
Kemarahan Pak Pandu 2
.
.
"Zilla kamu tau semalam pergi ke mana? Tanya Papa Pandu
"Zilla pergi bersama teman. Pa" Jawab Zilla lantang
"Apa kamu bilang teman? Teman macam apa itu! Teman yang mengajak kamu mabuk-mabukan. Kamu masih bilang mereka temanmu. Apa kamu lupa kalau pergi ke diskotik, mabuk, itu semua perbuatan dosa. Kamu itu perempuan mau jadi apa kamu? Pelacur" Ucap Papa Pandu dengan tegas
"Astagfirullah Pak" Ucap Bu Ain mengelus dadanya
"Sudah Bu kita jangan ikut-ikutan" Bisik Pak Tejo kepada istrinya
"Papa tega iya berbicara seperti itu kepada Zilla" Ucap Zilla
"Terus panggilan apa yang cocok untuk kamu? Kamu tidak suka Zilla" Tanya Papa Pandu
"Iya. Papa dari dulu tidak sayang dan perhatian dengan Zilla. Iya kan, Papa lebih mementingkan pekerjaan Papa. Papa gak ada waktu untuk Zilla makanya Zilla mencari teman di luar sana yang bisa diajak berbicara" Jawab Zilla
"Itu alasan kamu saja Zilla. Kamu perempuan tidak bisa menjaga diri" Ucap Papa Pandu
"Kenapa sih Pa. Papa selalu saja menyalahkan Zilla? Tanya Zilla
"Papa tidak akan menyalahkan Zilla kalau Zilla tidak berbuat salah. Bisa saja kamu lakukan hal baik di rumah dan tidak harus pergi dengan teman yang mengajak kamu mabuk-mabukan" Jawab Papa Pandu
"Papa selalu saja menyalahkan Zilla.
Pa... Teriak Zilla
"Apa Zilla bukan anak Papa? Apa Zilla cuma anak pungut" Pertanyaan yang selalu di lontarkan dari mulut Zilla ketika dia sedang marah dengan Papanya
__ADS_1
"Benarkan Pa. Zilla cuma anak pungut? Tanya Zilla
Zilla sudah sangat emosi dan tidak terkontrol.
"Papa Pandu Mengangkat tangannya ingin menampar Zilla, tetapi tidak jadi.
"Ayo Pa tampar Zilla. Tampar... Teriak Zilla
Plak... Plak... Sebuah tamparan yang mendarat dengan keras di kedua Pipi Zilla
"Emang benar kan Pa... Kalau Zilla cuma anak pungut Papa? Tanya Zilla sambil menanggis sesegukan
Lepaskan aku Bu... Semua orang tidak sayang sama Zilla. Mencoba memberontak dari Bu Ain yang sedang menenangkannya.
"Ibu sayang kamu Zilla. Kamu jangan berbicara seperti itu Nak" Ucap Bu Ain
"Lepaskan Bu... Zilla mendorong Bu Ain hingga terjatuh dan Zilla langsung pergi begitu saja ke Kamarnya tanpa meminta maaf terlebih dahulu kepada Bu Ain karena dia sudah mendorongnya hingga terjatuh.
Maskipun perlakuan Zilla ke pada Bu Ain tidak sopan. Bu Ain tetap mengikuti Zilla dari belakang dan masuk ke kamar Zilla. Rasa sayang Bu Ain tidak akan pernah luntur bahkan tidak akan pernah pudar meskipun terkadang sikap Zilla tidak sopan kepada Bu Ain. Bu Ain hanya membalas dengan senyuman, Bu Ain ingin mengambil hati Zilla agar Zilla bisa di jalan yang benar dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan salah yang di larang agama dan merusak martabat seorang perempuan.
"Semua orang yang ada di rumah ini sayang ke Zilla. Zilla sudah Ibu anggap sebagai anak Ibu sendiri. Kalau pun Papa Zilla seperti itu mungkin saja di kantor lagi ada pekerjaan banyak yang harus di selesaikan dan yang paling penting ucapan Papa itu benar kalau kamu pergi ke diskotik terus mabuk-mabukan itu perbuatan dosa. Kamu kan anak perempuan apa kata orang nanti" Ucap Bu Ain dengan memegang kedua tangan Zilla untuk berikan sebuah kekuatan
"Ibu..." Ucap Zilla lirih memeluk Bu Ain
"Sabar iya Nak..." Ucap Bu Ain mengelus-elus rambut Zilla
"Ibu yakin semua akan berjalan dengan baik-baik seiring dengan berjalannya waktu. Zilla harus bisa merubah sikap terhadap Papa Pandu dan jauhi saja teman Zilla yang Zilla anggap bisa menjerumuskan kamu kejurang dosa. Masih banyak orang-orang di sekitar Zilla yang memiliki sikap baik dan takut akan Tuhan" Ucap Bu Ain
"Tapi Bu Nidya dan Mira itu orang baik-baik bukan orang jahat" Jawab Zilla membantah
"Kita tidak bisa menilai orang dari luarnya saja Nak. Tapi kita harus melihat dari dalam diri mereka. Bisa saja di luar saat berbica dan berkata dengan baik, lembut nyatanya di dalam hati dia bukan seperti itu niatnya" Ucap Bu Ain
"Kenapa sepertinya orang yang berada di rumah ini tidak menyukai aku berteman dengan Nidya dan Mira? Tanya Zilla protes
__ADS_1
"Iya karena Zilla setelah mengenal mereka. Nak Zilla berubah" Jawab Bu Ain
"Berubah bagaimana Bu. Aku iya tetap Zilla kan? Tanya Zilla
"Iya tetap Zilla namanya. Tapi Zilla yang dulu dan yang sekarang sudah berada" Jawab Bu Ain
"Tidak ada yang berbeda" Ucap Zilla
"Ada" Jawab Bu Ain
"Apa Bu? Tanya Zilla
Bu Ain beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju jendela dengan melihat ke arah luar jendela Bu Ain menjelaskan kepada Zilla dengan panjang lebar agar Zilla paham dan mengerti apa yang Bu Ain sampaikan. Namanya juga Zilla setiap Bu Ain menasehati pasti masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan. Meskipun begitu Bu Ain sebagai orang yang tertua di rumah itu patut menasehati Zilla. Karena sebenarnya Zilla adalah orang baik, akan tetapi setelah memasuki kuliah dan mengenal dunia luar jadi agak kaget dan salah pergaulan dalam memilih teman.
"Ibu terimgat sewaktu Zilla kecil masih bayi dan sampai sekarang Ibu yang merewat Zilla. Zilla masuk taman kanak-kanak Ibu yang mendampingi Zilla Ibu yang menguncir rambut Zilla dengan kuncir dua. Saat Zilla masuk sekolah dasar Ibu yang mendampingi Zilla Ibu yang mengepang rambut Zilla. Saat masuk SMP dan SMA Ibu yang mendampingi Zilla Ibu yang mengepang rambut Zilla. Ibu ingin Zilla yang dulu, Zilla yang lugu, Zilla yang polos, dan Zilla yang hormat kepada orang tua dan menuruti ucapan Papa Pandu" Ucap Bu Ain
"Dan berkat Ibu Ain yang mengepang rambut Zilla. Zilla di ejek teman-teman Zilla di sekolah Bu. Mereka mengatakan Zilla anak cupu, anak kampung. Zilla di jauhin teman-teman tidak ada yang mau berteman dengan Zilla. Zilla tidak punya teman di sekolah, Zilla selalu di bully dengan panggilan gadis desa" Jawab Zilla
"Maafkan Ibu. Ibu yang tidak tau masalah soal ini" Ucap Bu Ain berjalan mendekati Zilla dan memeluknya
Zilla masih menangis, di kamarnya nampak tissu berserakan habis di gunakan untuk mengelap ingus dan air matanya.
"Sudah jangan menangi lagi. Ibu jadi ikut sedih nanti. Zilla harus menjauhi teman Zilla yang berada Nidya dan Mira karena Papa Pandu tidak suka dengan mereka. Ibu harap Zilla harus pandai mencari teman yang lebih baik dari mereka. Ibu pergi ke belakang dulu kalau kamu membutuhkan sesuatu pangil Ibu saja" Ucap Bu Ain
"Iya Bu" Jawab Zilla
"Zilla membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan dia melihat langit-langit kamar miliknya. Aku punya Papa tapi seperti tidak mempunyai seorang Papa. Aku ingin seperti mereka berlibur bersama, makan malam bersama, dan berbincang-bincang sambil tertawa ringan. Apalah aku ini mana mungkin Papa ada waktu untukku" Batin Zilla
"Ibu... Coba saja Ibu masih hidup Zilla tidak akan menderita seperti ini"
Bersambung... โ๏ธ
Jangan lupa berikan komentar kalian
__ADS_1
Salam sayang paling di sayang๐๐๐