Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 57


__ADS_3

Pergi ke pasar Bunglon bersama Uswa


Pagi hari Uswa sudah menjemput Zilla untuk pergi ke pasar bersama. Semua yang di lakukan kepada Zilla, hanya semata-mata Uswa merasa kasihan kepada Zilla. Saat mendengarkan perkataan Zilla mengenai Ismail suka memarahinya.


Uswa datang tidak hanya sekedar untuk menjemput Zilla saja melainkan Uswa membawa buku resep masakan yang sudah di tulisnya ke dalam buku tulis semalam. Uswa memberikannya kepada Zilla. Agar Zilla bisa mengurus rumah tangga dengan benar. Uswa juga tidak ingin melihat Ismail marah-marah dan melampiaskannya kepada Zilla.


"Assalamualaikum" Ucap salam Uswa


"Waalaikumsalam" Jawab Ismail


Ismail segera membuka pintu rumahnya saat mendengarkan suara Uswa.


"Uswa masuklah" Perintah Ismail


Uswa dengan segera masuk ke dalam rumah.


"Di mana Zilla? Tanya Uswa melihat keadaan sekitarnya


"Ada di atas. Mungkin masih tidur" Jawab Ismail


"Kau tidak membangunkan Zilla untuk bangun pagi? Tanya Uswa


"Aku hampir setiap hari membangunkannya hingga aku bosan" Jawab Ismail


"Oh... Iya sudah. Aku akan pergi ke kamarnya. Di mana kamar tidur milik Zilla? Tanya Uswa


"Ada di kamar ku" Jawab Ismail


Uswa yang mendengarkan Zilla tidak berada di dalam kamar Ismail hatinya terasa sakit.


"Apa mereka sudah melakukan hubungan suami istri" Ucap batin Uswa memanas


Uswa segera naik ke lantai atas dan menuju ke kamar milik Ismail dan Zilla.


"Zilla" Panggil Uswa dari luar pintu


Tidak ada jawaban dari Zilla


"Zilla apa kau sudah bangun" Ucap Uswa dengan mengetuk pintu


"Zilla" Panggilnya ulang


"Hm" Ucap Zilla akhirnya menjawab


"Apa aku boleh masuk ke dalam kamarmu? Tanya Uswa dari luar pintu


"Iya. Masuklah pintunya tidak terkunci" Jawab Zilla dari dalam kamar


"Astaga. Kau belum bangun Zilla. Cobalah lihat jam dinding itu, sudah menunjukkan pukul 08:00" Ucap Uswa membuka cendela kamar milik Zilla


"Hm... Aku masih ngantuk Uswa. Biarkan aku tidak sebentar lagi aku akan bangun" Ucap Zilla menarik selimutnya


"Bangun. Apa kau tidak ingin pergi denganku ke pasar Bunglon? Tanya Uswa


"Mau" Jawab Zilla segera bangun dan duduk di pinggir tempat tidurnya


"Nah gitu donk. Anak perempuan harus bangun pagi, setelah shalat subuh kamu harus segera melakukan aktivitas yang lainnya. Mungkin kau bisa membaca Al-Qur'an atau membuat sarapan. Jangan kau tidur lagi setelah shalat subuh" Ucap Uswa menjelaskan


"Shalat" Ucap Zilla

__ADS_1


"Iya shalat. Pasti Abang Ismail mengajakmu untuk melakukan shalat subuh berjamaah kan? Tanya Uswa serius


"Ha..." Jawab Zilla meringis


"Tara apa yang aku bawa ini. Cobalah lihat" Ucap Uswa menunjukkaan buku resep masakan yang dia tulis semalam


"Waw... Kau benar-benar melakukanya untukku" Jawab Zilla saat membuka buku tersebut


" Iya sesuai ucapanku" Ucap Uswa tersenyum


"Terimakasih" Jawab Zilla memeluk Uswa


"Sekarang kau mandilah terlebih dahulu! Aku akan menunggumu di ruang tamu" Ucap Uswa


"Oke baiklah" Jawab Zilla meletakkan buku tersebut di atas meja dan segera pergi untuk mandi


.


.


Uswa pergi ke lantai bawah dan duduk di ruang tamu. Di sana juga ada Ismail yang sedang menyeruput kopi miliknya. Segera Uswa duduk di depan Ismail dan menundukkan kepalanya, agak canggung setelah kejadian Abang Ismail menikah dengan Zilla. Uswa selalu saja menjaga jarak dengan Abang Ismail.


"Apa yang kau lakukan di rumahku pagi hari begini? Apa kau merindukanku seperti aku selalu merindukan? Sehingga kau ke rumah ku setiap hari? Tanya Abang Ismail dengan percaya diri


"Jaga ucapanmu Bang. Aku ke sini cuma ingin membantu Zilla saja, karena aku merasa kasihan kepadanya" Jawab Uswa tidak percaya dengan ucapan Abang Ismail yang berpikir seperti itu


"Itu hanya alasanmu" Ucap Ismail tersenyum


"Kenapa Abang membiarkan Zilla pergi sendiri ke pasar Bunglon? Tanya Uswa


"Iya aku hanya memberikan tugas untuknya. Agar tidak menggantungkan diri kepadaku" Jawab Abang Ismail


"Tapi cara Abang salah" Ucap Uswa menyalahkan Abang Ismail


"Zilla belum tau di mana letak pasar di desa ini" Jawab Uswa


"Zilla punya mulut dan bisa bertanya kepada semua orang di desa ini" Ucap Abang Ismail


"Iya bisa bertanya kepada orang di desa ini. Apa semua orang yang berada di desa ini menyukai kehadiran Zilla? Tanya Uswa


"Aku tidak tau itu" Jawab Abang Ismail ketus


"Abang tau tidak kemarin apa yang sudah terjadi dengan Zilla? Tanya Uswa


"Kenapa dengan Zilla kemarin? Tanya balik Abang Ismail tanpa menjawab pertanyaan Uswa terlebih dahulu


"Uswa saat beli sayur di depan pertigaan sana di usir oleh ibu-ibu yang berbelanja di sana. Ibu-ibu mengatakan kepada Zilla bahwa mereka jijik melihat Zilla. Dan bukan hanya itu saja yang sudah di alami oleh Zilla. Abang tau Jamet? Dia hampir melecehkan Zilla. Untung ada aku saat itu melintas di jalan menuju ke pasar. Maka dari itu kemarin aku mengantar Zilla pulang sampai ke rumah" Jawab Uswa menjelaskannya kepada Abang Ismail secara detail


"Apa?" Ucap Abang Ismail terkejut dan mengusap wajahnya dengan kasar


"Jadilah suami yang baik untuk istrimu" Ucap Uswa mengingatkan


"Aku tidak mengerti dengan Zilla yang hidup di manja oleh Pak Pandu. Masak tidak tau, membersihkan rumah tidak tau, memasak tidak tau, apalagi shalat pasti Zilla tidak pernah melakukannya" Jawab Abang Ismail mengeluh


"Bimbinglah Zilla, Bang. Zilla sudah menjadi istri Abang dan Abang harus bisa merubah sikap Zilla. Abang harus mengingatkan Zilla untuk shalat. Urusan Zilla kini sudah menjadi tanggung jawab Abang" Ucap Uswa menjelaskan


"Aku tidak sanggup" Jawab Abang Ismail lirih


"Cobalah terlebih dahulu. Jangan mengatakan tidak sanggup kalau belum mencobanya. Aku akan membantu Abang, tadi aku juga sudah menulis resep masakan untuknya. Agar Zilla bisa mempraktekkannya sendiri. Perlahan-lahan pasti Zilla akan bisa melakukannya. Abang harus bersabar" Ucap Uswa tersenyum

__ADS_1


"Kenapa kau melakukan ini semua, Uswa? Tanya Abang Ismail


"Aku hanya ingin membantunya saja, Bang" Jawab Uswa memalingkan wajahnya


"Terimakasih. Kau kau harus tau cintaku selalu bersamamu. Meskipun ragaku bersama Zilla" Ucap Abang Ismail


"Uswa sudah tidak lagi mencintai, Abang Ismail. Uswa tau Abang hanya untuk Zilla! Percayalah Bang Zilla itu orang baik dan pantas untuk Abang" Jawab Uswa dengan menahan air matanya


.


.


"Kalian berbicara soal apa. Sepertinya serius? Tanya Zilla


"Eh... Zill. Kita hanya berbicara soal almarhum Ibu Sukma" Jawab Uswa berbohong


"Oh... Benarkah begitu" Ucap Zilla


"Iya" Sambung Ismail


"Apa kau sudah siap untuk pergi? Tanya Uswa kepada Zilla


"Sudah" Jawab Zilla


"Baiklah kita berangkat sekarang. Abang, Uswa dan Zilla pamit pergi ke pasar dulu, ya" Ucap Uswa berpamitan


"Iya. Zill. Hari ini aku ada urusan di luar, mungkin aku akan pulang agak sorean" Ucap Ismail kepada Zilla


"Iya" Jawab Zilla


"Dan ingat jangan buka pintu dan jendela saat kamu di rumah. Kalau ada orang yang bertamu jangan bukakan pintunya. Kecuali Uswa kamu boleh kok membukakan pintu untuknya" Ucap Ismail tersenyum ke arah Uswa


"Iya" Jawab Zilla


.


.


Sampai di pasar Uswa dan Zilla membeli kebutuhan sehari-hari. Uswa yang memilah-milah sayuran segar untuk Zilla. Saat berbelanja mata Zilla tanpa senjata melihat seseorang yang selama ini sedang dicarinya. Zilla segera mengikuti langkah orang tersebut dari kejauhan. Uswa yang melihat Zilla pergi tanpa pamit segera mengejarnya. Zilla tidak mempedulikan panggilan dan teriakan Uswa. Zilla hanya fokus kepada orang tersebut. Tanpa Zilla sadari, Zilla sudah menabrak seseorang yang sedang melintas di depan.


"Aw..." Teriak Zilla kesakitan dan jatuh


"Makanya kalau jalan itu lihat-lihat punya mata tidak sih" Umpatnya


"Maaf iya, Pak. Tidak senang" Ucap Uswa dari arah belakang


"Kasih tau temanmu itu" Perintahnya


"Iya, Pak. Maaf banget, Pak" Ucap Uswa memohon maaf


"Apa kau baik-baik saja? Tanya Uswa membantu Zilla untuk berdiri


"Aku tidak apa-apa terimakasih" Jawab Zilla namun pandangan mata Zilla sedang mencari orang tersebut dengan melihat keadaan sekeliling pasar


"Kau mencari siapa? Tanya Uswa


"Aku pusing" Jawab Zilla berbohong


"Apa sebaiknya kita pulang saja" Ajak Uswa

__ADS_1


"Iya" Jawab Zilla lirih


Bersambung... ✍️


__ADS_2