Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 17


__ADS_3

Jam kuliah sudah selesai, Zilla dan teman-temannya bergegas pergi meninggalkan kelas mereka menuju ke arah parkiran.


"Zill... Kamu mau pergi ke mana setelah ini? Tanya Nidya


"Aku mau ke kampusnya Asril" Jawab Zilla dengan santai dan merapikan rambutnya yang berantakan akibat angin


"Ngapain ke kampus Asril? Tanya Nidya balik


"Gini iya. Aku itu sudah satu minggu tidak bertemu dia jadi aku akan memberikan kejutan dengan menghampiri dia di kampusnya" Jawaab Zilla


"Kamu bisa kan telepon dia Zill..." Sambung Mira


"Nah maka dari itu aku telepon dia berulang kali nomornya tidak bisa di hubungi" Jawab Zilla


"Masah sih Zill..." Ucap Nidya


"Iya beneran aku tidak sedang berbohong coba deh kamu telepon" Ucap Zilla


"Udah Mir. Kamu aja yang coba hubungi nomer telepon si Asril" Ucap Nidya


"Ye... Malah nyuruh orang balik" Ucap Mira


"Iya-iya aku coba telepon Asril" Ucap Nidya


Nidya merogoh tasnya dan mengambil ponsel miliknya untuk menghubungi Asril.


Tut...


Tut...


Tut...


"Iya benar Zill ponselnya mati. Tidak bisa di hubungi" Ucap Nidya


"Tu kan" Jawab Zilla


"Coba telepon ulang lagi" Sambung Mira


Nidya mencoba menelepon berulang kali nomornya masih tidak aktif juga.


Tut...


Tut...


Tut...


"Gak bisa Mir" Ucap Nidya


"Tidak biasanya Asril seperti itu" Jawab Mira


"Entahlah" Ucap Nidya


"Coba aku yang telepon dia" Ucap Mira


Mira mulai mencari kontrakan nomor milik Asril dan iya juga akan menelepon Asril memastikan apakah nomor masih gak aktif juga atau tidak.


Tut...


Tut...


Tut...


Mira menelepon berulang kali namun tidak tersambungkan juga.


"Bagaimana? Tanya Zilla kepada Mira dan Nidya


"Tidak bisa di hubungi Zill" Ucap Mira dan Nidya bersama


"Kenapa? Tanya Zilla


"Tidak tau. Mungkin Ponsel rusak Zill" Jawab Nidya


"Masah sih. Kan bisa pinjam punya teman" Ucap Zilla


"Bisa juga itu" Sambung Mira

__ADS_1


"Ya udah dari pada kita binggung aku mau samperin dia ke kampusnya sekarang juga. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Asril" Ucap Zilla penuh dengan tanda tanya


"Aku boleh ikutan" Ucap Mira


"Boleh" Jawab Zilla


"Aku juga ikut" Sambung Nidya


"Iya" Ucap Zilla


.


.


.


Saat mendekat ke mobil dan hendak masuk ternyata mobil tersebut terkunci.


"Astaga Ismail... Teriak Zilla


Zilla berteriak dari luar mobil dan Ismail tidak mendengarkannya di karenakan Ismail sedang tidur nyenyak.


"Ismail buka Pintunya" Teriak Zilla dengan mengedit kaca mobilnya


Ismail tidak kunjung banyak juga.


"Duh sopirku Zilla ganteng banget" Ucap Nidya


"Diam Nid" Teriak Zilla


"Iya-iya sensi amat sih" Ucap Nidya


Zilla tidak menggubris ucapan Nidya iya merogoh tasnya dan mengeluarkan ponsel miliknya untuk menghubungi Ismail. Ismail yang mendengarkan ponsel berbunyi iya segera mengangkatnya.


"Hallo"


"Buka pintunya" Ucap Zilla


"Pintu apa? Tanya Ismail


Ismail yang mendengarkannya melotot ke arah kaca mobil dan langsung keluar mobil.


"Aduh maaf-maaf Zill. Aku ketiduran" Ucap Ismail


"Enak Udah tidur pada saat jam kerja" Ucap Zilla


"Ini kan lagi tidak nyetir Zill" Ucap Ismail


"Tapi ini jam kerja" Ucap Zilla dengan tegas


Ismail tidak membalas ucapan Zilla dia hanya bisa senyum tipis ke arah Zilla dan juga teman-temannya.


"Mari nona-nona silakan masuk" Ismail membukakan pintu mobilnya


"Terimakasih Ismail" Ucap Nidya dengan mengedipkan matanya kepada Ismail


"Makasih iya Mail" Sambung Mira


"Udah-udah cepetan masuk gak usah sih cantik deh kalian itu" Ucap Zilla


"Kenapa Zill? Tanya Nidya


"Nanti dia gede kepalaku" Jawab Zilla


"Ismail jangan dengarkan apa kata Zilla" Sambung Mira


Lagi-lagi Ismail tidak menanggapi perkara Zilla, Ismail hanya tersenyum saja.


"Tu kan" Ucap Zilla


"Apa? Tanya Mira


"Senyum lagi" Jawab Zilla


"Senyumannya manis kok" Sambung Nidya

__ADS_1


"Ih amit-amit. Senyam senyum lama-lama kek orang gila" Ucap Zilla ceplas ceplos


"Ismail kamu harus sabar iya menghadapi tuan putri Zilla kesayangan Papa Pandu" Ucap Mira dengan nada menyindir Zilla


"Apaan sih Mir. Udah jalan ke kampus X" Ucap Zilla


"Baik Zill" Ucap Ismail


Perjalan menuju ke kampus Asril tidak perlu Memakan waktu berjam-jam di karenakan kampusnya sangat berdekatan kalaupun jalan kaki juga bisa di tempuh. Iya namanya Zilla takut banget kalau kecantikannya dan rambutnya kusut Hahaha...


Di dalam mobil mereka asyik bercanda ria bergosip mengenai salah satunya temannya yang menghadiri pesta acara party kampus dengan berpakaian menurut mereka sangat jelek untuk di kenakan.


Maklum saya Zilla anak orang kaya yang engan suka lihat teman-temannya berpakaian norak. Kalau pun di pandang dari segi kekayaannya sebenarnya Nidya dan Mira juga anak dari golongan orang biasa-biasa saja. Karena Nidya dan Mira berteman maka dari itu soal penampilan dan pakaian kadang Zilla membelikan pakaian kepada Nidya dan Mira dengan cuma-cuma saja. Begitu hidup Zilla yang suka menghambur-hamburkan uang demi kesenangannya tanpa menyadari bahwa di luar sana masih banyak orang yang membutuhkan bantuan dari uluran tanggannya.


"Sudah sampai" Ucap Ismail


"Oh" Ucap Mira


"Ayo turun-turun" Ucap Zilla


Ismail hanya mengeleng-gelengkan kepalanya saja melihat ulah mereka bertiga.


Mereka bertiga menuju depan kampus dengan celingak-celinguk karena sebenarnya mereka tidak mengenali orang-orang yang berada di kampus itu. Mereka hanya mengenali teman-teman Asril saja saat Asril membawa teman-teman ke bar.


"Eh... Kamu" Teriak Zilla


"Siapa? Ucap Fiki menunjuk ke pada dirinya sendiri dan melihat ke belakang apakah ada orang lain selain dirinya


"Iya kamu. Kamu temanya Asrilkan? Tanya Zilla


"Iya" Jawab Fiki


"Maaf aku lupa nama kamu siapa" Ucap Zilla menggulurkan tanggannya


"Oh. Namaku Fiki" Ucap Fiki menjabat tangan Zilla


"Aku melihat mu saat kamu bersama Asril di bar waktu itu" Ucap Zilla


"Iya santai aja" Ucap Fiki


"Dimana kelasnya Asril. Apa kamu melihat Asril sekarang ada di mana? Tanya Zilla


"Kamu jalan aja ke sana lurus terus nanti apa papan nama yang menunjukkan jurusan. Tapi ngomong-ngomong beberapa hari ini Asril tidak masuk kuliah" Ucap Fiki


"Apa? Kenapa Asril tidak masuk kuliah? Tanya Zilla


"Tidak ada keterangan dan kami semua tidak ada yang tau kabar dia" Jawab Fiki


"Apa kamu sudah pergi melihat kos Asril? Tanya Zilla


"Tempat kos dia sepi" Jawab Fiki


"Apa Asril ganti nomor ponsel" Sambung Nidya


"Sepertinya tidak. Terakhir aku hubungan masih bisa dia mengajakku main futsal. Tapi malam itu juga dia tidak datang dan sampai sekarang aku hubungi dia tidak aktif ponselnya" Ucap Fiki


"Dimana iya Asril sekarang? Tanya Zilla


"Kamu udah cari ke semua tempat favoritnya dia" Jawab Fiki


"Belum sih. Ini tujuan pertama ku ke kampusnya berhadap bisa ketemu dia. Eh... malah dia tidak ada di kampusnya juga" Ucap Zilla


"Ok aku bantu kamu cari Asril. Ntar kalau ada kabar aku hubungi kamu" Ucap Fiki menyodorkan nomer ponselnya


"Terimakasih iya Fik. Kamu udah mau bantu aku" Ucap Zilla


"Iya sama-sama" Ucap Fiki


"Yaudah aku dan teman-temanku pamit dulu cari Asril ke tempat yang lainnya" Ucap Zilla


"Ok-ok silahkan" Ucap Fiki


Bersambung... โœ๏ธ


Jangan lupa berikan komentar kalian

__ADS_1


Salam sayang paling di sayang๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


__ADS_2