
Episode Ismail dan Zilla sudah TAMAT.
Season selanjutnya akan menceritakan perjalanan cinta Uswa dengan seseorang lelaki tampan, mapan, dan...
Bagi yang penasaran yuk simak kisah lanjutannya πππ
.
.
Meninggalkan kisah rumah tangga Ismail dan Zilla yang berakhir dengan bahagia. Kini saat bagi Uswa move on dari semua kenyataan pahit ini. Semasa sekolah Uswa memiliki teman dekat yang bernama Aira Kaisara merupakan anak pertama dari pasangan Ibu Munaroh dan Bapak Rasyid (Almarhum). Aira juga memiliki adik yang masih duduk di bangku SMA bernama Tengku Wildad. Bapak Aira bernama Rasyid bekerja sebagai guru sekolah dasar di desa Bunglon semasa hidupnya, sedangkan Ibunya hanya Ibu rumah tangga biasa dan kini harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhan anaknya yang masih kuliah dan sekolah.
Aira Kaisara hidup di kota karena melanjutkan kuliahnya yang Aira ambil adalah jurusan Dokter Kandungan. Semasa Aira libur semester, Aira kembali ke desa Bunglon. Aira mendapatkan cerita dari Ibunya tentang Uswa yang gagal menikah dengan Ismail di sebabkan oleh Zilla. Aira merasa kasihan kepada Uswa dan akhirnya Aira pergi ke rumah Uswa.
"Assalamualaikum" Salam Aira saat berada di depan rumah Uswa
"Waalaikumsalam" Jawab salam Uswa membuka pintunya
"Hi... Uswa" Ucap Aira menghamburkan pelukannya kepada Uswa
"Cantiknya dirimu sekarang ini Aira! Aku sampai tidak mengenalimu" Ucap Uswa membalas pelukan Aira
"Kau juga cantik Uswa" Balas Aira tersenyum
"Waw... Kau sudah punya mobil sendiri Aira? Tanya Uswa yang melihat mobil milik Aira terparkir di depan rumahnya
"Bukan punyaku itu. Mobil itu milik bos aku, aku di sana juga kerja sampingan setelah selesai kuliah" Jawab Aira
"Masuklah" Ajak Uswa yang sedari tadi berdiri di depan rumah
"Hm... Aku rindu sangat kepada dirimu Uswa! Sudah berapa tahun iya aku tidak pulang ke desa" Ucap Aira duduk di ruang tamu
"Iyalah. Hidup di kota enak, tidak seperti hidup di desa" Jawab Uswa segera duduk di sebelah Aira
"Kau ini bisa saja. Sama saja lah hidup di kota dan di desa. Kalau kita tidak bekerja iya mau makan apa" Ucap Aira basa-basi
"Kau tunggulah sebentar di sini aku akan membuatmu minum" Ucap Uswa berpamitan dan hendak pergi ke dapur
"Enggak usah repot-repot Uswa. Aku hanya mampir sebentar saja" Jawab Aira tersenyum
"Kau mau pergi ke mana lagi setelah dari rumah ku Aira? Tanya Uswa berdiri di depan Aira
__ADS_1
"Jalan-jalan keliling desa" Jawab Aira
"Hm... Tunggulah sebentar" Ucap Uswa segera pergi ke dapur membuatkan teh manis untuk Aira dan Uswa tidak lupa menyuguhkan sebuah kue kering buatannya itu
Setelah selesai membuatkan teh manis untuk Aira, Uswa segera kembali ke ruang tamu dengan membawa teh manis dan juga kue kering.
"Minumlah" Ucap Uswa meletakkan teh manis dan kue kering di atas meja
"Terimakasih" Jawab Aira meminum teh tersebut
"Iya itulah yang aku punya. Ala kadarnya Aira" Ucap Uswa
"Kau ini. Aku datang ke sini karena rindu kamu Uswa dan tidak lebih dari itu. Jadi kamu tidak usah repot-repot iya" Jawab Aira
"Kau berapa hari di desa ini? Tanya Uswa
"Hanya dua hari saja Uswa" Jawab Aira
"Cepatnya. Dua hari saja" Ucap Uswa
" Iya. Aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan ku lama-lama. Nanti bisa-bisa bos aku pecat akulah" Jawab Aira
"Ini kue siapa yang buat? Tanya Aira
"Akulah. Aku kan berjualan kue dari dulu" Jawab Uswa
"Pasti ini sangat enak kue buatan mu" Ucap Aira membuka toples kue tersebut dan memakannya
"Bagaimana? Tanya Uswa yang melihat wajah Aira sedikit terkejut
"Enaknya" Jawab Aira tertawa
"Kau ini buat aku panik saja dengan melihat wajahmu seperti tadi itu" Ucap Uswa
"Aku sedang berakting Uswa. Oke kan akting ku" Jawab Aira tertawa terbahak-bahak
"Tidak lucu" Ucap Uswa memalingkan wajahnya
"Maaf" Jawab Aira tersenyum
"Iya aku maafkan" Ucap Uswa kembali tersenyum
__ADS_1
"Cocok ini kalau kau buka toko kue sendiri" Ucap Aira
"Aku tidak punya modal Aira. Membuka toko kue itu sepertinya hal yang sangat mustahil. Aku harus memiliki modal yang besar, Aku harus menyewa tempat, aku harus Hah..." Jawab Uswa tidak mampu memikirkannya lagi
"Pinjam modal saja ke Abang Ismail untuk membuka toko kue. Aku dengar-dengar sekarang Abang Ismail sudah sukses" Ucap Aira
"Aku tidak mau dan aku tidak ingin mengganggu rumah tangga Abang Ismail dengan Zilla. Sudah lah jangan membicarakan mereka lagi" Jawab Uswa lirih
"Maaf. Aku tau kau seperti bagaimana orangnya, kau dari dulu lagi sudah suka kepada Abang Ismail mu itu. Tapi sayangnya kenapa harus perempuan itu yang menjadi istri Abang Ismail. Sebagus apa sih perempuan itu? Tanya Aira berdiri dari tempat duduknya
"Aku tidak pernah menyalahkan siapa pun itu . Mungkin ini sudah takdir ku" Jawab Uswa meneteskan air matanya
"Takdir. Ini tidak takdir Uswa" Ucap Aira melihat wajah Uswa yang meneteskan air mata
"Stop aku tidak ingin membicarakannya lagi persoalan ku dengan Abang Ismail" Teriak Uswa
"Kau menangis Uswa" Ucap Aira dengan segera memeluk Uswa dan mencoba menenangkannya
Uswa semakin mengencangkan tangisannya.
"Diamlah Uswa. Maafkan aku, aku tidak bermaksud membuatmu menanggis. Kenapa kau tidak pergi dari desa ini dan membuka lembaran kehidupan baru? Tanya Aira
"Aku tidak punya siapa-siapa Aira? Aku hanya memiliki rumah ini untuk berteduh" Jawab Uswa menanggis sesenggukan
"Kalau kau mau. Kau bisa ikut denganku pergi ke kota dan bekerja di sana. Aku tidak sanggup melihat dirimu seperti ini. Apalagi sampai saat ini Ismail dan Zilla masih berada di desa ini" Ucap Aira
"Aku tidak memiliki uang yang banyak untuk hidup di kota. Di mana aku harus mengontrak dan menghidupi diriku selama aku di kota dan belum memiliki pekerjaan" Jawab Uswa melihat wajah Aira
"Kau jangan pikir itu Uswa. Aku di sana menempati kontrak yang cukup besar dan kau tinggal di sana saja dengan ku, Aku tidak mempermasalahkan soal itu. Dan untuk makan kau bisa makan apa yang aku makan" Ucap Aira menghapus wajah Uswa
"Terimakasih banyak Aira. Tapi aku tidak ingin merepotkan mu" Jawab Uswa lirih
"Kau pikirkan kembali Uswa. Besok aku akan kembali! Kalau kau mau ikut pergi dengan ke kota tunggulah aku di jalan utama di desa Bunglon, pukul tujuh pagi aku akan berangkat" Ucap Aira segera pergi meninggalkan rumah Uswa
"Aira" Teriak Uswa mencegahnya
"Aku akan pulang. Kau istirahatlah, Assalamualaikum" Ucap pamit Aira
"Waalaikumsalam" Jawab salam Uswa segera menutup kembali pintu rumahnya
Bersambung... βοΈ
__ADS_1