Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 12


__ADS_3

"Maaf Bos target berhasil meloloskan diri. Suara dari seberang sana."


"aaa sial. Gak becus kerja kalian menangkap satu orang saja tidak bisa. Bagaimana kalau banyak orang? Buat apa aku membayar kalian dengan harga sangat mahal. Besok cari lagi dia jangan sampai lolos" Ucap Pak Pandu


"Baik Bos laksanakan" Balas suara dari seberang sana


"Awas jika kalian sampai gagal lagi. Akan ku berikan hukuman yang pantas untuk kalian" Ucap Pak Pandu mengakhiri pembicaraan penuh dengan penekanan


"Boy. Apa yang Pak Pandu katakan? Tanya teman Boy


"Kita harus mencarinya lagi besok. Pak Pandu mengancam kita kalau sampai kita tidak menemukan Asril" Ucap Boy


"Terus tempat di mana lagi yang harus kita kunjungi untuk mencari Asril? Tanya teman Boy


"Sudah hari ini kita berhenti mencari Asril, kita istirahat dulu pulang ke rumah masing-masing dan besok kita kumpul di sini lagi jangan ada yang terlambat. Mengerti... " Perintah Boy


"Mengerti Bos" Jawab mereka serempak


"Bagus. Bubar" Perintah Boy


.


.


2 hari di Rumah Sakit


"Bu... Bu Ain" Suara lirih Zilla yang memanggil Bu Ain


"Nak Zilla sudah bangun" Jawab Bu Ain dengan menggucek-nggucek matanya


"Sudah Bu. Bu Zilla haus, tolong ambilkan Zilla minum! Ucap Zilla


"Ini minumlah" Jawab Bu Ain menyodorkan minumannya


"Bu apa Papa sudah datang? Tanya Zilla


"Seperti belum Nak Zilla" Jawab Bu Ain melihat keadaan di sekitarnya


"Apa saya telepon Papa Zilla, Nak? Tanya Bu Ain


"Tidak usah Bu. Kita tunggu saja" Jawab Zilla


"Zilla mau makan apa biyar Bu Ain belikan, maaf Bu Ain belum bisa pulang untuk masak" Ucap Bu Ain


"Tidak usah Bu. Zilla gak napsu makan" Ucap Zilla


"Tapikan Nak. Harus ada sedikit makanan yang masuk ke dalam perut nah habis itu Nak Zilla minum obatnya ya" Ucap Bu Ain yang membujuk Zilla


"Tidak Bu" Jawab Zilla


"Bu Kenapa iya Papa tidak pernah datang menjenguk Zilla? Tanya Zilla kepada Bu Ain dengan raut wajah yang sedih


"Mungkin Papa Pandu sibuk Nak. Atau Papa akan menjemput Zilla hari ini" Jawab Bu Ain dengan tersenyum


"Zilla sudah boleh pulang Bu? Tanya Zilla


"Sudah. Dokter mengatakan seperti itu kalau Nak Zilla mau makan dan meminum obatnya" Jawab Bu Ain


"Nanti saja Bu makan dan meminum" Jawab Zilla


"Iya sudah lah" Ucap Bu Ain dengan tersenyum


.


.


Di tempat lain Pak Pandu sudah berpakaian rapi ia akan segera berangkat ke Kantor.

__ADS_1


"Hallo Andi"


"Halo Pak"


"Hari ini kamu ku tugaskan untuk menjemput anak saya di Rumah Sakit Merck. Zilla hari ini sudah di perbolehkan Dokter untuk pulang. Dan satu lagi ajak Ismail aku tidak bisa ikut untuk menjemput Zilla pulang dari rumah sakit ada pertemuan dengan perusahaan lain yang harus aku urus. Urusan Zilla aku serahkan kepada mu"


"Baik Pak. Laksanakan"


Langkah kaki seseorang terdengar dengan sangat jelas. Langkah itu berhenti tepat di depan pintu kamar Zilla.


Krekkk... Suara pintu terbuka


Papa teriak Zilla... Tetapi yang terlihat bukan Papa Pandu melainkan Andi dan Ismail.


"Buat apa kalian kemari? Tanya Zilla dengan nada tinggi


"Kami di suruh Pak Pandu untuk menjemput kalian pulang" Jawab Andi


"Papa kemana? Tanya Zilla


"Pak Pandu ada pertemuan dengan perusahaan lain hari ini jadi tidak bisa menjemputmu pulang" Jawab Andi


"Alasan" Ucap Zilla


"Itu kamu sudah tau jawabannya" Ucap Andi


"Apa barang-barang milik Zilla sudah di bereskan Bu Ain? Tanya Andi


"Sudah Nak Andi" Jawab Bu Ain


"Ya sudah. Ayo kita pulang! Perintah Andi


"Ismail... Panggil Andi kepada Ismail


"Iya Andi" Jawab Ismail


"Sini Bu. Biar saya yang membawa barangnya" Ismail mencoba mengambil barang yang di pegang Bu Ain


"Makasih iya Nak" Ucap Bu Ain


"Sama-sama Bu" Jawab Ismail


"Siapa nama kamu Nak? Tanya Bu Ain


"Ismail Bu" Jawab Ismail


"Nama yang bagus cocok untuk orang yang ganteng seperti Nak Ismail" Ucap Bu Ain


"Wah... Ibu ini bisa" Ucap Ismail memberikan senyuman manis kepada Bu Ain


Zilla melangkahkan kakinya terlebih dahulu meninggalkan Rumah Sakit. Tanpa mendengarkan basa-basi di antara mereka. Saat di dalam mobil Zilla terasa mual dan ingin muntah rasanya.


Uuukk...


Zilla turun dari mobil dan akhirnya muntah Uuuwekkh...


"Astaga kenapa dengan ku" Batin Zilla


"Ini untukmu" Ismail menyodorkan sebuah minuman untuk Zilla minum


"Terimakasih" Ucap Zilla


Ismail hendak pergi masuk ke dalam mobil namun langkah kakinya terhenti saat Zilla ingin bertanya.


"Siapa namamu? Tanya Zilla


"Aku" Ucap Ismail menunjuk ke dirinya sendiri dan menengok ke belakang apa ada orang lain selain dirinya

__ADS_1


"Iya kamu siapa lagi kalau bukan kamu" Jawab Zilla


"Namaku Ismail" Ucap Ismail


"Buat apa kamu kesini? Tanya Zilla


"Kerja" Jawab Ismail


"Kerja untuk siapa? Tanya Zilla


"Kerja untuk Pak Pandu" Jawab Ismail


"Kamu tidak takut dengan Pak Pandu. Pak Pandu orangnya itu jahat, sadis, dan suka menghentikan nafas seseorang jika orang itu melakukan kesalahan" Bisik Zilla dengan pelan agar Ismail berniat untuk tidak bekerja sama dengan Papanya


"Oh iya" Jawab Ismail


"Iya benar. Kamu harus hati-hati" Zilla mencoba memeringatkan kepada Ismail


"Kenapa harus berhati-hati kalau kita bekerja dengan baik dan tidak melakukan kesalah pasti itu orang tidak akan melakukan kejahatan terhadap kita" Ucap Ismail


"Terserahlah" Jawab Zilla


.


.


.


"Woy... Kalau mau tanya-tanya ke dia ntar aja panas ini" Teriak Andi dengan lantang


Ismail dan Zilla masuk ke dalam mobil.


"Bisa gak sih Ndi kamu itu jaga sikap" Ucap Zilla


"Kenapa? Jawab Andi


"Kamu tadi pagil Woy... Woy... Yang Bos siapa di sini? Tanya Zilla


"Bos Pak Pandu" Jawab Andi


"Pak Pandu itu siapa saya? Tanya Zilla


"Papa kamu"Jawab Andi


"Itu kamu tau. Jadi bersikaplah dengan baik jangan pangil aku woy... Woy...


"Hahaha" Andi tertawa dengan terbahak-bahak


"Ada yang lucu" Ucap Zilla


.


.


.


Dalil Naqli tentang wajibnya kita sopan santun dan berakhlak mulia kepada orang tua.


Artinya "Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.


Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "uff" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. [Qs. al-Isra: 23]


Bersambung... โœ๏ธ


Jangan lupa berikan komentar kalian


Salam sayang paling di sayang๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

__ADS_1


__ADS_2