zilla segera bangkit dan berdiri tangannya menangkap lengan Zilla yang ingin pergi ke lantai atas
__ADS_1
"Pergi" Jawab Zilla lagi-lagi ingin melepaskan tangannya dari Asril. Asril semakin memperkuat cengkeramannya. Zilla mengigit tangan Asril dan berhasil lepas dari cengkeraman Asril. Zilla segera berlari ke lantai atas, namun sayangnya tanpa sengaja Zilla tersandung dan jatuh. Akibatnya perut Zilla mengenai pinggir meja. Zilla yang merasakan kesakitan membuat Asril terkejut dan panik. Di tambah lagi Zilla sudah mengeluarkan begitu banyak darah. Zilla merasakan kesakitan dengan memegang perutnya dan mengelusnya. Zilla yang meminta tolong kepada Asril, malah Asril pergi begitu saja dari rumah Zilla dalam keadaan ketakutan. Zilla ingin menelepon Ismail akan tetapi ponsel milik Zilla terletak di atas meja dan membuat Zilla kesusahan untuk pergi mengambilnya. Akhirnya Zilla tergeletak di ruang tamu dengan keadaan kesakitan.
Bersambung... ✍️