
Setibanya di rumah Nenek Muna.
"Assalamualaikum" Ucap salam Uswa saat sampai di depan rumah Nenek Muna
"Waalaikumsalam" Jawab salam Bu Sumi dari dalam rumah dan segera membukakan pintu rumahnya
"Uswa... Zoel... Kalian sudah pulang? Tanya Bu Sumi
"Iya, Bu" Jawab Uswa tersenyum
"Bu Sumi kangen lah dengan mu Uswa" Ucap Bu Sumi dengan memeluk Uswa
"Heh... Kalian ini baru di tinggal satu malam saja sudah begitu" Sambung Zoel yang masih berdiri di samping Uswa dan segera masuk ke dalam rumah di ikuti oleh Uswa dan juga Bu Sumi
"Di mana Nenek? Tanya Zoel yang sudah berada di ruang tamu
"Ada di kamarnya" Jawab Bu Sumi
"Apa Nenek baik-baik saja, Bu? Tanya Zoel memastikannya
"Iya. Baik-baik saja. Kenapa emaknya? Tanya Bu Sumi balik
"Ah tidak" Jawab Zoel segera duduk di ruang tamu
"Kak. Uswa pergi ke kamar dulu iya" Ucap pamit Uswa
"Iya" Jawab Zoel
Uswa melangkah kakinya menuju ke lantai atas.
"Uswa" Panggil Zoel
"Iya. Kak" Jawab Uswa menghentikan langkah kakinya dan membalikkan tubuhnya untuk melihat Zoel
"Nanti tolong buatkan aku kopi iya, seperti biasanya" Perintah Zoel
__ADS_1
"Sudah Uswa kau pergi ke kamar dan beristirahatlah. Biarkan Bu Sumi yang membuatkan kopi untuk Zoel" Ucap Bu Sumi
"Aku tidak mau meminumnya kalau Bu Sumi yang buatkan" Jawab Zoel
"Iya. Kak nanti Uswa yang akan membuat kopinya" Ucap Uswa tersenyum
"Sudahlah Uswa. Biarkan Ibu yang membuatnya saja" Sambung Bu Sumi
"Bu... Sumi..." Ucap Zoel dengan geram
"Eh... Iya maaf-maaf" Jawab Bu Sumi segera pergi dari hadapannya Zoel dan Uswa
"Kak jangan gitu donk dengan Bu Sumi. Niat Bu Sumi kan baik" Ucap Uswa
"Tapi aku maunya kau yang buatkan" Jawab Zoel
"Iya Uswa buatkan kopinya dulu" Ucap Uswa segera pergi ke dapur
Zoel yang masih duduk di ruang tamu dengan menaikkan ponsel miliknya. Datanglah seorang yang bertamu ke rumah Nenek Muna.
"Astaga apa yang kau lakukan Rihanna. Lepaskan pelukanmu aku tidak bisa bernafas" Ucap Zoel mendorong tubuh Rihanna
"Jangan tinggalkan aku. Maafkan aku kejadian kemarin itu tidak seperti yang kalian bayangkan" Jawab Rihanna dengan memeluk kembali Zoel
"Hm" Jawabnya
"Percayalah dengan ku Zoel. Kau lelaki satu-satunya yang aku cintai" Ucap Rihanna dengan menangis sesenggukan
"Hm" Jawab Zoel segera melepaskan diri dari Rihanna
"Ada apa ini? Tanya Nenek Muna yang sudah berada di ruang tamu
"Entahlah. Nek, apa yang dilakukan Rihanna. Dia datang tiba-tiba dan menanggis" Jawab Zoel
"Apa yang kau lakukan di rumah Rihanna? Tanya Nenek Muna kepada Rihanna
__ADS_1
"Nenek tolong restui aku untuk meningkatkan dengan Zoel" Jawab Rihanna segera mendekat ke arah Nenek Muna
"Apa aku tidak salah mendengarkannya Rihanna" Ucap Nenek Muna tertawa
"Tidak Nek. Aku lah yang pantas menikah dengan Zoel" Jawab Rihanna dengan percaya diri
"Omong kosong apa yang kau ucapkan ini Rihanna. Sudahlah kau pergi dari rumah ini saja. Kita tidak membutuhkan dirimu lagi untuk datang ke rumah ini" Ucap Zoel mengusirnya
"Zoel kau tega berbicara itu kepada diriku" Jawab Rihanna yang masih menanggis
"Iya Rihanna pergi dari rumah ini! Kau tidak pantas untuk Zoel dan aku sudah menemukan jodoh yang pantas untuk Zoel" Ucap Nenek Muna memalingkan wajahnya
"Nek. Beri aku kesempatan untuk bersama dengan Zoel dan merubah sikap ku" Jawab Rihanna memelas
"Tidak" Ucap Nenek Muna dengan lantang
"Kak ini kopinya" Ucap Uswa yang baru datang dari dapur.
"Iya. Letakkan di atas meja itu" Perintah Zoel
"Ada yang kau lakukan di rumah ini perempuan jalang" Ucap Rihanna dengan segera menyiramkan kopi tersebut ke wajah Uswa
"Aw... Sakit" Jawab Uswa merasa kesakitan
"Astaga Uswa" Ucap Zoel segera memeluk Uswa
"Randy..." Teriak Nenek Muna memanggil namanya
"Iya, Nek" Jawab Randy saat sudah berada di dalam ruang tamu
"Usir perempuan ini. Aku tidak ingin melihat wajah lagi" Perintah Nenek Muna menunjuk ke wajah Rihanna dengan geram
"Nek..." Teriak Rihanna yang sudah di seret paksa oleh Randy
Bersambung... ✍️
__ADS_1