
Malam hari saat makan malam
Zilla yang berada di ruang makan sedang menunggu Papa Pandu keluar dari kamarnya. Zilla sudah menunggunya satu jam, namun Papa Pandu tidak keluar juga dari kamarnya. Zilla yang sudah merasa lapar akhir pergi menuju ke kamar Papa Pandu. Zilla mengetuk pintu kamar Papa Pandu.
"Tok... Tok... Tok... Suara pintu kamar milik Papa Pandu di ketuk
"Siapa? Tanya Papa Pandu dari dalam kamarnya
"Zilla, Pa" Jawab Zilla dari luar pintu
"Kenapa, Zill? Tanya balik Papa Pandu dari dalam kamarnya dan tidak membukakan pintu kamar miliknya
"Pa, ayolah makan makam bersama Zilla. Zilla sudah menunggu Papa" Jawab ajakan Zilla kepada Papa Pandu dari luar pintu
"Papa tidak ingin makan. Makanlah bersama dengan Bu Ain" Ucap Papa Pandu
"Yasudah, Pa" Jawab Zilla
"Tidak seperti biasanya, Papa tidak makan malam. Mungkin saja Papa sudah makan malam di luar" Ucap batin Zilla meninggalkan Papa Pandu dan kembali melanjutkan makan malamnya yang tertunda
"Lho kok makan sendiri, Nak Zilla. Papa Pandu tidak ikut makan malam bersama? Tanya Bu Ain yang melihat Zilla
"Tidak, Bu. Bu ayolah makan bersama dengan Zilla sekalian temani Zilla makan" Ajak Zilla
"Makanlah, Nak. Ibu sudah makan tadi" Jawab Bu Ain menolaknya
"Ayolah, Bu" Ajak Zilla
"Hm... Bu Ain mau ke dapur membukakan kopi untuk Pak Tejo" Ucap Bu Ain pergi meninggalkan Zilla yang sedang makan dan menuju ke dapur
"Yasudah lah, Bu. Kalau Bu Ain tidak mau" Ucap Zilla tersenyum
.
.
Di kamar saat makan malam selesai
Zilla melihat jam dinding yang berada di kamarnya menunjukka pukul 20:00. Zilla meraih ponsel miliknya yang berada di atas meja rias. Setelah di lihatnya ternya tidak ada panggilan maupun telepon dari Andi, yang seharusnya sudah memberikan kabar mengenai Ismail. Zilla yang tidak sabar untuk menunggunya lebih lama lagi. Akhirnya Zilla memutus untuk menelepon Andi langsung.
"Andi" Panggil Zilla
"Hm... Kau lagi" Jawab Andi menghela nafasnya
"Iya ini aku Zilla. Bagaimana apa Ismail berada di rumah mu? Tanya Zilla
"Entahlah. Aku belum melihatnya saat aku pulang dari kantor" Jawab Andi
__ADS_1
"Kamu sekarang berada di mana? Tanya Zilla
"Di rumah. Apa kamu mau kesini dan bermalam di rumah ku? Tanya Andi balik
"Jangan omongan mu, Andi. Cepatlah kau ke kamar Ismail lihatkan. Apa ada Ismail di dalam kamar miliknya? Tanya Zilla
"Sabar lah. Aku akan pergi menuju ke kamar Ismail" Jawab Andi
"Hm..." Ucapnya
Andi menuju ke kamar Ismail, Andi memegang gagang pintu kamar milik Ismail. Ternyata kamar Ismail tidak terkunci. Andi masuk ke dalam kamar dilihatnya tidak ada Ismail
"Hallo Zilla. Ismail tidak ada di kamarnya" Ucap Andi
"Jadi, di mana Ismail? Tanya Zilla
"Entahlah Zill" Jawab Andi
"Apa Ismail meneleponmu? Tanya Zilla
"Tidak" Jawab Andi
"Coba lah cari di setiap sudut rumah mu. Siapa tau Ismail sedang duduk di samping rumah atau di ruangan lainnya" Ucap Zilla memerintah Andi
"Sabar. Aku coba cek semua rumahku" Jawab Andi
Andi pergi menuju ke luar rumah, di depan rumah dan di samping rumah tidak ada Ismail yang duduk di sana. Karena biasanya setiap malam Ismail suka duduk di situ untuk mengambil udara dialam hari dan menenangkan pikirannya. Andi menuju ke ruang tengah, serta ke dapur dan belakang rumah. Lagi-lagi saat di lihatnya tidak ada Ismail.
Andi berpikir saat Ia masuk ke dalam kamar Ismail sekilas tidak melihat tas ransel milik Ismail yang bergantung terpat di samping lemari pakaian Ismail. Andi segera naik ke lantai atas, Andi membuka pintu kamar Ismail dan membantingnya dengan cukup keras. Andi berdiri tepat di depan lemari pakaian dan benar dugaannya sudah tidak ada tas ransel milik Ismail yang tergantung di samping lemari. Andi membuka lemari tersebut di lihatnya sudah tidak ada pakaian milik Ismail yang berada di dalam lemari.
"Apa" Teriak Andi
"Hallo Andi... Andi... Ada apa dengan mu? Tanya Zilla yang mendengarkan teriakan Andi
"Zilla. Ismail sudah pulang ke desa tanpa memberitahu kepada diriku. Aku melihat lemari miliknya yang sudah tidak berisikan pakaian Ismail" Jawab Andi
"Pulang ke desa. Tidak mungkin" Ucap Zilla lirih
"Apa yang tidak mungkin. Ini kenyataannya" Jawab Andi menegaskan kepada Zilla
"Aku harus pergi ke desa Ismail" Ucap Zilla
"What? Pergi ke desa Ismail! Gila lu Zill. Sudah tidak waras dirimu" Umpat Andi
"Diamlan kau tidak tau apa-apa" Ucap Zilla mengakhiri teleponnya
"Zilla sayang... Aduh kenapa di matiin sih" Ucap Andi mengaruk kepalanya yang tidak terasa gatal
__ADS_1
.
.
.
Saat itu juga Zilla menemui Papa Pandu yang berada di kamar.
"Pa. Tolong buka Pintunya. Apa yang sudah Papa lakukan kepada Ismail, sampai Ismail pulang ke desa? Tanya Zilla dari luar pintu
"Apa" Ucap batin Papa Pandu yang mendengarkan ucapan Zilla
"Papa. Zilla tau pasti Papa sudah berbuat jahat kepada Ismail kan, Pa" Ucap Zilla dengan menggedor-nggedor pintu kamar Papa Pandu
Tidak ada jawaban
"Papa. Zilla tau Papa belum tidur, jadi jawablah pertanyaan Zilla, Pa" Ucap Zilla memohon
Tidak ada jawaban
"Papa" Teriak Zilla dari luar kamar
"Apa yang kamu ucapkan semua itu tidak benar" Jawab Papa Pandu membukakan pintu kamar miliknya
"Papa berbohong kepada Zilla" Ucap Zilla menujuk wajah Papa Pandu
"Papa tidak melakukan apa-apa kepada Ismail. Apa lagi sampai berbuat jahat kepadanya" Jawab Papa Pandu
"Zilla sudah muak dengan drama yang Papa buat" Ucap Zilla memalingkan wajahnya
"Percayalah. Papa hanya ingin menikahkan mu dengan Ismail dan memberi setengah harta Papa kepada Ismail" Jawab Papa Pandu
"Tapi kenapa Ismail pulang ke desa? Tanya Zilla
"Karena Ismail tidak mau dengan tawaran Papa" Jawab Papa Pandu berteriak
"Besok Zilla akan pergi ke desa Ismail. Tolong Papa jangan larang Zilla untuk pergi" Ucap Zilla lirih
"Terserah kamu saja" Ucap Papa Pandu menutup pintu kamar miliknya
"Apa. Terserah" Ucap Zilla tertawa terbahak-bahak dan menangis
.
.
Keesokan harinya Zilla di jemput oleh Andi, mereka hari ini berniatan untuk pergi ke desa Ismail. Kenapa Zilla memilih Andi untuk menemaninya di karena Andi pernah pergi ke desa itu. Andi juga masih memiliki ikatan saudara dengan Hadi. Jadi Andilah orang yang tepat untuk di ajak Zilla pergi ke desa Ismail. Perjalanan menuju ke desa Ismail membutuhkan waktu berjam-jam. Sampai-sampai Zilla tertidur pulas di dalam mobil. Andi yang melihat Zilla tertidur pulas hanya mengeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum melihat wajah cantik Zilla saat tidur.
__ADS_1
Bersambung... ✍️