
Setelah sampai di tempat mebel milik Ismail, Asril menyuruh Pak Sumio, serta anak buah Ismail yang sedang bekerja untuk menurunkannya kayu yang berada di dalam truk. Sedangkan Asril masuk ke dalam melakukan transaksi dengan Ismail.
"Apa kau orang baru yang bekerja di perusahaan Pak Dion? Tanya Ismail
"Iya" Jawab Asril
"Mana notanya? Tanya Ismail memintanya
"Ini" Jawab Asril memberikannya
"Uangnya akan aku berikan kepada mu. Tapi tolong nanti berikan kepada Pak Doni" Ucap Ismail
"Iya Pak" Jawab Asril
"Ini di dalam amplop ini ada uang sebanyak tiga puluh juta" Ucap Ismail memberikannya
"Baiklah Pak nanti akan ku berikan langsung kepada Pak Doni. Aku pamit dulu" Jawab Asril mengulurkan tangannya
"Terimakasih. Senang bekerja sama dengan kalian" Ucap Ismail menjabat tangan Asril
Setelah kepergian Asril dan Pak Simon, Ismail segera pulang ke rumah. Karena hari ini Ismail sudah melewatkannya jam makan siang. Ismail merasa lelah seharian ini bekerja keras.
"Assalamualaikum" Ucap salam Ismail saat sampai rumah
"Waalaikumsalam" Jawab salam Zilla dengan segera membuka pintu rumahnya
Ismail masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu dengan menyenderkan tubuhnya ke kursi.
"Capek Iya Bang? Tanya Zilla
"Hm" Jawab Ismail menganggukkan kepalanya
"Zilla pijit punggung Abang iya" Ucap Zilla menawarkannya
"Tidak usah" Jawab Ismail menolaknya
"Abang apa Zilla boleh meminta sesuatu kepada Abang? Tanya Zilla dengan ragu
"Apa itu katakan saja? Jika aku bisa memenuhinya akan ku turuti kemauan mu" Jawab Ismail memijit kepalanya
__ADS_1
"Aku ingin mengajak Abang pergi berziarah ke makam Ibu Abang" Jawab Zilla lirih
"Apa" Ucap Ismail terkejut
"Apa Abang mau pergi mengantarkan ku? Tanya Zilla memastikannya lagi
"Iya Abang akan mengantarmu. Tunggulah, aku akan pergi mandi dan bersiap-siap" Jawab Ismail segera mandi
Sedangkan Zilla masih duduk di ruang tamu dengan mengelus perutnya yang semakin membesar.
"Sebentar lagi kita akan pergi ke makan nenek sayang" Ucap Zilla memberitahu anaknya dan mengelus perutnya
Sampailah di kuburan dekat rumah Uswa, Ismail dan Zilla segera masuk ke dalam setelah membuka pintu gerbang kuburan. Mereka berjalan menuju ke makam di mana Bu Sukma di kuburkan. Zilla yang merasa sedikit takut akhirnya memegang tangan Ismail. Ismail yang melihat wajah Zilla segera memeluknya dari samping dan menuntunnya berjalan bersamaan.
"Inilah makan Ibuku dan di samping itu makan Bapakku" Ucap Ismail menunjukkaannya kepada Zilla
Zilla segera duduk di antara makam tersebut dan begitu juga dengan Ismail. Mereka mendoakan Almarhum Pak Harjo dan Bu Sukma dengan khusyuk. Setelah itu Zilla menabur bunga dan air yang dibawanya.
"Assalamualaikum Ibu, Bapak. Perkenalkan namaku Zilla Zulaina binti Pandu aku ini adalah istri Abang Ismail Marzuki" Ucap Zilla memperkenalkan dirinya
"Kau tau Ibu sekarang aku sedang mengandung. Walaupun itu bukan anak dari Abang Ismail. Abang Ismail begitu baik padaku sudah mau menjadi suamiku meskipun hanya suami kontrak itu perjanjian kita awal menikah. Semua ini kita rahasiakan dari Papa Pandu. Kalau Papa Pandu sih memintanya kepada Ismail jangan pernah menceraikan ku. Tapi aku bersyukur memiliki suami seperti Abang Ismail, dia begitu baik kepada diriku dan dia juga sangat bertanggung jawab terhadap istrinya" Ucap Zilla lirih dan meneteskan air matanya
"Aku tidak mempercayai ini semua ternyata masih ada orang baik yang mau menjagaku di saat aku seperti ini dan menunjukkan jalan lurus menuju jalan Allah" Ucap Zilla menanggis sesenggukan tak sanggup lagi mengucapkan kata-katanya
"Aku... Aku..." Ucap Zilla terbata-bata karena sesenggukan
"Ayolah Zilla sebaiknya kita pulang saja! Sebentar lagi akan magrib. Tidak baik untuk Ibu hamil magrib-magrib berada di luar rumah apalagi saat ini kita masih berada di kuburan" Ajak Ismail membantu Zilla berdiri
"Sebentar lagi Bang" Jawab Zilla menolaknya
"Apa kau tidak mendengarkan ucapan ku Zilla? Tanya Ismail meninggikan suaranya
"Aku mendengarkannya Bang" Jawab Zilla melihat wajah Ismail
"Cepatlah" Perintah Ismail yang jalan duluan
"Tunggu Bang" Ucap Zilla mencegahnya
"Apalagi" Jawab Ismail membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah Zilla
__ADS_1
"Aku ingin ke rumah Uswa sebentar. Ayo kita ke rumah Uswa, Bang" Ajak Zilla
"Apa yang akan kau lakukan dengan pergi ke rumah Uswa? Sebentar lagi akan magrib" Jawab Ismail menolaknya
"Sebentar saja Bang. Ada yang ingin aku sampaikan kepadanya" Ucap Zilla segera menuju ke rumah Uswa yang berada di depan kuburan
"Uswa tidak ada di rumah" Teriak Ismail yang tidak menghentikan langkah Zilla
"Apa Abang selama ini menemui Uswa secara diam-diam dariku" Ucap batin Zilla menanggis
Pertemuan ini merupakan pertemuan pertama dengan Uswa setelah terjadi perang dingin diantara keduanya.
"Assalamualaikum Uswa. Ini aku Zilla" Ucap salam Zilla
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatu" Jawab Uswa dari dalam rumah dan segera membuka pintu rumahnya
"Uswa" Panggil Zilla
"Kau ke sini dengan siapa? Tanya Uswa terkejut
"Aku dengan Abang Ismail. Kita habis berziarah dari makam Bapak dan Ibu Abang Ismail. Aku sengaja mampir ke sini dan ingin berbicara denganmu" Jawab Zilla
"Ayo, masuklah ke dalam! Apa yang ingin kau bicarakan? Tanya Uswa
Zilla segera masuk dan duduk, di ikuti oleh Uswa yang duduk di samping Zilla.
"Aku ingin meminta maaf kepada mu setelah kejadian itu aku sungguh membencimu karena Abang Ismail selalu saja berbeda di pihakmu dan selalu juga membandingkan ku dengan dirimu. Tolong maafkan semua kesalahanku selama ini" Jawab Zilla lirih dan memegang kedua tangan Uswa
"Aku sudah memaafkanmu, sungguh aku tidak ingin berniat merebut Abang Ismail dari mu. Percayalah Abang Ismail hanya untukmu seorang" Ucap Uswa tersenyum
"Aku meminta tolong kepadamu jika terjadi sesuatu denganku selepas ini tolong jaga anakku baik-baik" Jawab Zilla meneteskan air matanya
"Apa yang kau ucapkan Zilla? Tidak akan pernah terjadi sesuatu hal buruk yang akan terjadi kepadamu" Ucap Uswa membantahnya
Ismail yang sedari tadi mendengarkan ucapan di antara Zilla dan Uswa merasa geram. Ismail merasa kelakuan Zilla sangat berlainan pada hari ini karena tidak pernah Zilla berbaik hati kepada Uswa. Apalagi meminta supaya anaknya dijaga jika dia mati dan Ziarah ke makam Bapak dan Ibunya.
Ismail segera masuk ke dalam rumah Uswa dan menarik Zilla untuk pulang. Zilla yang mendapatkan perlakukan seperti itu dari Ismail hanya merasa kesakitan di lengannya. Uswa yang melihat semua itu segera melakukan sesuatu.
"Abang lepaskan tanggan Zilla. Zilla kesakitan Bang" Ucap Uswa berteriak
__ADS_1
Ismail tidak menjawab ucapan Uswa dan segera pergi begitu saja.
Bersambung... ✍️