
Di rumah Andi
Dengan wajah kusut dan penampilan yang berantakan membuat terkejut Andi saat melihat Ismail yang sudah berada di depan rumahnya. Saat itu Andi akan pergi ke luar untuk membeli makanan.
"Hei... Ada apa dengan mu Mail? Tanya Andi memelototkan kedua matanya
"Hm" Jawab Ismail menerobos masuk ke dalam rumah Andi
"Hei kau belum menjawab pertanyaanku! Berani sekali kau masuk ke dalam rumahku tanpa aku mengizinkanmu terlebih dahulu, ck" Ucap Andi protes
Ismail tidak menjawab pertanyaan Andi, Ismail langsung masuk ke dalam kamar yang Ia sering tempati. Dari belakang Andi mengikuti langkah kaki Ismail.
"Ismail kau belum menjelaskan kepadaku apa yang sudah terjadi kepadamu" Teriak Andi memaksa
Saat Andi akan ikut masuk ke dalam kamar Ismail. Akan tetapi Ismail lebih duluan menutup pintu tersebut dan menguncinya.
"Tok... Tok... Tok..." Suara pintu di ketuk
"Mail. Buka pintunya" Ucap Andi
"Mail. Buka" Teriak Andi yang tidak di respon oleh Ismail
"Ismail Marzuki aku akan mendobrak pintu kamar ini. Atau tidak jelaskan saja saat aku pulang dari membeli makanan" Ucap Andi memikirkan kembali ucapannya
"Kalau pintunya rusak aku sendiri kan yang repot untuk memperbaikinya" Ucap batin Andi
"Ya sudahlah. Aku pergi membeli makan dulu" Ucap Andi berpamitan kepada Ismail"
.
.
Setelah kepergian Andi, Ismail membuka pintu kamar miliknya. Ismail melihat keadaan di sekitarnya di lihatnya sudah aman. Ismail kembali masuk ke dalam kamarnya. Ismail mengambil ponsel miliknya yang dia simpan di saku celananya. Ismail segera menelepon Hadi saat itu juga.
"Hallo" Ucap Ismail
"Hallo Ismail kau berada di mana sekarang aku sangat menghawatirkan keadaan mu. Apa kau sudah makan? Apa kau pergi ke Dokter? Bagaimana keadaan mu saat ini? Jawablah Ismail jangan membuatku khawatir memikirkan keadaanmu. Aku tadi ke rumah mu, tapi kau tidak ada di rumahmu? Kau di mana sekarang? Tanya Hadi memberikan begitu banyak pertanyaan kepada Ismail
"Aku baik-baik saja Hadi. Saat ini aku berada di rumah Andi" Jawab Ismail menjelaskan kepada Hadi
"Apa aku tidak salah mendengarkannya, kau ada di rumah Andi. Maksudmu apa? Tanya Hadi
"Tadi pagi Zilla dan Andi datang ke rumahku, terus Zilla tidak ingin kembali ke kota. Maka dari itu aku mengantar Zilla untuk pulang ke rumahnya" Jawab Ismail
"Kau mengantarkan Zilla pulang. Apa kau sudah gila Mail? Zilla itu datang bersama Andi, jadi kalau dia ingin pulang iya harus bersama Andi yang mengantarkannya pulang. Kau harus menjaga jarak dengan Zilla, Mail" Ucap Hadi mengingatkannya kepada Ismail
"Hm" Jawabnya
"Kapan kau akan pulang? Tanya Hadi
"Entahlah. Mungkin dua hari lagi" Jawab Ismail
"Apa kau ingin bekerja di sana lagi? Tanya Hadi
__ADS_1
"Tidak, Had" Jawab Ismail
"Kalau tidak pulanglah. Uswa pasti menghawatirkanmu" Ucap Hadi
"Tolong bantu aku untuk menjelaskan kepada Uswa apa yang sudah terjadi dengan saat ini. Aku tidak ingin dia salah paham kepadaku. Aku akan menikahi Zilla dua hari lagi" Jawab Ismail menanggis
"Apa" Ucap Hadi terkejut
"Iya aku akan menikah dengan Zilla. Ini semua ku lakukan untuk melindungi Uswa" Jawab Ismail
"Apa kau sudah gila Ismail? Orang yang kau cintai itu Uswa bukan Zilla, untuk apa kau menikahi Zilla. Aku tidak akan membantumu untuk menjelaskannya kepada Uswa. Tidak Mail" Ucap Hadi tidak percaya
"Tolong aku untuk tetap menjaga Uswa dalam keadaan apapun itu. Aku tidak ingin Uswa terluka. Aku di ancam oleh Pak Pandu untuk menikahi anaknya dengan iming-iming setengah harta miliknya akan di berikan kepadaku, jika aku menikah Zilla dan apabila aku menolaknya maka Pak Pandu akan melakukan hal yang sama apa yang sudah terjadi kepada Uswa" Jawab Ismail menjelaskan semuanya
"Kau laki-laki yang sangat bodoh, Mail. Kau laki-laki pengecut, kau bisa saja kabur dari Pak Pandu' Ucap Hadi memaki
"Aku tidak bisa kabur dan lari dari Pak Pandu, sedangkan saat ini saja anak buah Pak Pandu sedang berada di sekitar rumah Uswa" Jawab Ismail kembali menanggis
"Apa? Apa mereka sudah gila? Siapa yang sudah menghamili anaknya dan kenapa malah membuatmu seolah-olah bersalah dan harus bertanggung jawab atas kehamilan anaknya" Ucap Hadi protes
"Entahlah, Had. Ku mohon jangalah Uswa untukku, aku tidak ingin dia terluka. Dua hari lagi aku akan menikah" Jawab Ismail
"Pergilah sejauh mungkin, Mail. Jika ada kesempatan. Ayolah aku akan menjaga Uswa percayalah" Ucap Hadi
"Tidak bisa, Had. Tidak bisa, mereka selalu mengikutiku kemanapun aku pergi" Jawab Ismail mematikan teleponnya
"Sial" Teriak Hadi
Setelah selesai menerima telepon dari Ismail, Hadi segera pergi ke rumah Uswa untuk mengajak Uswa menginap di rumahnya beberapa hari menghindari anak buah Pak Pandu agar tidak melakukan perbuatan yang menjijikkan kepada Uswa.
.
.
"Tin... Tin... Tin..." Bunyi klakson mobil Andi berulangkali
Ismail yang berada di kamar, segera melihat dari jendela kamar miliknya saat mendengarkan bunyi klakson mobil tersebut. Ismail membuka kain yang menutupi jendela. Segera di singkapnya dan ternyata itu adalah mobil Andi. Andi juga sedang berbicara dengan seseorang di depan rumahnya.
"Siapa mereka? Tanya batin Ismail
"Mereka jangan-jangan orang suruhan Pak Pandu" Ucap Ismail menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ismail langsung menuju ke lantai bawah
"Apa yang kalian lakukan di depan rumahku? Tanya Andi keluar dari mobilnya
"Berjaga" Jawabnya
"Aku tidak butuh penjagaan dari kalian" Ucap Andi tertawa
"Bukan menjaga untukmu melainkan kami berjaga-jaga untuk Ismail agar tidak kabur dari rumahmu" Jawabnya
"Hah... Kau ini mau saja di suruh oleh Pandu" Ucap Andi
"Ini adalah perintah darinya" Jawabnya
__ADS_1
"Terserahlah. Minggir kali semua, aku akan masuk ke dalam. Kalau kalian tetap berada di situ, aku tidak bisa memasukkan mobilku ke dalam" Ucap Andi
"Iya" Jawabnya
Mereka memberikan jalan kepada Andi, akhirnya Andi bisa memarkirkan mobilnya masuk ke dalam garasi rumahnya. Andi segera membuka pintu rumahnya. Saat masuk ke dalam ternyata sudah ada Ismail berjalan mondar-mandir di hadapannya.
"Kau kenapa? Tanya Andi
"Siapa mereka? Tanya balik Ismail tanpa menjawab pertanyaan Andi terlebih dahulu
"Orang suruhan Pak Pandu" Jawab Andi
"Apa? Ini semua karena mu, Andi. Aku jadi seperti ini" Ucap Ismail menyalakan Andi
"Aku salah. Kenapa? Tanya Andi
"Karena kau memberikanku pekerjaan dengan monster seperti Pak Pandu" Jawab Ismail
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi, Mail? dan kenapa mereka berjaga di depan rumahku? Tanya Andi
"Mereka berjaga untukku, agar aku tidak kabur darinya. Karena dua hari lagi aku akan menikah dengan Zilla" Jawab Ismail
"Menikah" Ucap Andi tertawa terbahak-bahak
"Iya mungkin kau tidak mempercayainya, tapi ini semua akan segera terjadi. Kalau aku tidak menikahi Zilla maka akan terjadi hal buruk kepada Uswa dan aku tidak menginginkan hal buruk itu terjadi kepada Uswa" Jawab Ismail
"Jadi Zilla..." Ucap Andi tidak dilanjutkan
"Zilla hamil dengan pacarnya" Jawab Ismail
"Apa hamil!" Ucap Andi tidak percaya
"Dan aku orang yang harus bertanggung jawab atas kehamilan Zilla" Jawab Ismail
"Di mana pacar Zilla sekarang? Tanya Andi
"Aku tidak tahu. Andai saja aku tahu wajah dan keberadaan pacar Zilla saat ini. Aku akan memberikan pelajaran yang sangat berharga untuknya. Aku akan memukul dia, hingga dia menyadari atas kesalahan yang sudah dia perbuat" Jawab Ismail
"Apa Zilla tau dan menerimamu sebagai calon suaminya? Tanya Andi
"Zilla tau dan menerimaku" Jawab Ismail
"Apa dia gila? Tanya Andi
"Mungkin saja" Jawab Ismail
"Bagaimana dengan Pak Pandu? Tanya Andi
"Pak Pandu memaksaku dengan imbalan akan memberikanku setengah harta miliknya. Kalau aku menolaknya maka sesuatu buruk akan terjadi kepada Uswa" Jawab Ismail
"Pandu" Teriak Andi dan tertawa terbahak-bahak
"Aku tidak mempercayainya, jika Pak Pandu akan melakukan hal ini kepadamu. Maafkan aku, Mail" Ucap Andi
__ADS_1
Bersambung... ✍️