Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 40


__ADS_3

Malam hari saat di dengarkannya suara tidak terdengarkan obrolan anak buah Boy. Ismail ingin melepaskan diri dari tempat terkutuk itu. Ismail menyalakan lampu senter ponsel miliknya untuk menerangi setiap sudut ruangan itu. Di ruangan tersebut terdapat sebuah jendela yang terkunci, Ismail mencoba membukanya dengan berbagai cara di karenakan jendela tersebut tinggi mengakibatkan Ismail harus menyusun kursi, meja, dan barang-barang lainnya di jadikan tangga untuk melewatinya.


Awalnya Ismail takut dan tidak memberanikan diri di karena saat membuka jendela tersebut terdengar sebuah suara.


Suara yang lumayan cukup keras mengakibatkan anak buah Boy terbangun dari tidurnya. Di lihatnya keadaan sekitar tidak terjadi sesuatu apapun yang mencurigakan, tanpa mengeceknya anak buah Boy malah tidur kembali.


"Astaga. Bagaimana kalau mereka mendengarkannya" Ucap Ismail lirih


Ismail turun kembali dari tangga dan kembali mengambil tas ransel nya yang masih tertinggal di bawah.


Ismail meraih tas ransel tersebut dengan sembarang dan langsung memakainya dengan begitu saja. Ismail menaiki tangga yang sudah di buatnya, Ismail melemparkan tas ransel miliknya terlebih dahulu agar dia bisa bebas menjatuhkan dirinya ke bawah.


"Aw... Sakit sekali ya ampun. Hidupku penuh dengan drama" Ucap keluh Ismail yang terjatuh dan merasakan kesakitan


Setelah lolos dari tempat itu, Ismail berlari menuju ke jalan raya. Sesekali Ismail menoleh ke arah belakang. Apakah ada orang yang mengikutinya atau tidak?


Sesampainya di jalan raya, Ismail menunggu ojek atau taxi yang sedang melintas di jalan tersebut. Ismail menyalakan ponsel miliknya untuk melihat jam. Di lihat ponsel miliknya yang menunjukkan pukul 01:00.


Ismail mengusap wajahnya dengan kasar dan mondar-mandir di jalanan tersebut. Dari jauh terlihat sebuah lampu yang menyala sedang menuju ke arahnya. Ismail mulai melambai-lambaikan kedua tangan miliknya. Ismail memberhentikan mobil tersebut dengan menghadangnya tepat berdiri di tengah-tengah jalan.


"Sitt... Suara mobil berhenti dengan tiba-tiba.


"Woi... Gila lu ya. Mau mati lu orang" Umpat Supir taxi tersebut keluar dari dalam mobilnya


"Maaf Pak, Maaf" Ucap Ismail memohon


"Dasar orang gila" Jawabnya


"Pak tolong antarkan saya ke desa saya sekarang juga, Pak. Saya mohon, Pak" Ucap Ismail memohon


"Ini sudah malam. Saya mau pulang, tolong minggirlah atau saya akan menabrakmu" Jawab Supir taxi


"Tolong saya, Pak. Saya sedang di jebak oleh seseorang. Tolong Pak antarkan saya pulang ke desa malam ini juga. Saya akan membayarnya dengan uang lebih" Ucap Ismail


"Tidak. Aku tidak mau mengantarkan mu cari saja taxi yang lainnya" Jawab Supir taxi


"Pak. Apa Bapak tidak merasa kasihan kepada ku. Tolong Pak kasihani saya" Ucap Ismail


"Di desa mana? Tanya Supir taxi tersebut setelah memikirkannya kembali karena di lihatnya wajah Ismail yang sangat memelas


"Di desa Bunglon, Pak" Jawab Ismail


"Apa kau sudah gila? Malam hari begini dan ingin pulang ke desa Bunglon" Umpat Supir taxi tersebut terkejut dengan desa yang ingin di tuju oleh Ismail


"Ada orang yang ingin berniat jahat kepada saya, Pak. Tolong bantu saya antarkan ke desa Bunglon, Saya akan membayarnya dengan lebih. Beberapa harga sewa dari sini ke desa Bunglon? Tanya Ismail

__ADS_1


"Hm... Iyalah. Berikan saya uang satu juta" Jawab Supir taxi


"Apa satu juta. Apa Bapak ingin memeras saya dengan meminta uang kepada saya satu juta" Ucap Ismail tertawa


"Ye... Itukan kalau kamu mau. Kalau tidak iya sudah, saya tidak memaksamu" Jawab Supir taxi


"Naik bus saja tidak sampai satu juta" Ucap Ismail memikirkannya kembali


"Iya sudah naik bus saja sana. Sudah-sudah kalau kamu tidak mau, Aku akan pulang ke rumah saja. Istri dan anakku pasti sedang menungguku. Jangan halangi jalannya, minggirlah" Jawab Supir taxi


"Oke baiklah saya bayar satu juta. Tapi kurangi tiga ratus ribu itung-itung bantu orang lah, Pak" Ucap Ismail merayu


"Hem..." Ucap Supir taxi memikirkannya


"Gimana mau tidak tujuh ratus ribu. Jarang-jarang lho saya begini, Pak. Kepada orang yang lain" Ucap Ismail santai


"Iya. Masuklah ke dalam mobilku" Ucap Supir taxi mengiyakan saja


"Beneran nih, Pak. Bapak mau mengantarkan saya. Terimakasih banyak Pak" Ucap Ismail memeluk Supir taxi tersebut.


"Lepaskan saya tidak bisa bernapas" Teriak Supir taxi


"Maaf. Maaf Pak. Saya terharu dengan ucapan Bapak" Jawab Ismail


"Ayo, cepatlah naik! Ajak Supir taxi


.


.


Pagi hari


Hari ini Pak Pandu akan ke gudang dekat pabrik dengan niatan untuk melihat Ismail. Pak Pandu terlebih dahulu melakukan sarapan di pagi hari. Di ruang makan sudah ada Zilla yang sedang memakan nasi goreng.


"Sarapan, Pa" Ucap Zilla


"Iya makanlah" Jawab Papa Pandu


"Papa mau makan apa biyarkan Zilla yang mengambilkannya untuk Papa? Tanya Zilla


"Tidak usah. Papa akan mengambilnya sendiri" Jawab Papa Pandu


"Baiklah" Ucap Zilla tersenyum


"Bagaimana dengan tawaran Papa yang kemarin. Apa kamu sudah memikirkannya kembali? Tanya Papa Pandu

__ADS_1


"Zilla belum bisa memutuskan, Pa. Sebelum Zilla berbica dua mata dengan Ismail" Jawab Zilla


"Apa yang akan kalian bicarakan? Tanya Papa Pandu


"Adalah, Pa. Mau tau aja" Jawab Zilla


"Cepatlah temui Ismail dan jangan menundanya lagi" Ucap Papa Pandu


.


.


Di gudang dekat pabrik


Sebuah mobil berhenti tepat di gudang dekat pabrik milik Pak Pandu. Keluarlah orang yang menaiki mobil tersebut dengan pakaian serba hitam dan memakai kaca mata hitam. Saat orang itu masuk ke dalam gedung dilihat anak buah Boy masih tertidur dengan pulas.


"Apa ini hotel" Teriakannya dengan sangat keras, membuat anak buah Boy bangun dari tidurnya


"Bos" Ucap salah satunya dengan mengucek-ngucek matanya.


"Bangun!" Perintah Pak Pandu


"Maaf kami ketiduran" Ucap anak buah Boy


"Aku tidak ingin tahu alasanmu" Jawab Pak Pandu


"Buka pintu itu" Ucap Pak Pandu menunjuk ruang penyekapan Ismail


"Baik Bos" Ucapnya


Dengan cekatan anak buah Boy sudah membukakan pintu ruang penyekapan Ismail. Pak Pandu masuk ke dalam terkejut saat dilihatnya sudah tidak ada Ismail di dalam. Pak Pandu melihat sekitar, ternyata jendela di ruang itu seudah terbuka. Pak Pandu berpikir Ismail kabur dan melarikan diri melalui jendela itu. Pak Pandu keluar dari ruangan, tanpa aba-aba Pak Pandu melayangkan satu pukulan untuk semua anak buah Boy. Anak buah Boy terkejut mendapati pukulan dari Pak Pandu. Semua anak buah Boy terjatuh lunglai dan merasa kesakitan.


"Dasar tidak berguna" Ucap Pak Pandu melepaskan kacamata hitam miliknya dan menjatuhkan, lalu Pak Pandu menginjak kacamata tersebut hingga retak


"Boy di mana? Tanya Pak Pandu


"Boy tidak ada di sini, Pak" Jawabnya


"Iya saya tau Boy tidak di sini. Tapi dia di mana sekarang? Tanya Pak Pandu


"Boy pergi dari tempat ini setelah memberikan makanan untuk Ismail, lalu dia pergi dan tidak kembali lagi sampai sekarang" Ucapnya


"Siap-siap kau Boy" Teriak Pak Pandu geram


Bersambung... ✍️

__ADS_1


Hallo semua sudah hari Sabtu aja nih. Tetap semangat iya πŸ’ͺ. Tetap setia mendukung NOVEL PAPA UNTUK ANAKKU πŸ’‹


__ADS_2