
Zilla sedari pagi menelepon dan memberikan sebuah pesan ke pada Papa Pandu namun tak ada balasan telepon dari Papanya.
Zilla sudah berusaha berulang kali menelepon Papa Pandu namun tidak tersambungkan juga. Zilla merasa bosan beberapa hari berada di rumah sakit, Zilla berniat untuk pergi ke bar sebelum itu Zilla menelepon temanya Mira dan Nidya apa mereka bisa bertemu untuk bersenang-senang.
"Hallo Mira kamu di mana sekarang?
"Aku berada di rumah Nidya. Kenapa?
"Bisa kita bertemu di tempat biasa.
"Sebentar aku tanya Nidya dia mau ikut atau tidak.
"Nid... Kamu mau ikut gak Zilla ajak kita ketemuan di tempat biasa" Bisik Mira dengan pelan
"Iya aku mau ikut" Jawabannya
"Hallo Zilla. Apa kamu masih di situ?
"Iya. Gima?
"Nidya bilang iya.
"Ok
"Dia bicara apa lagi? Tanya Nidya
"Tidak bicara apa-apa cuma ngajakin kita aja ketemuan di tempat biasa" Jawab Mira
"Yasudah lah. Mari kita siap-siap! Perintah Nidya kepada Mira
"Duh masa aku pake baju ini sih" Keluh Mira
"Yaudah kamu pilih aja bajuku yang kamu suka pakai aja gak masalah kok. Bajuku yang lainnya masih banyak kok yang belum pernah aku pakai" Ucap Nidya
"Makasih iya Nid" Ucap Mira
Nidya dan Mira bersiap-siap untuk pergi ke Bar mereka mengenakan pakaian yang sangat seksi. Belahan dada Nidya hampir kelihatan karena memakai pakaian yang ketat dan minim. Bagi mereka berpakaian seperti itu sudah wajar. Tapi mereka tidak berpikir akan berdampak buruk bagi laki-laki yang melihatnya.
Nidya berpakaian seperti itu karena tidak ada teguran atau nasihat dari orang tuanya yang memperhatikan tingkah laku Nidya secara langsung di karenakan orang tua Nidya berada di kota B.
Untuk Mira berpakaian terkadang sopan hanya saja perilakunya tidak menunjukka sebuah perempuan baik cara berbicara yang ceplas-ceplos dan seenak kemauan dirinya tanpa memedulikan orang lain yang di ajak berbicara.
.
.
.
.
Tok... Tok... Tok... Terdengar sebuah ketukan pintu.
"Siapa? Jawab Zilla dari dalam kamarnya
"Saya Nak, Bu Ain" Jawab Bu Ain
"Kenapa Bu? Tanya Zilla
"Makan malam sudah siap. Sebaiknya Nak Zilla turun ke bawah dan makan malam" Jawab Bu Ain
"Iya Bu. Apa Papa sudah pulang? Tanya Zilla
"Pak Pandu belum pulang Nak" Jawab Bu Ain
"Apa Pak Tejo telpon Bu Ain mereka pulang jam berapa? Tanya Zilla
"Pak Tejo juga tidak memberi kabar ke pada Bu Ain. Nak," Jawab Bu Ain
"Terus apa yang Bu Ain tau? Tanya Zilla
__ADS_1
"Maaf saya tidak tau apa-apa Nak" Jawab Bu Ain
"Sudahlah Bu Ain pergi sana" Usir Zilla
"Iya Nak. Jangan lupa makan dan minum obatnya Ucap Bu Ain
Aaa... Teriak Zilla dari dalam kamarnya dengan melempar Vas bunga ke sembarang arah.
"Astagfirullah" Batin Bu Ain
.
.
Sedari tadi nampak sebuah mobil terparkir tepat di seberang rumah pak Pandu sepertinya orang tersebut sedang mengintai seseorang.
Jam sudah menunjukkan pukul 23:00 Pak Pandu juga belum pulang.
Zilla bergegas mengambil kunci mobil yang biasa ia kendarai. Zilla pergi dengan begitu saja tanpa pamit ke pada Bu Ain.
"Zilla... Teriak Bu Ain" Batin Bu Ain percuma saja dia pasti tidak akan menghentikan langkah Zilla untuk pergi. Bu Ain sudah tau pasti bagaimana kelakuan Zilla kalau sedang marah.
Zilla mengendarai mobilnya dengan sangat laju. Zilla tidak menyadari ada sebuah mobil yang mengikutinya dari belakang, Zilla lebih fokus menyetirnya.
Terdengar suara ponsel yang berdering membuyarkan Zilla dari pandangan menyetinya.
"Hallo"
"Kamu di mana? Tanya Mira
"Masih di jalan sebentar lagi sampai"
Tut... Tut... Tut...
"Gimana? Tanya Nidya
.
.
Akhirnya sampai juga.
"Aduh... Aww..." Zilla meremas perutnya yang merasa sakit
Uwekkk...
Uwekkk... Uwekkk...
"Kenapa akhir-akhir ini aku merasa mual dan muntah-muntah iya" Batin Zilla
"Masih iya aku harus pulang sedang aku sudah sampai di tempat ini" Pikir Zilla merasakan apa yang ia alami sekarang ini.
"Ah... Sudahlah sebaiknya aku masuk saja dulu. Sebentar saja kan tidak masalah"
Zilla masuk ke dalam Bar dan di ikut oleh dua orang yang berada tak jauh dari dia.
"Zill... Sini" Panggil Nidya
"Maaf sudah menunggu lama" Ucap Zilla
"Santai aja. Nikmati malam ini kawan Haha..." Sambung Mira
"Kamu kemana aja sih? Kok gak ada kabar? Tanya Nidya
"Maaf. Aku dua hari ini berada di rumah sakit" Jawab Zilla
"Siapa yang sakit? Tanya Nidya
"Aku yang masuk rumah sakit" Jawab Zilla
__ADS_1
"Kamu sakit apa? Kenapa tidak memberitahu kami? Tanya Mira
"Aku cuma pingsan saja terus di bawah ke rumah sakit oleh Papa. Tapi malah di suruh nginap sama Dokternya aneh gak sih tu Dokter" Jawab Zilla
"Hm... Iya"
"Nih buat kamu. Aku sudah pesankan" Ucap Nidya sambil menyodorkan sebuah gelas yang berisikan minuman
"Terimakasih" Zilla mengambil minuman tersebut dan hendak meminumnya sebelumnya di minum oleh Zilla ternyata Zilla lebih duluan muntah
"Zilla kamu" Ucap Mira dengan panik
"Kamu kenapa sih? Tanya Nidya
"Maaf... Maaf aku ke toilet sebentar" Ucap Zilla
Zilla melangkah kakinya menuju toilet yang berada di dalam Bar.
Astaga...
"Apa-apaan sih ini bisa-bisa aku mengotori bajuku dengan muntahku" Pikir Zilla
Zilla mengambil sebuah tisu dan membasahinya dengan air lalu ia mengelapkan ke bajunya.
"Huffft... Keluh Zilla. Kotor mana bau lagi.
Salah seorang mengikuti Zilla yang berada di toilet karena mereka merasa was-was kalau sampai Zilla bertemu dengan pacarnya yang bernama Asril.
Seorang laki-laki yang duduk tak jauh dari toilet perempuan masih memperhatikan ke arah toilet.
Zilla keluar dari toil dan menuju menghampiri temanya.
"Maaf sepertinya aku harus pulang" Jawab Zilla pergi meninggalkan kedua temanya
Zilla tidak mendengarkan perkataanku temanya dia langsung menuju parkir.
"Apa. Kita kan belum bersenang-senang" Teriak Mira
"Terus siapa yang bayar semua ini minuman? Tanya Nidya
"Iya kamu lah" Jawab Mira
"Tidak mau. Aku tidak punya uang" Ucap Nidya
Aaa... Sial.
Nidya dan Mira masih duduk berdua di Bar. Ada seseorang yang menghampiri mereka.
"Hai boleh aku duduk dan bergabung dengan kalian" Sapa Rey yang merupakan teman kampus mereka
"Hai Rey silakan duduk aja boleh kok kalau mau gabung dengan kita-kita" Jawab Nidya
"Kalian berdua aja? Tanya Rey
"Iya" Sambung Mira
"Tumben biasanya bertiga" Ucap Rey
"Oh... Si Zilla udah pulang duluan" Jawab Nidya
"Masih sore kok udah pulang duluan" Ucap Rey
"Tau tu anak. Lagi gak mood mungkin" Jawab Nidya
Bersambung... โ๏ธ
Jangan lupa berikan komentar kalian
Salam sayang paling di sayang๐๐๐
__ADS_1