Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 89 Season Uswa


__ADS_3

Zoel mendapatkan telepon dari Saldy soal dirinya sudah mengantarkan pulang Uswa ke rumahnya. Zoel setelah mendapat informasi soal Uswa langsung pergi pulang ke rumahnya. Dan Saldy mengabarinya kalau dia tidak balik lagi ke tempat golf. Zoel sedari tadi juga sudah risih dengan sikap Rihanna yang sangat manja kepada dirinya.


"Rihanna aku pulang dulu iya" Ucap Zoel segera berdiri


"Zoel... Duduklah kita baru juga bertemu. Aku masih kangen" Jawab Rihanna dengan memegang tangan Zoel


"Rihanna plis yang seperti ini! Aku masih banyak pekerjaan" Ucap Zoel mengibaskan tangannya


"Oke fine. Tapi kau harus antarkan aku pulang ke rumah iya" Jawab Rihanna segera berdiri dari tempat duduknya


"Aduh Rihanna kenapa jadi aku yang harus mengantarkan mu pulang. Kau naik taxi saja lah" Ucap Zoel menolaknya


"Ayolah, Sayang antara aku pulang plis" Ajak Rihanna dengan mengedipkan salah satu matanya


"Kau naik taxi saja" Jawab Zoel memberikan uang seratus ribu kepada Rihanna


"Apa ini sayang? Tanya Rihanna saat Zoel memberikan uang seratus ribu kepada dirinya


"Kau bisa lihat itu uang seratus ribu" Jawab Zoel geram


"Buat apa kau memberiku uang seratus ribu? Tanya Rihanna yang belum mengerti juga dengan ucapan Zoel


"Itu uang aku kasih untukmu sebagai ongkos kau naik taxi" Jawab Zoel berbisik di telinga Rihanna dan langsung pergi meninggalkan Rihanna yang masih berdiri di tempatnya


"A... Kenapa sih susah banget untuk mendapatkan hatimu Zoel" Umpat Rihanna yang melihat Zoel pergi dan meninggalkan dirinya


"Lihat saja aku akan membuat perhitungan denganmu. Akan aku pastikan akulah perempuan yang layak bersamamu" Ucap Rihanna tertawa terbahak-bahak


Tanpa Rihanna sadari, sedari tadi banyak orang yang memperhatikan tingkah laku Rihanna dan mereka menertawakan Rihanna.


"Apa lihat-lihat" Ucap Rihanna memelototkan kedua bola matanya saat sadar akan orang-orang yang di sekitarnya melihat dirinya


Rihanna yang merasa kesal langsung pergi dari tempat itu tanpa merasa malu.


.


.


Sesampainya di depan rumah,


Zoel melihat ada sebuah mobil yang terparkir tepat di depan rumahnya. Zoel saat itu juga melihat pintu rumah miliknya terbaru dengan sangat lebar.


"Nenek" Ucap batin Zoel


Zoel segera memarkirkan mobilnya ke dalam garasi rumahnya. Zoel turun dari mobil miliknya dan menghampiri Pak Randy yang duduk santai di depan rumahnya.


"Eh... Pak Zoel. Baru pulang, Pak? Tanya Randy tersenyum


"Iya nih, Pak. Apa Nenek ada di dalam? Tanya Zoel


"Iya Bu Muna sudah menunggu Pak Zoel dari tadi" Jawab Randy memberitahu kepada Zoel


"Aku masuk ke dalam dulu iya, Pak" Ucap Zoel segera masuk ke dalam rumahnya


"Nenek" Panggil Zoel saat sampai di dalam rumah dan segera memeluk Neneknya


"Dari mana kamu? Tanya Nenek Muna dengan wajah marah


"Zoel dari pergi main golf, Nek" Jawab Zoel tersenyum


"Main dengan siapa? Tanya Nenek Muna memastikan


"Tadi di sana ada Saldy, Rihanna, dan Uswa. Tapi sayangnya Saldy pulang terlebih dahulu untuk mengantarkan Uswa pulang. Jadi iya aku dengan Rihanna di sana" Jawab Zoel menjelaskan kepada Neneknya


"Rihanna. Kapan Rihanna pulang? Bukan Rihanna masih ada pekerjaan di kota Y? Tanya Nenek Muna

__ADS_1


"Entahlah. Aku juga tidak tau" Jawab Zoel santai dan duduk di sebelah Neneknya


"Kau sudah makan? Tanya Nenek Muna


"Sudah. Oh... Iya dimana Uswa? Sedari tadi aku tidak melihat Uswa? Ucap Zoel melihat keadaan di sekitarnya


"Siapa Uswa? Tanya Nenek Muna pura-pura tidak tau


"Uswa, Nek. Orang yang mengurus rumah ini" Jawab Zoel


"Nenek tidak tau" Ucap Nenek Muna memalingkan wajahnya


"Apa tadi Nenek sudah bertemu dengan Uswa? Tanya Zoel mencurigai Neneknya


Nenek Muna tidak menjawabnya dan hanya berdiam diri saja.


"Nenek tunggu di sini sebentar iya. Aku akan pergi untuk memanggil Uswa mungkin dia sedang berada di kamarnya" Ucap Zoel segera berdiri dari tempat duduknya


"Uswa... Uswa... Uswa... Zoel di hadapan mu saat ini cuma ada Nenek tidak perlu kau mencari Uswa. Siapa Uswa itu tidak penting kan bagimu" Jawab Nenek Muna marah


"Apa yang Nenek ucapkan! Aku hanya ingin memperkenalkan Nenek kepada Uswa" Ucap Zoel melihat wajah Neneknya


"Di mana kau memungut perempuan itu? Tanya Nenek Muna menaikkan nada bicaranya


"Nek. Uswa itu orang baik-baik, Nek. Kenapa Nenek berbica buruk kepada Uswa? Tanya Zoel balik


"Oh... Orang baik itu menurutmu. Tapi menurut Nenek tidak! Kau pasti belum terlalu mengenal dia kan. Udahlah Zoel jangan membawa perempuan ke rumah ini, apalagi kau itu masih bujang. Nenek tidak ingin terjadi sesuatu kepada dirimu. Apalagi kalau kau sampai suka kepada perempuan yang levelnya rendah dan tidak sebanding dengan kita" Jawab Nenek Muna


"Kenapa Nenek selalu membandingkan hal itu, Nek? Tanya Zoel


"Karena orang kaya itu berteman nya iya dengan orang kaya" Jawab Nenek Muna


"Astagfirullah" Ucap Zoel mengucap wajahnya dan pergi menuju ke lantai atas untuk mencari Uswa


"Ke kamar Uswa" Jawab Zoel menaiki anak tangga


"Aku sudah mengusirnya" Ucap Nenek Muna dengan lantang


"Aku harus pergi, Nek. Aku harus mencari Uswa sebelum Uswa pergi jauh" Jawab Zoel segera menuruni anak tangga


"Stop Zoel! Kau tidak perlu mencari perempuan itu" Ucap Nenek Muna mencegahnya


"Aku tidak bisa berdiam diri saja, Nek. Uswa dalam bahaya" Jawab Zoel berjalan menuju ke luar dengan tergesa-gesa


"Zoel" Teriak Nenek Muna


"Nek. Aku kasihan kepada Uswa! Uswa dalam bahaya, Nek. Jika dia berada di luaran sana" Ucap Zoel dengan membentak Neneknya


"Kau berani membentak Nenek demi perempuan itu Zoel" Jawab Nenek Muna tidak percaya


"Asal Nenek tau. Uswa itu datang dari desa di ajak oleh temannya. Uswa berniatan untuk mencari pekerjaan di kota ini. Namu temannya Uswa menjebak dirinya untuk menjadi pelacur dan melayani lelaki hidung belang. Aku menolong Uswa saat kejadian itu terlihat jelas di depan mataku" Ucap Zoel menjelaskannya


"Oh jadi itu perempuan jalang yang kau bawa pulang ke rumah ini dan dengan sengaja kau mengajak dia untuk tinggal di rumah ini. Agar dirimu bisa tidur bersama dengannya" Jawab Nenek Muna menuduhnya


"Apa yang Nenek ucapkan. Aku tidak seperti yang Nenek tuduhkan. Aku tau batasannya,Nek. Jangan menceramahi ku lagi" Ucap Zoel marah


"Jadi ini alasan mu selama ini tidak mau tinggal bersama di rumah, Nenek" Jawab Nenek Muna


"Aku punya alasan lain kenapa aku tidak ingin tinggal bersama Nenek. Karena Nenek terlalu banyak ikut campur soal urusan hidupku dan selalu saja mengatur hidupku" Ucap Zoel


"Itu semua Nenek lakukan untuk kebaikan dalam hidupmu kelak" Jawab Nenek Muna


"Sudahlah, Nek. Aku tidak ingin berdebat lagi. Aku pergi dulu untuk mencari Uswa" Ucap Zoel segera pergi dari rumahnya


.

__ADS_1


.


Uswa masih berjalan dan tidak tau arah tujuannya. Uswa hanya mengikuti langkah kakinya kemanapun perginya. Uswa melihat keadaan di sekitarnya yang begitu banyak kendaraan melintas di jalan. Saat itu Uswa binggung Ia pergi dari rumah Zoel tanpa membawa ponsel miliknya bahkan uang walaupun sepeserpun.


"Kenapa hidupanku jadi seperti ini" Ucap Uswa lirih dan terus berjalan


"Ibu... Bapak... Uswa takut" Ucap Uswa meneteskan air matanya


"Tin... Tin... Tin..." Suara klakson mobil milik seseorang yang berhenti di belakang Uswa


"Mobil siapa itu" Ucap Uswa saat membalikan tubuhnya dan melihat mobil tersebut


"Hello perempuan jalang" Ucap Aira turun dari mobilnya


"Kau Aira. Apa yang kau lakukan di sini? Tanya Uswa terkejut


"Ini jalanan umum bebas untuk siapa saja" Jawab Aira mendekat ke arah Uswa


"Oh... Iya sudah aku pergi dulu" Pamit Uswa


"Mau kemana hah... Kau harus bertanggung jawab karena dirimu aku di usir dari tempat kerjaku dan Karen kau juga aku putus dari pacarku" Ucap Aira mencengkram erat tangan Uswa


"Sakit Aira. Lepaskan" Jawab Uswa


"Kau harus ikut aku dan kau harus membayar semuanya dengan sangat malah kepada diriku. Aku akan menjual dirimu kepada sugar Daddy ku" Ucap Aira tertawa terbahak-bahak dan menyeret Uswa untuk masuk ke dalam mobil miliknya


"Aku tidak mau Aira. Aku tidak mau" Jawab Uswa memohon dan menanggis


"Ah... Diamlah berisik. Cepatlah masuk ke dalam mobil ku" Ucap Aira memaksanya


"Woi... Lepaskan dia" Ucap seorang laki-laki dari arah sebrang jalan


"Sial. Laki-laki itu A... Selalu saja menggagalkan rencanamu" Ucap Aira mendorong tubuh Uswa hingga terjatuh, dengan segera Aira masuk ke dalam mobil pergi dari tempat itu


"Uswa" Teriak Zoel berlari menuju ke arah Uswa


"Zoel. Kenapa kau ada di sini? Tanya Uswa segera berdiri


"Aku mencarimu. Kenapa kau pergi dari rumah ku? Tanya balik Zoel


"Aku tidak ingin merepotkan mu lagi" Jawab Uswa


"Kau jangan berbohong Uswa. Kau di usir kan dengan Nenekku? Tanya Zoel


"Tidak Zoel. Aku benar-benar tidak ingin merepotkan dirimu lagi" Jawab Uswa memalingkan wajahnya


"Ayo, kita pulang" Ajak Zoel


"Biarkan aku pergi Zoel" Ucap Uswa menolaknya


"Kau mau pergi ke mana? Bagaimana kalau Aira bertemu lagi dengan mu. Aku yakin Aira pasti masih dendam kepada dirimu" Jawab Zoel


"Biarkan aku yang menyelenggarakan masalahku sendiri" Ucap Uswa


"Ayolah pulang Uswa. Kau tidak perlu mendengarkan ucapan Nenek. Nenekku orangnya iya emang seperti itu terlalu cerewet" Jawab Zoel tersenyum


Uswa tidak menjawabnya dan hanya berdiam


"Kau mau kan pulang ke rumah ku? Tanya Zoel kembali


"Hm" Jawab Uswa dengan menganggukkan kepalanya


"Nah gitu donk" Ucap Zoel tersenyum


Bersambung... ✍️

__ADS_1


__ADS_2