Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 51


__ADS_3

Pagi hari


Uswa pagi ini mengantarkan pesanan kue ke warung Bu Tia. Pesan kue hari ini cukup banyak sampai-sampai Uswa harus menggunakan tempat yang cukup besar untuk menampung semua kue itu. Uswa meletakkan sebuah box di belakang boncengan dan mengikatnya dengan sangat kencang. Setiap kemanapun Uswa pergi, Uswa selalu menggunakan sepeda buntutnya itu. Karena itu harta satu-satunya yang di miliki untuk saat ini, di lain sisi Uswa tidak bisa menaiki motor dan apalagi membeli motor itu sangat mustahil baginya.


"Assalamualaikum Bu Tia" Ucap salam Uswa kepada Bu Tia saat sampai di warung milik Bu Tia


"Waalaikumsalam. Eh... Ada, Nak Uswa" Jawab dalam Bu Tia ramah


"Iya, Bu. Uswa mengantarkan pesanan kue milik Ibu nih" Ucap Uswa tersenyum


"Alhamdulillah. Akhirnya selesai juga pesan kue dariku. Sudah banyak orang yang menanyakan kue buatan mu. Kata mereka rasanya nagih banget" Jawab Bu Tia membalas senyuman Uswa


"Bisa aja, Bu" Ucap Uswa menurunkan box dari sepedanya


"Bisa tidak? Tanya Bu Tia saat melihat Uswa menurunkan box dari sepedanya


"Bisa, Bu" Jawab Uswa


"Sini-sini" Ucap Bu Tia mengambil Box kue dari tangan Uswa


"Terimakasih, Bu" Jawab Uswa


"Mau antara ke mana lagi hari ini? Tanya Bu Tia


"Hm... Tinggal antara yang terakhir nih, Bu. Pesanan Bu Munaroh" Jawab Uswa


"Uswa Ibu boleh tanya tidak? dari semalam itu Ibu penasaran banget? Tanya Bu Tia


"Soal apa itu, Bu" Jawab Uswa duduk di depan warung


"Semalam itu kan Ibu pulang dari masjid habis shalat magrib. Ibu lewat depan rumah Ismail Marzuki, terus- terus Ismail turun dari taxi kan. Eh.... Kamu tau tidak Uswa dia bersama perempuan. Siapa iya perempuan itu Uswa? Hm... Perempuan itu tidak pakai kerudung sih? Tanya Bu Tia


"Apa perempuan? Jadi Bu Tia semalam melihat Abang Ismail bersama perempuan? Ah... Mungkin Bu Tia salah lihat kali, Bu" Jawab Uswa mengulang ucapan Bu Tia dan menyangkalnya


"Coba lah Uswa lihat sekarang di rumah Ismail. Pasti masih ada perempuan itu" Perintah Bu Tia


"Tidak ah, Bu. Bu Tia salah lihat" Jawab Uswae membantah


"Ye... Apa Uswa sekarang jarang iya pergi ke rumah Ismail? Tanya Bu Tia


"Iya, Bu" Jawab Uswa


"Apa kamu masih tinggal di rumah Hadi? Tanya Bu Tia


"Tidak, Bu. Uswa merasa tidak enak dengan Bu Zaroh. Uswa sudah tinggal di rumah Uswa sendiri kok" Jawab Uswa


"Iya, Nak. Benar keputusanmu itu! Kamu harus meminta Ismail untuk segera menikahimu sebelum ada orang lain yang menyerobotnya. Tapi kalau kamu seandainya tidak menikah dengan Ismail kan masih ada Hadi" Ucap Bu Tia tertawa


"Astagfirullah, Bu. Aku bukan perempuan seperti itu! Doakan hubungan Uswa dan Ismail hingga ke janah" Jawab Uswa meninggalkan suaranya


"Maaf-maaf" Ucap Bu Tia menabok mulutnya sendiri


Datanglah seorang perempuan yang ingin membeli sesuatu di warung Bu Tia. Perempuan itu tak lain adalah masih tetangga dekat rumah Ismail.


"Eh... Bu Tia. Pagi-pagi udah ngosipin orang saja" Ucap Bu Munaroh ceplas-ceplos


"Apaan sih, Munaroh maimunah. Kepo aja mau tau urusan orang" Jawab Bu Tia


"Uswa... Kamu masih di sini saja mana pesanan kue ku? Tanya Bu Munaroh saat melihat Uswa


"Ini Bu sebentar lagi. Nanti saya antarkan ke rumah Ibu" Jawab Uswa lirih


"Kamu mau beli apa Munaroh datang ke warung? Tanya Bu Tia


"Tidak jadi beli" Jawab Bu Munaroh

__ADS_1


"Uswa mana pesanan kue ku? Sini biyar saya bawa pulang sekalian" Ucap Bu Munaroh


"Ini, Bu" Jawab Uswa menyodorkan box kue


"Berapa semuanya? Tanya Bu Munaroh


"Lima puluh ribu saja, Bu" Jawab Uswa tersenyum


"Ini ambil sisanya buat kamu saja" Ucap Bu Munaroh memberikan uang seratus ribu


"Saya tukar uangnya dulu iya, Bu ke Bu Tia" Jawab Uswa


"Udah jangan menolak rejeki dari, Ibu" Ucap Bu Munaroh


"Iya, Uswa. Ambil saja, Nak. kan lumayan" Sambung Bu Tia


"Betul" Jawab Bu Munaroh


"Terimakasih, Bu" Ucap Uswa


"Uswa siapa perempuan yang berada di rumah Ismail? Tanya Bu Munaroh


"Perempuan siapa, Bu? Tanya balik Uswa dan tidak menjawab pertanyaan Bu Munaroh


"Itu perempuan yang di bawa Ismail tadi malam" Ucap Bu Munaroh


"Siapa sih, Bu. Uswa tidak mengerti! Tadi Bu Tia juga menanyakan hal yang sama kepada ku soal perempuan yang di bawa Abang Ismail. Apa apa ini? Tanya Uswa terkejut


"Itu Bu Munaroh juga melihatnya sama seperti ku" Sambung Bu Tia


"Kamu tidak tau, ya. Uswa? Tanya Bu Munaroh


Uswa tidak menjawabnya dan mengeleng-gelengkan kepalanya saja. Uswa segera pergi dari warung Bu Tia, tanpa pamit terlebih dahulu kepada Bu Tia maupun Bu Munaroh. Bu Tia dan Bu Munaroh saat melihat Uswa pergi hanya bisa saling memandang wajah.


"Kenapa dengan Uswa? Tanya Bu Munaroh kepada Bu Tia


.


.


Uswa menggayuhkan sepedanya dengan sangat cepat. Pikiran Uswa tidak karuan, di pikirannya hanya ada nama perempuan yang di sebutkan oleh Bu Tia dan Bu Munaroh.


Sesampainya di depan rumah Ismail, Uswa memanggil nama Ismail.


"Assalamualaikum, Abang" Ucap salam Uswa


"Assalamualaikum"Ucap salam Uswa


"Abang. Ini Uswa datang Bang, tolong bukakan pintunya" Ucap Uswa saat tidak ada yang menjawab salamnya


"Abang" Teriak Uswa dan menggedor-nggedor pintu rumah miliknya Ismail


Zilla yang mendengarkan suara salam malah menutup telinga dengan bantal. Aksi Uswa tidak hanya menggedor-gedor pintu rumah milik Ismail. Namun Uswa memanggil nama Ismail dari samping rumah kanan maupun kiri. Zilla merasa terusik tidur dengan suara panggilan nama Ismail.


"A..." Teriak Zilla mengacak-ngacak rambut miliknya, segera bangun dari tempat tidurnya dan pergi menuju ke depan rumah


"Abang. Abang Mail" Pangil Uswa


"Tidak ada Abang" Jawab Zilla saat membuka pintu rumah milik Ismail


"Kau" Ucap Uswa menujuk diri Zilla memelototkan kedua matanya tidak percaya


"Apa" Jawab Zilla menantang


"Kau siapa? Kenapa ada di rumah Abang Ismail? Tanya Uswa menerobos masuk ke dalam rumah

__ADS_1


"Aku belum menyuruhmu masuk ke dalam rumah. Cepat keluar" Perintah Zilla


"Kau yang keluar ini rumah Abangku. Apa yang kau lakukan di sini? Kau... Juga memakai baju milik Ibuku. Lepas baju itu" Ucap Uswa menarik baju Zilla


"Rumah Abangmu dan baju Ibumu. Hei perempuan kau ini sebenarnya siapa? Tanya Zilla


"Kau tidak perlu tau aku siapa? Aku juga tidak kenal dengan mu" Jawab Uswa


"Perencanaan aneh" Ucap Zilla


"Kau baru bangun tidur, Hah jangan-jangan semalam kau sudah tidur dengan Abang Ismail" Ucap Uswa menutup mulutnya dengan kedua tangannya


"Iya semalam aku tidur dengan Ismail" Jawab Zilla asal


Uswa yang mendengarkan ucapan Zilla hatinya semakin panas. Uswa naik ke lantai atas menuju kamar milik Ismail. Saat di lihatnya kamar tersebut tempat tidurnya sangat berantakan. Membuat hati Uswa teriris-iris saat melihatnya.


"Di mana Abang? Apa Abang bersembunyi dari ku? Tanya batin Uswa


Uswa segera membuka satu persatu kamar yang berada di lantai atas dan ternyata tidak ada Ismail. Uswa turun ke lantai bawah menuju ke kamar mandi, di dapur tidak ada juga Abang Ismail.


Zilla yang melihat Uswa mencari Ismail hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saja. Zilla duduk santai di ruang tamu dengan menaikan kakinya di atas meja.


Tujuan terakhir Uswa adalah mencari Abang Ismail ke garasi motor.


"Motor Abang tidak ada" Ucap Uswa saat sampai di garasi dan tidak ada motor miliknya Ismail


Uswa menuju ke dalam ruangan tamu. Uswa semakin emosi melihat Zilla duduk dengan menaikkan kakinya di atas meja.


"Hei perempuan di mana Abangku sekarang? Tanya Uswa geram


"Aku tidak tau" Jawab Zilla


"Kau jangan coba-coba menipuku" Ucap Uswa menujuk diri Zilla


"Aku tidak tau" Jawab Zilla mengulanginya


"Kau siapa? Cepat pergi dari rumah ini" Usir Uswa


"Kau yang seharusnya pergi dari rumah ini. Karena kau sudah membuat keributan di rumahku ini" Ucap Zilla


"Rumahmu" Jawab Uswa tertawa terbahak-bahak


"Kau pikir siapa! Kau pasti jalang yang tidak punya rumah kan" Umpat Uswa


"Plak..." Sebuah tamparan keras yang mendarat di pipi kanan Uswa dengan sangat pedas


"Aw..." Ucap Uswa kesakitan


"Jaga Ucapanmu. Aku tidak mengenalimu? Sebaiknya kau saja yang pergi dari rumah suamiku" Jawab Zilla lantang


"Suami. Apa kau sudah gila menganggap Abang Ismail sebagai suamimu? Tanya Uswa meneteskan air matanya


"Lihatlah" Ucap Zilla mengangkat tangan kanannya terdapat sebuah cincin kawin yang melingkar di jari manisnya


"Kau ingin menunjukkan cincin itu. Lihatlah ini aku juga memilikinya" Jawab Uswa mengangkat tangan kanannya terdapat sebuah cincin kawin yang melingkar di jari manisnya


"Aku yang sudah resmi dan sah menjadi Nyonya Marzuki. Pernikahan kami berlangsung kemarin di rumah ku dan acaranya sangat mewah" Ucap Zilla tertawa


"Omang kosong. Dasar perempuan jalang" Jawab Uswa menyerang Zilla dengan menjambak rambut milik Zilla sangat kuat


"Sakit" Teriak Zilla


"Ini yang pantas untuk mu" Jawab Uswa


"Lepaskan" Teriak Zilla

__ADS_1


Saat Zilla berhasil melepaskan jambakan dari Uswa. Zilla mendorong tubuh Uswa ke lantai dan kepala Uswa terbentur dengan pinggir meja dengan sangat keras hingga menggeluarkan darah. Zilla yang melihat Uswa terluka tidak segera membantu malah Zilla berlari menuju ke kamar Ismail dan menguncinya dengan rapat-rapat.


Bersambung... ✍️


__ADS_2