Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 43


__ADS_3

Di desa Bunglon.


Uswa hari ini berniatan untuk pergi ke rumah Almarhum Bu Sukma. Semenjak Ismail pergi ke kota Uswa tidak lagi menengok rumah tersebut. Uswa mengambil ponsel miliknya dan mengantonginya di saku celana miliknya yang di kenakan tak lupa juga mengambil kunci rumah Ismail yang di simpan di dalam laci meja rias Uswa. Uswa mengambil sepedanya dan mengayuh sepeda tersebut menuju ke arah rumah Ismail.


Setelah sampai di rumah Ismail Uswa segera membuka pintu rumahnya.


"Ckelek" Suara gembok terbuka


"Krek..." Suara pintu terbuka


Uswa membuka pintu tersebut, Uswa batuk-batuk merasa pengap di dalam rumah Ismail. Setelah Uswa batuk-batuk tidak membuka pintu rumahnya dengan lebar-lebar agar udara segar bisa masuk ke dalam rumah. Malah Uswa menutup kembali pintu tersebut, Uswa berjalan menuju ke arah ruang tamu.


Dalam keadaan cahaya yang agak gelap, Uswa melihat ada seseorang yang sedang tidur di kursi ruang tamu. Wajah orang itu tidak terlihat karena tertutup oleh lengannya. Uswa yang melihat ada seseorang merasa terkejut. Uswa membalikan badannya dan berjalan mengendap-endap untuk mencari sesuatu. Tidak membutuhkan waktu yang cukup lama Uswa menemuka sebuah sapu yang tergeletak di belakang pintu.


Uswa kembali menghampiri orang tersebut yang sedang tidur di ruang tamu. Tanpa aba-aba Uswa memukul orang yang sedang tidur.


"Maling... Maling... Maling..." Ucap Uswa memukulnya


"Aw. Sakit... Berhenti stop, berhenti Uswa. Ini aku Ismail dan bukan maling" Teriak Ismail kesakitan


"Astaga Abang" Ucap Uswa menghentikannya


Uswa berlari menyalakan saklar agar lampu menyala, setelah lampu menyala dengan cahaya terang benar orang yang tidur di kursi tamu adalah Abang Ismail


"Abang. Bukannya Abang ke kota, kok ada di sini sekarang? Tanya Uswa


"Panjang ceritanya" Jawab Ismail lirih


"Kenapa Abang tidak membuka jendela dan pintu? Tanya Uswa


"Abang tidak ingin ke mana-mana, biyarkan rumah ini gelap" Jawab Ismail


"Abang..." Ucap Uswa mendekat dan duduk di sebelah Ismail


"Hm..." Jawab Ismail malas dan menyenderkan punggungnya ke kursi


"Apa yang sudah terjadi? Berbagilah cerita dengan Uswa. Siapa tau Uswa punya solusi untuk Abang" Ucap Uswa


"Hm... Aw" Teriak Ismail saat ingin membungkukkan tubuhnya


"Mana yang sakit Bang. Maafkan Uswa sudah memukul Abang dengan sangat keras. Uswa pikir tadi itu maling" Ucap Uswa ingin memegang tubuh Ismail namun dia urungkan karena mengingat kembali kalau mereka bukan muhrim


"Sudah jangan salahkan dirimu, ini semua salahku" Jawab Ismail merendahkan dirinya


"Tunggu. Uswa akan mengambilkan obat untuk Abang" Ucap Uswa meninggalkan Ismail yang berada di ruang tamu dan pergi menuju ke kamar Bu Sukma untuk mengambilkan obatnya. Setelah di ambilnya Uswa Kem Bali menemui Ismail


"Ini cobalah oleskan pada bagian tubuh Abang yang di rasa sakit" Ucap Uswa menyodorkan obatnya


"Aku tidak kenapa-kenapa jangan menghawatirkan keadaan ku. Terus Uswa ke sini mau apa? Tanya Ismail mengalihkan pembicaraannya


"Ingin menyapu rumah ini Bang" Jawab Uswa tersenyum

__ADS_1


Ismail kembali membaringkan tubuhnya di kursi ruang tamu. Badan Ismail terasa panas sekali, namun Ismail menahannya agar terlihat baik-baik saat di depan Uswa.


"Bang Uswa menyapu dulu, ya!" Ucap Uswa


"Hm..." Ucap Ismail lagi-lagi hanya hm


Uswa segera pergi untuk menyapu dan membersihkan seluruh rumah Ismail. Setelah selesai membersihkan rumah Ismail, Uswa baru menyadarkan pikirannya.


"Apa sudah makan apa belum, ya!" Pikir Uswa


"Sebaiknya aku tanyakan kepada Abang saja" Ucap Uswa


"Abang" Panggil Uswa dari arah dapur


Tidak menjawab


"Abang sudah makan apa bel..." Ucap Uswa tidak di lanjutkan karena saat melihat Ismail, Uswa terkejut melihat Ismail yang sedang mengigil


"Astagfirullah Bang. Abang" Ucap Uswa panik


"Aku harus bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Ucap Uswa berjalan mondar mandir di hadapan Ismail


"Aku harus apa?


Uswa mencoba memberanikan diri untuk menempelkan telapak tangannya di jidat Ismail mengecek Ismail sakit panas atau tidak. Setelah di rasa ternyata badan Ismail sangat panas. Segera Uswa ke dapur mengambil air dan handuk untuk mengompres Ismail agar panasnya turun. Dengan cekatan Uswa sudah mengompres Ismail.


"Bang... Apa Abang sudah makan? Tanya Uswa


Tidak menjawab


.


.


Zilla yang berada di dalam mobil terbangun karena suara dering telepon miliknya Andi. Dengan segera Zilla mengambil ponsel tersebut yang di simpannya di saku baju Andi.


" Eh... Eh... Kamu mau apakan ponsel ku" Ucap Andi yang terkejut melihat ulah Zilla


"Prak..." Ponsel milik Andi terjatuh di bawah tempat duduk


"Kenapa kamu membanting ponsel milik ku Zill..." Ucap Andi menundukkan kepalanya untuk mengambil ponsel tersebut yang jauh dari jangkauan tangannya


"Berisik... Udah deh tidak usah di ambil napa ponselmu" Jawab Zilla mendorong tubuh Andi


"Biarkan aku mengambil ponsel ku. Kau tenanglah aku sedang menyetir ini" Bentak Andi


"Tidak usah" Ucap Zilla mencekal lengan Andi


Andi yang mendapatkan perbuatan seperti itu dari Zilla malah membalasnya dengan mendorong tubuh Zilla. Andi dan Zilla sudah tidak lagi memfokuskan menyetirnya.


Mobil yang di tumpangi Andi dan Zilla malah menancapkan gas dan mengarahkan mobil tersebut ke arah datangnya motor berlawanan tanpa mereka sadari.

__ADS_1


"Awas Andi A..." Teriak Zilla


Dengan sigap Andi mengerem mobil tersebut, namun sayangnya pengendara motor tersebut terpental. Orang-orang yang berada di pantai Bunglon terkejut melihat kejadian tersebut. Orang-orang yang berada di pantai Bunglon berlari membantu pengendara motor yang terjatuh.


"A... Ini semua salahmu Andi" Teriak Zilla


Andi tidak mendengarkan ucapan Zilla, Andi segera turun dari mobilnya dan berlari menuju ke arah pengendara motor tersebut. Banyak sekali orang-orang yang membantu pengendara motor untuk berdiri, sedang kan yang lainya hanya melihatnya.


"Minggir-minggir" Ucap Andi membelah jalan dari kerumunan banyak orang untuk melihat wajah pengendara motor. Setelah di lihatnya ternyata pengendara tersebut Adalah Hadi yang merupakan saudara Andi sendiri.


"Hadi" Panggil Andi terkejut


"Oh... Jadi kau Andi yang sudah menabrakmu" Ucap Hadi


"Maafkan aku" Ucap Andi


"Ayo, Pak. Tolong bawa Hadi duduk di sana!" Perintah Andi dan orang-orang membantu Hadi untuk memapahnya


Dari dalam mobil turunlah Zilla,


"Uwek... Uwek... Uwek..." Zilla muntah


"Siapa dia? Tanya Hadi


"Anak Bos aku, Had" Jawab Andi


Ayo-ayo kita bantu perempuan itu salah seorang dan orang-orang yang memapah Hadi melepaskan Hadi dengan begitu saja. Hadi terjatuh kesakitan.


"Hei kalian" Ucap Hadi yang tidak menghentikan langkah kaki mereka


"Wah, cantik sekali" Ucap salah seorang


"Iya cantik banget. Seperti bidadari" Ucap yang lainnya


"Cantik siapa namamu? Kenalan, Yuk dengan Abang Jamet" Ucap Jamet mengulurkan tangannya


Ck. Dasar orang-orang desa kampungan banget sih. Dih... Jauhkan tangan kalian dari ku, kita tidak selevel. Jauh sana..." Jawab Zilla ketus


"Hu... " Suara sorakan dari mereka dan meninggalkan Zilla begitu saja


"Sombong" Teriak di antara mereka


Bersambung... ✍️


#SELAMAT UNTUK PEMENANG MINGGU INI#


SAYA AMBIL DARI TERTINGGI SAJA πŸ™πŸ€§


NOMOR SATU πŸ’‹


DENGAN DEMIKIAN SAYA TUTUP πŸ”¨

__ADS_1



__ADS_2