
Saldy kembali ke tempat yang tadi mereka meninggalkan Uswa. Namun sayangnya Uswa sudah pergi dan tidak berada di tempat itu.
"Kemana dia pergi" Ucap Saldy
Saldy berlari menuju ke luar, namun tidak menemukan Uswa. Saldy mencarinya di tempat parkir dan akhirnya bertemu dengan Uswa.
"Uswa" Pangil Saldy dari jarak jauh
"Iya" Jawab Uswa membalikan tubuhnya dan melihat ke arah orang yang memanggil namanya
"Kau mau ke mana? Tanya Saldy mendekat ke arah Uswa
"Pulang" Jawab Uswa singkat
"Hei... Di dalam sana Zoel sedang menunggu mu. Ayo, kita masuk ke dalam sana" Ajak Saldy tersenyum
"Biarlah Zoel dengan Rihanna, aku tidak ingin menganggu mereka" Jawab Uswa menolaknya
"Jangan gitu donk. Kau cemburu iya melihat Zoel dengan Rihanna. Udahlah kau tidak usah mengambil hati dengan ucapan Rihanna yang tadi. Anggap saja angin berlalu" Ucap Saldy menjelaskannya
"Aku akan pergi pulang saja" Jawab Uswa
"Iya sudah kalau kau pulang biarkan aku yang akan mengantarkan mu" Ucap Saldy
"Jangan aku naik taxi saja" Jawab Uswa menolaknya
"Bukannya kau orang baru iya di kota ini? Tanya Saldy
"Kok kau bisa tau gitu" Jawab Uswa
"Tau donk kan Zoel yang memberitahu kepada ku" Ucap Saldy
"Oh" Jawab Uswa
"Sudah aku yang akan mengantarkan mu pulang. Di mana kau tinggal? Tanya Saldy
"Aku tinggal bersama dengan Zoel" Jawab Uswa
"Apa. Kau tinggal bersama Zoel maksudnya satu rumah dengan Zoel" Ucap Saldy tidak percaya
"Iya" Jawab Uswa
"Bisa-bisa Zoel menyimpan perempuan cantik begini di rumahnya dan tidak memberitahu diriku" Ucap Saldy lirih
"Kau berbicara apa? Aku tidak bisa mendengarkannya? Tanya Uswa yang melihat mulut Saldy komat-kamit tanpa ada suaranya
"Oh. He... Itu sudah berapa lama kau tinggal di rumah Zoel? Tanya Saldy balik dan tidak menjawab pertanyaan Uswa dengan menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal
"Kurang lebih dua minggu" Jawab Uswa
"Ah... Dua minggu dan kenapa Zoel setiap malam belakang ini selalu tidur di rumah ku dengan alasan rumahnya sedang di renovasi" Ucap Saldy lirih
__ADS_1
"Apa rumah Zoel sedang di renovasi? Saldy kembali bertanya
"Tidak. Kenapa? Tanya balik Uswa
"Oh tidak-tidak" Jawab Saldy
"Ayolah aku akan mengantarkan kau pulang ke rumah Zoel. Aku tau jalan menuju rumah Zoel, dari pada kau tersesat di jalan. Soalnya di kota ini banyak sekali orang jahat" Ucap Saldy menakut-nakuti
"Iya sudah kalau kau memaksaku" Jawab Uswa
"Ayo, kita ke sana! Aku memarkirkan mobilku di sebelah sana" Ajak Saldy, sedang Uswa hanya mengikutinya saja
"Masuklah" Ucap Saldy membukakan pintu mobilnya untuk Uswa dan Uswa langsung naik
Dari arah bersebrangan terdapat sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan. Mobil itu berhenti ketika orang itu melihat Uswa dengan seseorang laki-laki.
"Dasar perempuan desa" Umpat kesal saat melihat Uswa dan seketika orang itu mengendarai kembali mobilnya
Di perjalanan Pulang menuju ke rumah Zoel, Saldy tidak berhenti bertanya kepada Uswa soal hubungan Uswa dengan Zoel. Uswa hanya mampu menjawab pertanyaan Saldy dengan menceritakan kejadian saat pertama kali bertemu dengan Zoel. Saldy merasa kasian kepada Uswa setelah mendengarkan cerita pilu dari Uswa.
"Kau harus sabar Uswa. Kalau terjadi sesuatu dengan dirimu cepat hubungi aku" Ucap Saldy memberikan sebuah kartu yang tertulis nomor ponsel miliknya
"Iya" Jawab Uswa lirih dengan menahan air matanya
"Aku pastikan temanmu itu akan mendapatkan karma. Jika sudah menjebak mu seperti itu" Ucap Saldy tersenyum
Tidak terasa akhirnya mereka sampai di depan rumah Zoel. Uswa segera turun dari mobil Saldy dan di ikut oleh Saldy yang juga turun dari mobil miliknya.
"Terimakasih Saldy. Kau sudah mengantarkan ku pulang" Ucap Uswa
"Iya. Terimakasih" Ucap Uswa langsung membuka pintu rumah Zoel dan masuk ke dalam
Saldy yang melihat Uswa masuk ke dalam rumah, Saldy segera pulang.
"Bisa-bisa selama ini Zoel menyembunyikan perempuan secantik Uswa di rumahnya. Aku pikir Dia tidak tertarik dengan perempuan" Ucap Saldy tertawa terbahak-bahak
.
.
Beberapa jam kemudian,
"Tin... Tin... Tin..." Suara klakson mobil dari luar rumah
Uswa sedari tadi hanya duduk-duduk di ruang tamu dengan bermalas-malasan. Mendengarkan suara klakson mobil tersebut dengan segera membuka pintu rumahnya.
"Akhirnya pulang juga. Aku pikir dia tidak akan pulang" Ucap Uswa membuka pintu rumahnya dan tercengang saat yang di lihatnya bukan Zoel
"Kau siapa? Tanya Nenek Zoel yang bernama Muna
"Aku... Aku Uswa, Nek" Jawab Uswa terbata-bata
__ADS_1
"Di mana cucuku? Tanya Nenek Muna langsung masuk ke dalam rumah
"Zoel... Zoel... Zoel..." Teriak Nenek Muna
"Nek.." Ucap Uswa lirih
"Kau diam" Bentak Nenek Muna
Nenek Muna masih terus saja memanggil nama Zoel dan mencari Zoel di kamarnya. Saat di lihatnya kamar Zoel rapi dan tidak menemukan Zoel.
"Zoel" Teriak Nenek Muna marah
"Maaf Nek, Zoel tidak ada di rumah" Ucap Uswa lirih
"Di mana Zoel? Tanya Nenek Muna dengan membentaknya
"Pergi main golf, Nek" Jawab Uswa
"Dan kau siapa? Berani-berani berada di rumah ini saat cucuku tidak ada? Tanya Nenek Muna
"Aku Uswa, Nek. Aku bekerja di rumah ini" Jawab Uswa menundukkan kepalanya
"Kau jangan berbohong kepada ku" Ucap Nenek Muna memelototkan kedua bola matanya
"Iya Nek benar. Aku bekerja sebagai pembantu di rumah ini" Jawab Uswa menegaskannya
"Ah... Kau berbohong sejak kapan cucuku membutuhkan pembantu seperti dirimu itu. Cucuku itu orangnya mandiri" Ucap Nenek Muna membantahnya
"Astaga. Bagaimana ini" Ucap Uswa lirih dan takut
"Kau perempuan jalang kan yang pura-pura jadi pembantu terus nanti menggoda cucuku dan kau akan menguras semua harta cucuku" Ucap Nenek Muna menuduhnya
"Tidak, Nek. Aku bukan perempuan seperti itu" Jawab Uswa membantahnya
"Halah gak usah sok lugu deh. Aku ini perempuan dan aku tau apa niat mu datang ke rumah ini" Ucap Nenek Muna
"Aku tidak seperti itu, Nek. Jangan salah menilai orang" Jawab Uswa meneteskan air matanya
"Sudah hapus air mata palsu mu itu aku tidak tertarik dengan akting mu itu. Sebaiknya kau pergi saja dari rumah ini" Ucap Nenek Muna mengusirnya
"Nek. Aku mohon jangan usir aku dari rumah ini. Aku tidak punya siapa-siapa di kota ini" Jawab Uswa memohon
"Aku tidak percaya dengan ucapan mu itu. Cepat pergi sana" Ucap Nenek Muna mengusirnya
"Nek..." Ucap Uswa lirih
"Randy" Pangil Nenek Muna kepada supirnya yang masih berdiri di luar
"Iya, Nek" Ucap Randy segera masuk ke dalam rumah
"Kau usir perempuan ini. Bawa dia pergi dari rumah ini sejauh mungkin" Perintah Nenek Muna
__ADS_1
"Baik, Nek" Jawab Randy dengan segera melaksanakan perintah Nenek Muna dan membawa Uswa pergi dari rumah itu
Bersambung... ✍️