Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 73 dan Pengumuman


__ADS_3

Berita heboh mengenai Zilla sudah sampai di telinga Asril. Karena Pak Sumio melihat kejadian tersebut dengan mata kepala sendiri saat Ismail mengendong Zilla, sedang Uswa mengendong seorang bayi. Pak Sumio saat itu lewat di depan rumah Ismail tanpa senjata melihat kejadian tersebut.


Akhirnya sampai di tempat kerja Pak Sumio menceritakan kejadian itu kepada seluruh orang yang bekerja di perusahaan Pak Doni. Asril yang mendengarkannya terkejut dan merasa sedih semua itu terjadi karena dirinya. Asril berlari menuju ke tempat parkir motor miliknya. Asril menyalakan mesin motornya dengan segera. Asril segera pergi menuju ke rumah sakit desa Bunglon untuk menyusul Zilla.


Setelah sampai di rumah sakit Asril bertanya mengenai pasien bernama Zilla Zulaina binti Pandu kepada resepsionis yang berjaga saat itu. Setelah mendapatkan informasinya Asril berlari menuju ke kamar tersebut. Dari kejauhan dilihatnya Ada dua orang laki-laki dan satu orang perempuan. Akhirnya Asril melihat dari kejauhan gerak-gerik di antara mereka. Asril saat itu memiliki niat jahat untuk menculik anaknya tersebut dari Zilla. Kalau Zilla tidak ingin kembali pada dirinya. Dengan begitu Asril akan mengancam kepada Zilla dengan menjauhkan Zilla dari anaknya.


.


.


Sampai di rumah sakit Bunglon Zilla dan bayinya segera di tangani oleh Dokter. Ismail dan Uswa sedang menunggu di luar ruangan. Ismail mengabari Hadi memberitahukan kepadanya kalau saat ini Zilla berada di rumah sakit dan sudah melahirkan. Hadi yang mendapatkan kabar tersebut secara langsung dari Ismail segera pergi ke rumah sakit Bunglon. Hadi mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa memedulikan keselamatannya. Yang sekarang di pikirannya adalah Ismail dan segera sampai di rumah sakit.


"Ismail" Teriak Hadi dari kejauhan tanpa Ia sadari sudah ada Uswa di sana juga yang sedang menemani Ismail


"Hadi. Terimakasih sudah datang kemari" Ucap Ismail


"Iya aku pasti selalu ada untukmu" Jawab Hadi tersenyum


"Di mana Zilla? Tanya Hadi


"Ada di dalam dan masih di periksa oleh Dokter" Jawab Ismail


"Iya kita doakan saja semoga keduanya baik-baik saja" Ucap Hadi dengan memegang tangan Ismail untuk menguatkan hatinya


"Terimakasih. Aku sangat berterima kepada Uswa, kalau tidak ada Uswa entah apa yang akan terjadi kepada Zilla" Jawab Ismail melihat wajah Uswa


"Abang" Sambung Uswa


"Kenapa dengan Uswa? Tanya Hadi melihat wajah Uswa yang masih ada sedikit bercak darah


"Uswa yang sudah membantu Zilla lahiran" Jawab Ismail tersenyum


"Apa begitu Uswa? Tanya Hadi kepada Uswa


"Hm" Jawab Uswa menganggukkan kepalanya


Ismail dan Hadi masih berdiri di depan ruang kamar Zilla, mereka tidak terlalu memperhatikan Uswa. sedang Uswa duduk dan terlihat gemetaran tidak mempercayainya apa yang sudah terjadi dengan dirinya yang pertama kalinya membantu orang bersalin.


Setelah beberapa menit kemudian keluar Dokter tersebut dari dalam ruang kamar periksa Zilla.


"Bagaimana, Dok? Tanya Ismail segera


"Alhamdulillah Istri Bapak baik-baik saja. Namun kenyataannya masih lemas dan tidak sadarkan diri. Untung saja kalian cepat membawanya kemari" Jawab Dokter tersebut


"Bagaimana dengan anakku? Tanya Ismail baik


"Alhamdulillah juga bayinya sehat meskipun prematur" Jawab Dokter tersebut dengan tersenyum


"Alhamdulillah" Ucap Ismail bersyukur dengan mengangkat kedua tangannya


"Sus, cepat bawa bayi itu ke ruang bayi!" Perintah Dokter


"Apa aku bisa melihat Istriku sekarang? Tanya Ismail dengan wajah berseri


"Boleh silakan. Tapi cukup satu orang saja Ia, karena pasien keadaan belum pulih dan sadarkan diri" Perintah Dokter


"Baik Dok" Jawab Ismail segera masuk ke dalam ruangan Zilla


Uswa yang melihat Ismail begitu mempedulikan Zilla merasa cemburu yang sudah berkobar membakar di dalam hati Uswa. Uswa hanya duduk terdiam dan tidak mampu berkata-kata.


"Apa kau baik-baik saja? Tanya Hadi yang memperhatikan wajah Uswa dengan intens


"Iya aku baik-baik saja" Jawab Uswa lirih

__ADS_1


"Apa kau masih ingat di sini? Tanya Hadi


Uswa tidak menjawab pertanyaan Hadi karena dirinya masih merasa nervous dan gemetar.


Hadi melihat lagi ke arah Uswa yang duduk di sampingnya dengan meremas rok miliknya.


"Kau kenapa Uswa? Tanya Hadi panik dengan keadaan Uswa dan ingin memeluk Uswa, namun Ia urungkan niatnya itu


"Aku baik-baik saja, Kak" Jawab Uswa berbohong


"Apa kau sedang ketakutan Uswa? Tanya Hadi yang masih melihat gerak-gerik Uswa


"Tidak Kak" Jawab Uswa membantahnya


"Kau harus pulang Uswa. Tenanglah dirimu di rumah. Aku akan mengantarkan mu pulang" Ucap Hadi segera berdiri dari tempat duduknya


"Aku tidak ingin pulang, Kak. Sebelum aku memilih Zilla sadarkan diri" Jawab Uswa menundukkan kepalanya


"Kau masih saja mempedulikan Zilla. Tanpa mempedulikan dirimu sendiri. Ayolah pulang" Ucap Hadi memaksanya


"Ada apa ini? Tanya Ismail saat keluar dari ruang kamar Zilla


"Tidak Kak" Ucap Uswa berbohong


"Bagaimana keadaan Zilla? Apa dia sudah sadarkan diri? Tanya Hadi kepada Ismail


"Belum, Had. Kalian tunggulah di sini aku akan ke ruang bayi untuk mengazani anakku" Ucap Ismail tersenyum


"Iya pergilah. Aku dan Uswa akan menjaga Zilla di sini" Jawab Hadi


Ismail pergi meninggalkan mereka dan menuju ke ruang bayi.


"Kau bisa lihat sendiri kan! Begitu pedulinya Ismail kepada Zilla. Apa mungkin saja Ismail sudah jatuh cinta kepada Zilla" Ucap Hadi ceplas-ceplos dengan sengaja menyindir Uswa


"Kau mau pergi ke mana? Tanya Hadi yang melihat Uswa berdiri dari tempat duduknya dan akan pergi


"Tetaplah di sini Uswa! Aku yang akan membelikan minuman untuk mu" Ucap Hadi mencegahnya


"Iya" Jawab Uswa kembali duduk


"Kau mau minum apa? Tanya Hadi


"Teh hangat saja" Jawab Uswa


"Tunggulah disini. Aku akan segera kembali setelah membelinya


Hadi segera menuju ke kantin untuk membeli minum.


.


.


Ismail yang sudah masuk ke dalam ruang bayi masih merasa kebingungan. Ismail melihat dalam inkubator tidak ada bayi Zilla. Ismail keluar dari ruang bayi dan menanyakan kepada Suster yang sedang berjaga.


"Sus. Dimana bayi dari Ibu Zilla Zulaina binti Pandu saat ini? Tanya Ismail


"Ada di dalam Pak. Cobalah Bapak lihat di situ terdapat sebuah nama Ibu dari pemilik bayi tersebut" Jawab Suster tersebut


"Tidak ada bayinya Ibu Zilla, Sus!" Ucap Ismail memberitahunya


"Ada Pak. Bapak salah lihat mungkin" Jawab Suster tersebut masuk ke dalam ruang bayi segera di lihatnya


"Nah ini, Pak" Ucap Suster tersebut menunjukkaannya

__ADS_1


"Mana? Tanya Ismail memelototkan kedua matanya


"Astaga di mana bayinya" Jawab Suster tersebut dengan terkejut berlari menuju ke luar ruangan untuk memberitahukan kepada Suster yang lainnya


"Sus. Apa kalian tau di mana bayi Ibu Zilla? Tanya Suster tersebut


"Ada di dalam ruangan bayi, Sus" Jawab Suster Mila


"Tidak ada" Jawabnya


"Dimana anakku" Teriak Ismail yang membuat terkejut mereka


"Ada apa ini? Tanya Suster Lili yang baru datang


"Ini bayi Ibu Zilla hilang" Jawab Suster Mila


"Astaga. Tadi aku berpapasan dengan seseorang lelaki yang gerak-gerik sangat aneh begitu. Dia memakai pakaian serba hitam, dan memakai masker. Apa mungkin dia orangnya yang sudah menculik bayinya" Ucap Suster Lili


"Ah... Kalian semua tidak becus menjaganya" Sambung Ismail berlari mengejar orang tersebut sebelum pergi jauh


Ismail berlari dan menyusuri lorong-lorong setiap rumah sakit tersebut. Ismail berlari menuju pintu belakang rumah sakit. Ismail berpikir mungkin saja orang tersebut keluar dari pintu belakang karena kalau lewat pintu depan banyak orang kemungkinan besar orang tersebut muda tertangkap.


"Tunggu" Teriak Ismail saat mendapati seorang yang berpakaian serba hitam


Orang tersebut sejenak melihat ke arah belakang. Saat di lihatnya adalah Ismail, orang itu segera berlari.


Tak jauh dari arah orang itu datanglah Hadi dari kantin yang habis membeli minum untuk Uswa.


"Hadi tangkap orang itu. Dia sudah menculik anakku" Teriak Ismail dengan sangat keras sehingga orang-orang yang berada di sekitarnya melihat ke orang tersebut dan segera menangkapnya


Namun sayangnya penculik itu berhasil melarikan diri dan berlari lurus. Sedangkan dari arah kiri datang Suster yang sedang mendorong pasiennya menuju ke salah satu tempat membuat penculik itu tersandung dan jatuh saat berpapasan.


Akhirnya dengan segera Hadi mengambil bayi tersebut. Penculik itu tidak berhasil membawa kabur bayinya namun dengan segera Ia melarikan diri dari kejaran orang-orang yang ingin menghajarnya.


Bersambung... ✍️


PENGUMUMAN PENTING UNTUK KALIAN💋


Bagi kalian yang sudah mendukung karya novelku ini akan mendapatkan hadiah dariku:




Vote/hadiah dengan jumlah dukungan 10.000 akan mendapatkan pulsa 100 ribu




Vote/hadiah dengan jumlah dukungan 8.000 akan mendapatkan pulsa 60 ribu




Vote/hadiah dengan jumlah dukungan 5.000 akan mendapatkan pulsa 40 ribu




#Pastikan hanya untuk pengguna TELKOMSEL saja#

__ADS_1


Dimulai dari tanggal 1-7-2021 sampai dengan 1-8-2021. Hadiah akan di berikan


Salam sayang paling di sayang dariku 💋


__ADS_2